herdinbisnis.com

.

.

Featured Posts

Cara Budidaya Padi Sawah

Peningkatan Hasil Panen Padi, bisa dibaca dalam Tutorial ini. Baik bagi Pemula maupun yang Mahir, secara garis besar Peningkatan Produksi Pangan Utama ini tidak bisa dengan melakukan Perluasan Lahan dan Areal Tanaman Padi, tetapi juga dengan Memperhatikan Pola TUmbuh Padi.

Kalkulator Pemupukan Online : Membantu Menentukan Pemupukan Hara Spesifik Lokasi

Tutorial Menggunakan Kalkulator Pemupukan, Efektif Menentukan Kebutuhan Pupuk Padi Sawah Spesifik Lokasi.

Membuat Pakan Ternak Bebek/Itik/Entok Murah dan Efektif Meningkatkan Hasil

Tehnik ini merupakan tehnik murah, karena bisa menggunakan substitusi ransum Gizi yang umumnya berasal dari limbah pasar, keluarga atau industri. Pakan Fermentasi merupakan strategi Peningkatan Bobot Ternak Unggas khususnya Itik/Bebek dan Entok ini. Dapatkan Paket 25 ribu/botol, sejumlah 25 botol per paketnya. .

CUKUP 20 RIBUAN SAJA, YUK SAATNYA SANTUNI YATIM PIATU

Bersegeralah memperbanyak Amal Shaleh, ikuti program-program sukses Ramadhan bersama-sama

Sedia Bibit Anggur Bermacam Varian, Melayani Pengiriman ke Seluruh Nusantara

Tersedia batang stek, bibit ukuran 25 cm dengan tunas dan akar yang siap kirim serta pohon cabutan setinggi 2 meter. Melayani pengiriman ke seluruh Indonesia dan luar negeri. Dapatkan paket-paket buat pemula yang ingin memulai bisnis pembibitan dan perkebunan Buah Tropis Eksotik ini.

Masih Proses, Mohon Sabar :D

Senin, 25 April 2016

Written on

Manfaat Gizi Mengkonsumsi Buah Kurma

Kurma yang memiliki nama latin Phoenix dactylifera merupakan tanaman palma (Arecaceae) dalam genus Phoenix. Buahnya dikenal dengan nama buah kurma yang biasa dikonsumsi sebagai manisan, terutama di bulan puasa. Kurma sering dijadikan hidangan untuk berbuka puasa. Rasanya yang manis karena kandungan gula alami di dalamnya dipercaya bisa mengembalikan kebugaran tubuh setelah seharian berpuasa.

Asal-usul buah kurma belum diketahui secara pasti karena sudah tersebar dan dibudidayakan selama ribuan tahun di berbagai penjuru dunia. Namun sebuah penelitian mengarahkan bukti bahwa pohon ku rma berasl dari wilayah di sekitar teluk Persia.

Manfaat Buah Kurma untuk Kesehatan

Buah kurma yang populer sebagai santapan Ramadhan ternyata memiliki kandungan nutrisi dan vitamin yang sangat banyak. Beberapa hasil studi menyebutkan bahwa kurma sangat baik sebagai makanan penambah energi.

Sumber Energi

Kurma mempunyai kandungan gula yang cukup tinggi dan umumnya berasal dari jenis glukosa dan fruktosa. Akan tetapi varietas Deglet Noor yang tumbuh di California mengandung sukrosa (gula pasir). Jenis gula yang terdapat pada kurma adalah hasil pengolahan secara alami dan tidak berbahaya bagi kesehatan.

Kandungan gula yang tinggi menjadikan buah ini merupakan sumber energi instan untuk mengembalikan energi yang hilang pada saat berpuasa dan menormalkan kadar gula darah. Itulah sebabnya mengapa kurma dianggap sebagai buah yang ideal untuk hidangan berbuka atau sahur. Segelas air yang mengandung glukosa, menurut Dr David Conning, Direktur Jenderal British Nutrition Foundation, akan diserap tubuh dalam 20-30 menit.

