.

.

Jumat, 27 Agustus 2010

Written on

Jamu Typus...... Testimoni Orang Kampung

Jamu Obat Typus Manjur dan Membudaya 


ada informasi neh agan-agan sekalian... dari belantara kota di Situbondo...

Agan pernah tau gak... mungkin Agan sedikit punya pikiran sedih atau kuatir kalau ada rekan-rekan diantara agan yang sakit typus ?.... Nah... ada informasi di sekitaran kota Kabupaten Situbondo.. ada sejumput obat yang telah bertahun-tahun terbukti dapat efektif menyembuhkan penyakit Typus...

Saya adalah salah satu saksi hidup yang tahu bahwa ramuan ini memang mujarab.

Suatu ketika tatkala adik kandung dan istri saya sakit Typus, mereka mengkonsumsi Jamu ini.

Alhamdulillah.... aku mendapatkannya....langsung membeli di rumah yang meracik ramuan tersebut, aku cuma beli 3 botol, waktu itu masih harga 5 ribuan per botol.. sekitar 2 tahun yang lalu.. hm istriku sembuh.
Subhanalloh. adikku sembuh.

Agan-agan sekalian. Penyakit memang datangnya gak terduga, itu semua datangnya juga gak kita harap-harapkan.

Tapi informasi ini, sekaligus jadi keterangan untuk kita bahwa obat mujarab untuk menyembuhkan penyakit typus ini memang perlu saya sharing kepada agan-agan semua.

Kalau pengin tahu lokasinya, CoD aja langsung ke lokasi :

Desa Wringin Anom Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo
Sebelah timur perempatan Pasar Desa Wringin Anom dekat PG Wringin Anom Panarukan Situbondo. Tempatnya masuk Gang... persis di depan Rumah Praktek Bidan Her, Bidan yang juga terkenal di Situbondo... masuk aja gang itu dan disitu ada plang bertulis JUAL OBAT TYPUS.

atau kalau agak sulit. nyarinya bisa PESAN DISINI.
ato telpon ane di 081249412121. Ekspeditor ada juga yang mau koq membantu mengirimkan barang berupa Cairan ini.

semoga bermanfaat
Read More

Rabu, 18 Agustus 2010

Written on

Mari Kita Selamatkan Plasma Nutfah dengan Berkebun.....!!!!!

Tahukah Anda ?
Dari beberapa selebaran yang kutemui !!
Eksplorasi  Petugas Pertanian kita. khususnya telah mencatatkan beberapa Varietas tanaman asli Situbondo.
Beberapa yang telah masuk dalam desk kerjaku, adalah Mangga, Karatok Pote, Belimbing, dsb !.

Mangga
Mangga, merupakan salah satu komoditi buah yg berhasil dicatatkan oleh Petugas Pertanian kita ke Departemen Pertanian RI melalui Balai-balai yg ternaung dibawahnya.

Satu jenis tlh berhasil diluncurkan dan diregistrasi oleh Departemen Pertanian adalah Mangga Manalagi Situbondo 69 !. Varietas ini dlm sejarahnya pernah tumbuh dan dibudidayakan scr massif (tidak tahu kapan dan siapa yg memulai penyebarannya- rumor menyebutkan, adalah buah hutan asli yg dibudidayakan oleh sekitar penguasa lahan di Ketah-Kec. Suboh), namun pusat penyebarannya ada pd wilayah di Desa Demung Kecamatan Besuki dan menyebar ke hampir seluruh wilayah di sekitarnya.

Jenis mangga varietas ini sangat disukai oleh konsumen karena, warna buahnya kuning dan segar (menjadi nisbah semua essense yg mengatasnamakan Mangga, atau Mango), daging buahnya lunak dan banyak (sehingga ukuran buahnya juga lebih besar dibandingkan buah-mangga Manalagi varietas lain atau mangga lainnya).

Banyak orang suka menikmati buah ini dlm suasana yg santai dlm keadaan sendiri atau bersama orang dekat, mereka merasa lebih nyaman ketika tidak berlama-lama menyimpan buahnya. Ada pula yang dikonsumsi langsung atau dgn diolah.