Tetapi gula yang terkandung dalam kurma habis terserap dalam tempo 40-45 menit. Ini disebabkan karena adanya serat yang terkandung di dalamnya. Sehingga orang yang makan kurma pada waktu sahur akan menjadi segar dan tahan lapar lebih lama.

Sumber Serat

Kurma adalah sumber serat pangan yang baik. The American Cancer Society merekomendasikan untuk mengonsumsi 20-30 gram per hari. Serat pangan terdiri dari dua jenis yaitu serat pangan larut dan serat pangan tak larut. Serat pangan tak larut berfungsi meningkatkan volume feses sehingga menurunkan waktu transit di usus dan lebih mudah dikeluarkan.

Penurunan waktu transit feses akan menurunkan waktu kontak sel-sel mukosa usus besar dengan zat-zat karsinogen dari feses. Serat pangan larut dapat membantu mengontrol diabetes dengan menurunkan peningkatan kadar gula darah. Selain itu serat pangan larut juga berperan menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah.

Sumber Mineral

Kurma mengandung mineral-mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Fungsi mineral secara umum yaitu membuat denyut jantung makin teratur, mengaktifkan kontraksi otot serta berperan dalam tekanan darah. Kurma kaya akan kalium dan rendah sodium. Kalium berperan dalam memelihara kontraksi otot termasuk juga otot jantung.

Selain itu berperan untuk memelihara sistem syaraf dan menyeimbangkan metabolisme dalam tubuh. Karena kalium tidak disimpan dalan tubuh dan banyak hilang melalui keringat, sehingga perlu disuplai dari makanan. Kalium membantu menurunkan tekanan darah.

Menurut Dr. Louis Tobian,Jr., pakar penyakit darah tinggi dari Minnesota University AS, kurma bisa membantu menurunkan tekanan darah, serta bisa memberi kekuatan tambahan dalam mencegah stroke secara langsung, bagaimanapun kondisi tekanan darah seseorang.

Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukannya bahwa konsumsi ekstra kalium bisa bisa menjaga dinding arteri tetap elastis dan berfungsi normal. Keadaan ini membuat pembuluh darah tidak mudah rusak akibat tekanan darah. Hasil penelitian merekomendasikan untuk mengkonsumsi sekitar 400 mg kalium dapat menurunkan resiko stroke sebesar 40%. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut kita hanya perlu mengkonsumsi sekitar 65 gram atau 5 buah kurma kering. Selain kalium, kurma juga mengandung mineral-mineral penting seperti kalsium, besi, magnesium, mangan, tembaga dan fosfor.

Sumber Vitamin

Vitamin yang terkandung dalam buah kurma antara lain vitamin A, tiamin (Vit B1), riboflavin (Vit B2), niasin (Vit B3), dan asam pantotenat (Vit B5) dalam jumlah yang bisa diandalkan. Selain itu terdapat juga kandungan vitamin C dan vitamin E. Vitamin A berfungsi untuk memelihara fungsi mata dan mencegah kekeringan dan penyakit mata. Vitamin B berfungsi menenangkan sistem syaraf dan untuk relaksasi jantung serta membuat pikiran menjadi lebih riang.

Sumber Fitokimia

Kurma mengandung salisilat alami dalam dosis rendah. Salisilat dikenal sebagai bahan baku aspirin, obat pengurang atau penghilang rasa sakit dan demam. Berdasarkan hal tersebut para pakar mengharapkan dosis rendah salilisat dalam kurma secara kontinyu bisa juga meredakan sakit kepala. Selain itu kurma mengandung semacam hormon yang disebut potuchsin yang bisa menciutkan pembuluh darah dalam rahim, sehingga dengan demikian bisa mencegah terjadinya pendarahan rahim. Kurma juga mengandung sejumlah senyawa fenol dan karoten yang berfungsi sebagai antioksidan.

Ayo, mumpung buah kurma sekarang tersedia di mana-mana kita beli untuk dikonsumsi dan dapatkan manfaatnya untuk kesehatan tubuh kita. Selamat berpuasa dan jangan lupa menyantap buah kurma.

Berikut Kandungan Gizi Kurma 
Sumber : usda
Read More

Minggu, 24 April 2016

Written on

Pengetahuan tentang Manfaat PGPR, Mikroorganisme Pemacu Tumbuh Tanaman

PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) adalah bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman, hidup secara berkoloni menyelimuti akar tanaman, dengan
kata lain adalah campuran berbagai bakteri perakaran. Bakteri yang terdapat dalam PGPR adalah sejenis bakteri yang biasa hidup di akar tanaman. Mikroorganisme ini hidup berkoloni di sekitar akar tanaman dan membantu memacu pertumbuhan tanaman. Beberapa bakteri yang ada dalam PGPR : Bacillus subtilis, Psedomonas sp, Salmonella liquefaciens, Azotobakter sp.,Rhizoium
PGPR ini pertama kali diteliti oleh Kloepper dan Schroth tahun 1978. Mereka menemukan bahwa keberadaan bakteri yang hidup di sekitar akar ini mampu memacu
pertumbuhan tanaman jika diaplikasikan pada bibit/benih. Tidak hanya itu, tanaman nantinya akan beradaptasi terhadap hama dan penyakit. Fungsi yakng menguntungkan dari PGPR bisa banyak diterapkan pada pengelolaan usahatani, yaitu:

1). PGPR memproduksi antibiotik untuk melindungi tanaman dengan cara menghambat pertumbuhan penyakit perakaran
2). PGPR menjadi pesaing patogen penyebab penyakit dalam mendapatkan makanan disekitar perakaran sehingga pertumbuhan patogen merugikan menjadi berkurang.
3). PGPR merangsang pembentukan hormon atau ZPT Auksin, Sitokinin dan Giberellin sehingga tanaman terlihat lebih subur
4). PGPR menghambat produksi etylen (zat yang menyebabkan tanaman cepat tua dan mati)
5). PGPR meningkatkan penyerapan dan pemanfaatan unsur N oleh tanaman
6). PGPR meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur Fe
7). PGPR meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur S
8). PGPR meningkatkan ketersediaan unsur P
9). PGPR meningkatkan ketersediaan unsur Mn


2. Tujuan pembuatan PGPR

Tujuan utama pembuatan adalah temanfaatkannya kelompok bakteri yang memberikan pengaruh baik bagi tanaman terutama dalam dalam proses fisiologi tanaman.
Bakteri PGPR mampu mengikat nitrogen bebas dari alam atau istilahnya fikasi nitrogen bebas. Nitrogen bebas diubah menjadi amonia kemudian disalurkan ke tanaman. 
Bakteri akar ini juga mampu menyediakan beragam mineral yang dibutuhkan tanaman seperti besi, fosfor, atau belerang. PGPR juga memacu peningkatan hormon tanaman. 
Peningkatan hormon tanaman inilah yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman.



3. Cara pembuatan PGPR

a. Alat dan Bahan
1) 100 gr akar bambu
2) 400 gr gula pasir
3) 200 gr trasi
4) 1 kg dedak halus
5) 10 lt air
6) Penyedap rasa secukupnya

b. Cara Membuat
1) Rendam akar bambu dalam air matang dingin 2-4 hari
2) Rebus bahan 2 s/d 6 sampai memdidih selama 20 menit
3) Setelah dingin masukkan semua bahan kedalam jerigen dan tutup rapat
4) Buka dan kocok-kocok sehari sekali
5) Setelah 15 hari PGPR siap digunakan


[b[4. Aplikasi PGPR

1) Saring PGPR
2) Campurkan 1 lt PGPR ke dalam air 1 tangki
3) Semprotkan PGPR tersebut ke lahan yang belum ditanami
4) Ulangi penyemprotan setiap 20 hari sekali