Buah Mangga (Perhatikanlah jenis buahnya, 2 buah yang berbeda) :



 Buah Mangga Gadung (Kupasan)


Beberapa tips utk menikmati buah ini adalah dgn beberapa cara :
  • Dikupas dan dimakan saat matang, langsung ! Dipotong-potong kecil dan disajikan di nampan atau di atas piring !. Potongan ini akan nyaman dikonsumsi oleh lebih dari 1 orang saja untuk 1 buah Mangga Manalagi.
  • Dibelah dan dipotong memanjang langsung bersama kulitnya, dan irisan buah diiris-iris menyerupai kotak. Yang umum disebut "pecah delima" oleh warga sekitar Demung dan Besuki pada umumnya, dan dinikmati dengan menggigit masing-masing irisan yang masih melekat pada irisan tersebut. Menurut kebanyakan, cara menikmati buah seperti ini- lebih nikmat, lebih segar dan bisa menghirup aroma buah lebih banyak. Hmm.
  • Dikupas dan diblender, Jus mangga - sesungguhnya lebih nyaman dibandingkan jus buah lainnya. Jus mangga dari jenis Manalagi 69 ini akan lebih bisa memuaskan penikmat jus pada umumnya. Karena daging buahnya banyak - tidak perlu penambahan bahan lain dan bisa membuat jus menjadi lebih kental dan beraroma. Proses browning pada daging buah tidak akan mempengaruhi aroma dan rasa buah secara umum.
  • Daging buah diproses ulang dalam bentuk bahan olahan berupa dodol, jenang, sirup, dsb. Beberapa wilayah di sekitar Kecamatan Kendit dan Panarukan, bahan olahan buah Mangga sudah dikomersilkan dan berlabel.

Berikut potret aktifitas Sang Penangkar Bibit Mangga yang sempat kami rekam kegiatannya ketika yang bersangkutan sedang melakukan aktifitas sambung pucuk mangga unggul.

Aktifitas Sambung Pucuk Mangga Unggul:







Jika Anda punya keinginan utk bertanam dan berbudidaya mangga dan berhasrat mendapatkan Varietas asli Khas Situbondo ini ?...saat ini mudah saja. Silahkan Pesan disini. Atau SMS ke 081249412121. Kami ada ready stok 3000 batang bibit mangga tinggi minimal 30 cm up. Harganya 12.500/batang.


Kami juga melayani pemesanan dalam jumlah besar. Termasuk juga pemesanan ke luar kota/pulau.

Atau

Kami melayani pemesanan buah segar Mangga dalam jumlah besar. Sebagai bahan dasar olahan produk lain berbahan dasar Buah Mangga.

Saat ini kami juga menyediakan Produk Olahan buah Mangga ini, seperti misalnya Sirup tanpa Label, dan sebagainya. Kami melayani pemesanan dalam kemasan besar!!!. Silahkan Pesan Disini.
Berikut beberapa foto bibit mangga yang berhasil kami eksplorasi dan tersedia dlm jumlah besar utk Anda,
Mangga Gadung

Bibit Mangga Gadung yang Tersedia :





Mangga Arum
Bibit Mangga Arum:


Selain Mangga terdapat Jenis Tanaman lain yang ternyata kami saat ini sanggup sajikan kepada Anda dalam bentuk Batang Stek, Bibit dan Buah. Yakni Tanaman Anggur, yang keterangannya dapat Anda peroleh dari pemaparan berikut :

Anggur
Di Situbondo, setidaknya ada beberapa varietas anggur yang unik, selain krn kekhasan bentuk buahnya juga karena rasa warnanya yang menarik.

Diantara varietas-varietasnya telah berhasil kami kumpulkan dari beberapa Sumber, diantaranya adalah
Black Caroline, Green Belgiy, Black Rose, Red Prince, Situbondo Kuning, dan ada beberapa varietas lain yang sempat ditangkarkan namun belum ada namanya, dan sebagainya. Bibitnya tersedia saat ini.


Anggur merupakan tanaman yg cocok tumbuh di wilayah Situbondo, krn terik cahaya mentari yg cukup. Ketinggian rata-rata wilayah Situbondo yg menyebabkan suhunya juga dpt menyebabkan anggur tumbuh  berbuah dgn penampilan dan rasanya yang manis.

Anda tahu, di Situbondo tersebar beberapa jenis buah Anggur. Silahkan periksa thread situs berikut ini untuk jenis-jenis yang tersedia bibitnya.

Varietas Anggur Red Prince

Red Prince adlh Anggur yg berbuah merah dan rasanya lebih dominan manis. Ada sedikit masam. Buahnya dominan adalah sebagai Anggur Meja. Artinya disajikan sebagai konsumsi dalam bentuk segar dan langsung di atas Meja.

Pada wilayah Situbondo Anggur ini sudah dibudidayakan dan beberapa petani juga mengkomersilkan dengan menjual Bibit, Buah dan bahan Olahannya.

Silahkan periksa beberapa thread kami di kaskus untuk interaksi kami selama ini tentang  produk komersil anggur, silahkan klik disini


Foto-foto Anggur Red Prince
1. Asosiasi Anggur Besuki

Anggur Besuki:


2. Buah Anggur Red Prince

Buah Anggur Red Prince:


3. Pohon Anggur, nyaman buat Naungan dan Ceria Duduk-duduk disitu !

Pohon Anggur yang Tumbuh di Para-para Halaman/Pekarangan:


Pohon Anggur yang Tumbuh di Para-para Kebun:

5. Bibit Anggur... 

Bibit Anggur Caroline

Bibit Anggur Green Belgiy




GREEN BELGI
Profil :
• Daun lebih menyolok
• Daun tipis dan tidak berbulu sedang Alfonso tidak
• Buah lebih produktif dari Alfonso
• Lebih tahan penyakit dari Alfonso dan Situbondo Kuning
• Buah berwarna hijau
• Biasa ditanam di dataran 0 – 800 mdpl
• Bentuk buah kecil, daging tebal dan manis daripada Alfonso



Bibit Anggur Black Rose

BLACK ROSE
Profil :
• Daun lebih tebal dari Belgi
• Bentuk daun agak bulat dan tidak berbulu
• Bentuk buah agak lonjong dan lebih manis dari Alfonso
• Buah berwarna hitam
• Bisa di tanam 0 – 800 mdpl
• Produktifitas sama dengan Alfonso

Bibit Anggur Red Prince


Bibit Anggur yang Siap Dijual:
6. Kemasan Pengiriman Bibit dan Batang Stek yang Pernah Kami Layani

Anggur :
Kemasan Batang Stek Anggur, Pesanan Rekan dari Bangka Belitung

Kemasan Bibit, Pesanan Rekan dari Malang Utara




 Mangga :
Kemasan 3 batang Bibit Mangga Gadung, Pesanan Kaskuser dari Perumahan Indah Kapuk Jakarta.

Lebih jauh tentang, resi dan bukti pengiriman dapat Anda ketahui di situs berikut ini. Silahkan klik disini. 

BIBIT KELENGKENG PINGPONG
Gambar Buah Kelengkeng Pingpong
Perhatikan besarnya buah Kelengkeng ini, bandingkan dengan uang receh pecahan 500-an


Nah, demikianlah pemaparan ini. Semoga bermanfaat.

Kami menawarkan :
  1. Bibit Anggur semua Jenis, Mangga, Kelengkeng Pingpong, Gamelina.
  2. Batang Stek Anggur.
  3. Benih Gamelina, Jabon, Sengon Laut, Sengon var. Solomon, dsb.

    Berkenan untuk membeli ?
    Silahkan hubungi 081249412121











    Read More

    Kamis, 05 Agustus 2010

    Written on

    Peluang Bisnis Tanaman Musiman dan Tanaman Berkayu, seperti Jahe Merah, Jahe Gajah, Kopyor, Sengon, Jabon dan Gamelina

    Gallery Photography Herdinbisnis di Indyarocks


    Jika Anda tahu, bisnis tanaman berkayu akan mendatangkan pendapatan yang sangat besar. Banyak artikel dan berita yang menjelaskan keuntungan berbisnis ini, sebagaimana artikel khusus sengon berikut (yang lain ntar menyusul) :


    dari artikel tersebut kita akhirnya tahu, bahwa pengalaman beberapa petani memang memberikan hasil yang menggembirakan.