Adapun cara aplikasi PGPR adalah sebagai berikut:
1). PGPR Untuk perlakuan benih. Benih yang dibeli dari toko dan diduga mengandung pestisida cuci dulu sampai bersih hingga 3 – 4 kali. Rendam benih dalam larutan PGPR dengan konsentrasi 10 ml per liter air selama 10 menit hingga 8 jam tergantung jenis benihnya. Kemudian kering anginkan di tempat yang teduh sebelum dilakukan penanaman.
2). PGPR Untuk perlakuan bibit. Jika untuk perlakuan bibit dan stek atau biakan vegetatif lain tinggal direndam beberapa saat saja lalu langsung ditanam. Konsentrasi yang diperlukan adalah 10 ml per liter air.
3). PGPR Untuk perlakuan pada tanaman. Buat PGPR dengan konsentrasi 5 ml per liter air. Untuk aplikasi pada tanaman semusim (cabe, terong, timun dll) siramkan 1 - 2 gelas aqua larutan tadi ke daerah perakaran. Jika untuk tanaman tahunan jumlah larutan yang digunakan dapat diperkirakan sendiri sesuai dengan umur dan jenis tanaman, sebagai ukuran adalah siram daerah perakaran sampai basah.



Disadur dari beragam sumber
Read More

Jumat, 22 April 2016

Written on

Rujukan Bagaimana Memperlakukan Bibit yang Baru Anda Impor

Sekarang marak pedagang bibit yang menjual dengan online. Kita suka sering kecolongan paket mati karena kurang tepat memperlakukan tanaman yang baru kita impor itu.

Berikut adalah rujukan bagaimana cara memperlakukan paket impor kita setibanya dirumah.

Tuntunan ini hampir semua tanaman akan cocok. Pada beberapa tanaman memang tidak perlu seribet ini, tetapi apa salahnya jika kita berhati-hati.

Jika  paket Anda sdh tiba.

Segera menanamkan bibit pada polybag minimal volume 3 liter untuk bibit setinggi 10-30 cm atau untuk yang besar bisa menggunakan volume 75ltr.

Penanaman harus hati-hati jangan sampai gumpalan akar pecah atau rusak. Jikapun Anda membeli dalam bentuk bareroot, dan masih tersisa tanah sertakan tanah yang melekat pada akarnya saat penanaman.

Tanam setinggi permukaan gumpalan akar atas jangan terlalu dibenam.

Media tanam : 1 bagian  tanah permukaan, 2 bagian sekam jika musim kemarau, 1 bagian arang sekam, 1 bagian  pasir yang sudah dijemur 5 harian,1bagian kompos.

Buatlah larutan liquinoc growth  b1 sebanyak 1 tutup botol dengan 4 ltr air. Lalu Semprotkan pada daun dan sisanya siram pada tanahnya. Silahkan pesan pada kami jika membutuhkan formula anti stres ini.

Tempatkan pada tempat ternaungi dari hujan langsung dan buatlah agar terhindar dari  60% cahaya masuk. Silahkan pesan waring pada kami.

Rawatlah selama 6 bulan sebelum dipindah ke tempat lebih luas.

Catatan :
(Menyiram jangan kena daunnya kecuali penyemprotan pupuk atau anti hama!!!).

Read More

Minggu, 17 April 2016

Written on

Anak-anak Desa di Lingkungan Persawahan Dilibatkan Membentuk Refugia

TEMPO.CO, Banyumas– Tangan Firman dan Ibnu tak bisa diam melihat bunga warna-warni saat perjalanan pulang dari sekolah. Meski penasaran dan gatal ingin menyentuh, bunga urung mereka petik. Mereka tahu betul pentingnya bunga-bunga itu untuk ayah dan ibu mereka.

Fiman dan Ibnu kini sudah dibekali pengetahuan soal bunga-bunga itu yang berfungsi sebagai refugia. Refugia adalah intervensi ekosistem dengan menyediakan rumah untuk pemangsa hama. Tanaman bunga yang berfungsi sebagai refugia bisa bermacam-macam. Di tempat tinggal mereka, Desa Pliken, bunga yang ditanam antara lain bunga pukul empat, bunga kenikir, dan bunga matahari.

Ketika belum tahu fungsi bunga-bunga itu, anak-anak di Desa Pliken, Banyumas memetikinya. Sehingga refugia yang ditanam petani, tak berfungsi maksimal. Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki II, Sucipto, kemudian mendekati kepala sekolah yang ada di sekitar sawah.

Ada tiga sekolah yang murid-muridnya berpotensi memetik bunga refugia, yakni Sekolah Dasar Pliken 1, 2, dan MI Maarif. Setelah mendapat izin dari kepala sekolah, Sucipto kemudian memberi edukasi kepada murid-murid di sana.


Ia memberi pelatihan penanaman bunga. Pelatihan dilakukan di pinggir sawah atau di sekolah. “Mereka harus dilatih merawat dan menyayangi, supaya tahu kalau memetik itu artinya menyakiti bunga,” kata Sucipto.

Guru MI Maarif, Isti Zulaekah, mengatakan ia juga memberi penjelasan larangan memetik bunga refugia. Penjelasan yang diberikan guru adalah betapa pentingnya bunga itu untuk petani. “Karena mereka juga rata-rata anak petani, jadi memahami kalau petani susah,” kata Isti.

Food and Agriculture Organization (FAO) memperkenalkan rekayasa ekosistem dengan refugia sejak Oktober 2014 dalam program Pengelolaan Hama Terpadu (PHT). FAO memberi bantuan dan pendampingan untuk tiga musim tanam.

Refugia akan meningkatkan kebugaran pemangsa hama padi. Laba-laba bisa menghabiskan 20-30 wereng cokelat per hari dalam satu rumpun padi.

Selain predator pemangsa hama, refugia akan menjadi rumah untuk parasitoid. Parasitoid adalah serangga yang hidup menumpang pada serangga lain. Tanpa refugia, parasitoid bisa membunuh 20-30 persen telur wereng cokelat. Pemanfaatan musuh alami ini akan meminimalisir penggunaan pestisida.

TRI ARTINING PUTRI

Read More
Written on

Refugia, Pengelolaan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (PHT) Sistemik. Berhasil di Banyumas

TEMPO.CO, Banyumas - Food and Agriculture Organization memperkenalkan rekayasa ekosistem dengan refugia sejak Oktober 2014 dalam program Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) di Desa Pliken, Banyumas.

Refugia adalah intervensi ekosistem dengan menyediakan rumah untuk pemangsa hama. Tanaman yang berfungsi sebagai refugia bisa bermacam-macam. Di Desa Pliken, bunga yang ditanam, antara lain bunga pukul empat, bunga kenikir, dan bunga matahari.

Ketua Tim Ahli FAO Y. Andi Trisyono mengatakan refugia akan meningkatkan kebugaran pemangsa hama padi. “Laba-laba bisa menghabiskan 20-30 wereng cokelat per hari dalam satu rumpun padi,” kata dia, Senin dua pekan lalu.

Selain predator pemangsa hama, refugia akan menjadi rumah untuk parasitoid. Parasitoid adalah serangga yang hidup menumpang serangga lain. Tanpa refugia, parasitoid bisa membunuh 20-30 persen telur wereng cokelat.


Pemanfaatan musuh alami ini, kata dia, akan meminimalisasi penggunaan pestisida. Selama ini pestisida malah merusak ekosistem. Soalnya, penggunaan yang tak tepat malah akan membunuh musuh alami dan belum tentu membasmi hama.

“Beras yang dihasilkan juga akan banyak residu pestisidanya,” kata Andi.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki II Sucipto pernah mencegah teman-temannya menyemprot pestisida, meski wereng cokelat menyerang sawah mereka. Sebab, ada refugia.

Sepekan kemudian, Sucipto mendapat kabar baik. Padi, yang sepekan sebelumnya rebah akibat wereng cokelat, kini bersih. “Masih bisa dipanen, bulirnya penuh,” tuturnya. Wereng cokelat, kata dia, habis dimangsa capung, laba-laba, dan tomcat.

Andi mengatakan salah satu kunci sukses pembasmian hama adalah pengamatan. Kelompok tani Desa Pliken harus mengamati petak sawahnya setiap pekan. Hasil pengamatan kemudian dibahas dalam diskusi petani untuk dicarikan solusinya.






TRI ARTINING PUTRI

Read More
Written on

Refugia, Membuatkan Rumah bagi Pemangsa Hama.

TEMPO.CO, Banyumas - Food and Agriculture Organization (FAO) PBB memperkenalkan rekayasa ekosistem dengan refugia sejak Oktober 2014 dalam program Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) di Desa Pliken, Banyumas. Refugia adalah intervensi ekosistem dengan menyediakan rumah untuk pemangsa hama.

Petani harus menanam tanaman bunga untuk menarik serangga pemangsa hama. Di Desa Pliken, bunga yang ditanam antara lain bunga pukul empat, bunga kenikir, dan bunga matahari.

Ketua Tim Ahli FAO Y. Andi Trisyono mengatakan penerapan refugia bertujuan menurunkan penggunaan pestisida, meningkatkan produksi beras, dan memperbaiki ekosistem.

“Saat ini pestisida yang terdaftar meningkat terus, padahal di negara lain menurun,” kata Andi.


Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki II Desa Pliken Sucipto mengatakan, sejak penerapan refugia, petani jadi lebih sadar bahaya pestisida. Salah satu contohnya adalah mereka saling mengingatkan jangan menanam kacang panjang di dekat padi. “Kacang panjang sudah identik dengan pestisida,” katanya.

Menurut dia, sejak penerapan refugia pada 2014 dan meminimalisasi penggunaan bahan kimia, jumlah produksi beras meningkat. Hasil produksi pada setiap masa tanam pun meningkat. Pada masa tanam pertama, produksi beras 7,43 ton per hektare.

Masa tanam kedua menghasilkan beras 7,67 ton per hektare. Selanjutnya, masa tanam ketiga menghasilkan beras 7,83 ton per hektare.

Peningkatan ini, kata Sucipto, bukan hanya kuantitasnya. “Kualitas beras kami jadi lebih sehat,” katanya.

TRI ARTINING PUTRI

Read More
Written on

Refugia, Sistem Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman dengan Bunga. Sukses di Banyumas.

TEMPO.CO, Banyumas – Bukan hanya padi, sawah di Desa Pliken, Banyumas, kini dihiasi tanaman bunga. Petani menanam bunga di sekeliling sawah sebagai rekayasa ekosistem yang disebut refugia. Refugia adalah intervensi ekosistem dengan menyediakan rumah untuk pemangsa hama.

Tanaman yang berfungsi sebagai refugia bermacam-macam. Di Desa Pliken, bunga yang ditanam antara lain bunga pukul empat, bunga kenikir, dan bunga matahari.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki II Desa Pliken Sucipto mengatakan refugia harus ditanam segera setelah padi. Jadi, ketika padi berusia 1 bulan, bunga sudah mekar dan menjadi rumah musuh alami.

“Kalau ditanam lebih awal, bisa terinjak-injak,” kata dia, Rabu pekan lalu.


Musuh alami yang bersarang di tanaman bunga akan menjadi predator atau parasitoid bagi hama pengganggu padi. Predator akan memangsa hama. Hewan yang termasuk predator hama antara lain capung, tomcat, lebah, kumbang helm, dan laba-laba.

Berbeda dengan predator, parasitoid adalah serangga yang hidup menumpang pada serangga lain. Parasitoid melumpuhkan hama dengan cara menanamkan telurnya pada telur hama. Dengan begitu, telur hama akan berubah menjadi parasitoid yang berguna bagi petani saat menetas.

Ketua Tim Ahli FAO Y. Andi Trisyono mengatakan refugia akan meningkatkan kebugaran pemangsa hama padi. “Laba-laba bisa menghabiskan 20-30 wereng cokelat per hari dalam satu rumpun padi,” tuturnya.

Tanpa refugia, parasitoid bisa membunuh 20-30 persen telur wereng cokelat. Jumlah ini diharapkan meningkat dengan adanya refugia.

Food and Agriculture Organization memperkenalkan rekayasa ekosistem dengan refugia sejak Oktober 2014 dalam program Pengelolaan Hama Terpadu (PHT). FAO memberi bantuan dan pendampingan untuk tiga masa tanam.

TRI ARTINING PUTRI

Read More

Rabu, 13 April 2016

Written on

Inilah Ciri-ciri Makanan Berformalin

Jakarta detik.com - Pedagang nakal sering mencampurkan formalin agar produk yang dijual bertahan lebih lama. Saat membeli, ada baiknya kenali ciri-ciri makanan berformalin ini.

Formalin merupakan larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk. Di dalam formalin terkandung sekitar 37 persen formaldehid dalam air. Biasanya ditambahkan metanol hingga 15 persen sebagai pengawet. Sehingga formalin dilarang untuk digunakan sebagai pengawet makanan.

Beberapa jenis pangan telah ditemukan menggunakan formalin sebagai pengawet. Makanan yang sering ditemukan berformalin antara lain mie basah, tahu, bakso, ayam hingga ikan.

Untuk tetap mengonsumsi makanan yang aman BPOM sarankan untuk lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih produk pangan yang akan dikonsumsi dan mengetahui ciri-cirinya sebagai berikut.


1. Mie basah
Tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar yaitu sekitar 25 derajat celcius dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es dengan suhu 10 derajat celcius.

Selain itu, biasanya mie tidak lengket dan lebih mengikap dibandingkan mie alami. Tercium bau agak menyengat dan bau formalin.



2. Tahu
Tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar 25 derajat celcius dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es sepuluh derajat celcius. Tekstur tahu keras, kenyal namun tidak padat dan bau agak menyengat seperti formalin.

3. Ikan segar dan seafood lain
Ikan menjadi salah satu makanan segar berprotein yang mudah rusak. Ikan yang sudah terkena formalin tidak rusak hingga 3 hari dalam suhu kamar, 25 derajat celcius. Warna insang cenderung merah tua, tidak cemerlang. Bukan merah segar dan warna daging pada ikam putih bersih serta bau agak menyengat formalin.

4. Ikan asin
Ciri ikan asin dengan formalin adalah tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar yaitu 25 derajat celcius. Bersih cerah dan tidak berbau khas ikan asin dan tidak dihinggapi lalat jika ditaruh pada area terbuka.

5. Bakso
Selain boraks, dalam beberapa kasus bakso juga ada yang mengandung formalin. Ciri-ciri bakso ini adalah tidak rusak sampai 5 hari pada suhu kamar (25 derajat celcius), teksturnya sangat kenyal dan bau agak menyengat formalin.

6. Ayam 
Tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar (25 derajat celcius), teksturnya kencang dan bau agak menyengat formalin
Read More

Selasa, 05 April 2016

Selasa, 29 Maret 2016

Written on

Sekilas tentang Pancasila

Read More

Jumat, 18 Maret 2016

Written on

Meremajakan Pepaya, Tips Membuat Pepaya Berbuah Lebih Baik, Ukuran Lebih Pendek

Balai penelitian buah Deptan RI. Tanaman pepaya merupakan herba menahun dan tingginya mencapai 8 m. Batang tak berkayu, bulat, berongga, bergetah dan terdapat bekas pangkal daun. Pepaya mempunyai ukuran genom yang kecil dan terdiri dari 9 pasang kromosom. Hal ini kemungkinan menyebabkan pertumbuhan batang peralihan antara herba dan berkayu (Ming et al. 2008)

Produksi tanaman pepaya yang berumur lebih dari  3 tahun sudah mulai menurun dan tajuk tanaman sangat tinggi sehingga kesulitan pada saat panen buahnya. Peremajaan  tanaman dapat dilakukan dengan menanam bibit yang baru, selain itu dapat juga melalui pemangkasan batang dan diikuti  perawatan tunas anakan yang baru tumbuh. Pada beberapa waktu yang lalu pernah kami muat tentang tanaman pepaya hasil rejuvinasi (kilk sini), kali ini akan disajikan bagaimana teknik peremajaan pepaya.

Beberapa jenis pepaya mempunyai jumlah buah dan produksi  yang berbeda-beda. Berdasarkan data diskripsi varietas pepaya Callina mempunyai jumlah buah per empat bulan sebanyak 48-52 buah dan produksi 69,1 – 78,9 ton/ha/empat bulan. Pepaya Carisya dengan ukuran buah kecil  mempunyai jumlah buah per empat bulan sebanyak 48-52 buah/pohon/empat bulan dan produksi 28-40ton/ha/empat bulan. Pepaya Merah Delima dengan ukuran buah sedang mempunyai jumlah buah per empat bulan sebanyak 60-80 buah dan produksi 86 – 100 ton/ha per empat bulan. Namun produksi tersebut akan menurun sangat tajam saat tanaman berumur lebih dari dua tahun.

Pertumbuhan tinggi batang pepaya sangat cepat sehingga pada umur 2 tahun mempunyai tinggi 2-3 meter.Tanaman yang terlalu tinggi menyebabkan kesulitan saat panen buah. Oleh karena itu biasanya setelah berumur 2 tahun tanaman pepaya  ditebang dan ditanam ulang. Peluang rejuvinasi dengan pemangkasan batang yang sudah tua dapat dilakukan pada tanaman pepaya yang produksinya sudah rendah. Batang pepaya yang dipangkas akan menghasilkan  tunas-tunas baru dan dapat berbuah kembali. Peremajaan pepaya dengan cara ini di Quensland Utara disebut dengan ratooning.Tujuan ratooning pepaya untuk mengatasi serangan busuk akar, mengantisipasi siklon angin kencang dan mempercepat waktu produksi (Blair 2003). Penelitian Budiyanti et al 2014, menunjukkan peremajaan tanaman pepaya dengan pemangkasan batang diikuti dengan pemeliharaan dua cabang yang baru tidak berpengaruh nyata terhadap kualitas buah beberapa genotipe  pepaya. Jumlah buah per pohon dari jenis pepaya yang mempunyai ukuran buah kecil tidak berbeda nyata antara sebelum pemangkasan dan sesudah pemangkasan. Tetapi pada jenis pepaya berukuran buah besar, jumlah buah setelah pemangkasan lebih sedikit dibanding sebelum pemangkasan. Tingkat kemanisan (PTT) buah dari tujuh genotipe pepaya yang diuji hampir sama yaitu antara 12-13o brix dimana tidak terdapat perbedaan antara sebelum pemangkasan dan sesudah pemangkasan.

TEKNIK PELAKSANAAN:

Dipilih tanaman pepaya yang sudah berumur lebih dari dua tahun dan tidak produktif

Pangkas batang pepaya setinggi 0,5 meter dari permukaan tanah.

Olesi bagian yang dipangkas dengan fungisida dan ditutup bagian atas batangnya dengan plastik

Setelah 1-2 bulan akan tumbuh beberapa tunas pada batang tersebut.

Tunas yang tumbuh tersebut dipelihara 2 tunas, sedang tunas lainnya dibuang.

Pilih cabang/tunas yang letaknya saling berhadapan dan pertumbuhannya terbaik.

Perawatan tanaman dilakukan dengan pemupukan, penyiraman yang intensif pada awal pertumbuhan serta pengendalian hama dan penyakit dilakukan jika diperlukan.

Setelah berumur 3-4 bulan setelah pemangkasan, tanaman akan berbunga dan umur 8-9 bulan setelah pemangkasan sudah panen buah pertama

Kebun Pepaya, tinggi produksi menurun
Potong pendek, olesi fungisida dan bebat plastik.
Setahun dah berbuah

Pilih cabang, yang berhadapan. 
Read More
Written on

Kumpulan Gambar Buah dan Organ Tubuh, Mirip dan Bisa Jadi Patokan Memanfaatkannya.

Read More

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!