    Pada artikel ini saya ingin menggambarkan, proses dan beberapa langkah yang telah dilaksanakan untuk melakukan bisnis besar ini. Adapun contohnya, dalam artikel ini sementara adalah Pembibitan Tanaman berkayu GAMELINA.  Untuk dapat mempermudah proses pelaksanaan bisnis besar yang "pasti" menguntungkan ini, dalam bagian terakhir artikel ini akan kita ketahui informasinya- maka dimohon untuk perlahan-lahan menikmati pemaparan kami berikut ini :

    Adapun beberapa langkah yang dilakukan agar kita dapat mengawali bisnis ini, diantaranya :

    Gallery Photography Herdinbisnis di Indyarocks

    1. Mempersiapkan benih dan bibit

    Menurut beberapa rekan, saat ini benih dan bibit dari tanaman-tanaman sebagai berikut
    • Sengon, 
    • Jabon, 
    • Gamelina, 
    • Cendana, 
    • Suren, 
    • Sengon Solomon, 
    • Jati, 
    • Jati Emas, 
    • Jati Super, 
    • Mahoni, 
    • Duren Okulasi, 
    • Klengkeng Okulasi
    • Mangga Okulasi
    • Kelapa Hijau 
    • Asam Jawa
    • Petai
    • Sengon Laut
    • Trembesi
    • Glodokan Tiang
    • Benih Sawit
    • Kopi Robusta
    • Kopi Arabika
    • Jahe Gajah Import
    • Jahe Lokal
    • Jahe Emprit Merah Flores
    • Cabe Dewata
    • Tomat Permata
    • Bibit Pinus
    • Biji Angsa Keling 
    • Biji Saga
    • Cengkeh Madagaskar
    • Bibit Bakau dan
    • Karet
    • Batang Stek Anggur Eksotis
    • Bibit Anggur

    sangat sulit didapat, namun jangan kuatir. Anda dapat menghubungi herdinbisnis di 081249412121, kami bisa menyediakannya untuk Anda. Tentu dengan minimal Order yang kami tentukan untuk Anda.

    Cara Order :

    Anda bisa memperolehnya dengan murah, mudah dan cepat. 
    1. Cukup dengan sms ke 081249412121.  Tanyakan jenis tanaman, harga dan minimal order
    2. Anda tinggal melakukan Pembayaran via rekening bank a.n. Khairdin Pramana Jaya yang tercantum di sisi kanan bawah webblog ini.
    3. Dan segera Paket Benih, Rimpang dan Bibit Anda sudah dapat Anda terima di Alamat Anda.

    New


    Bibit Gaharu, Lokasi di Lombok dan Madiun,



    Tinggi pohon 40 up.campur dgn 50 cm.paling kecil 40 cm.  Ready Stok 15 rb. 
    Tinggi polybag 10 cm.diameter.8 cm.beratnya kira kira 3 on. Ready 
    Stokn ratusan ribu. 





    Harga, mulai 5ribu, minimal order 500pot.


    Order via SMS 081249412121.




    Saya menjual dalam bentuk 
    1. benih/biji/rimpang dan 
    2. bibit/tanaman muda.
    benih, biji, rimpang, batang stek, bibit dan tanaman muda dari daftar tanaman yang tersedia dapat Anda lihat dalam list diatas.
     Berikut beberapa contoh benih tanaman kayu :

    Gambar 1. Benih Sengon varietas Solomon yang sudah siap dibibitkan


    Gambar 2. Benih Tanaman Gamelina yang yang sudah dikupas (bernampan kertas putih) dan buah yang baru dikumpulkan dari pohon induknya (berwarna hijau).

    Namun, Anda perlu tahu bahwa untuk mendapatkan benih ini tidak mudah.

    Khusus untuk tanaman Gamelina, berikut proses yang harus dilalui untuk memperoleh benih tersebut :

    1. Pengumpulan buah

    Tanaman yang sudah berbuah biasanya akan merontokkan buah-buahnya di akhir musim penghujan dalam setiap tahunnya. Tanaman yang sudah berbuah dan biasanya siap dipanen buahnya, adalah tanaman yang berumur sekitar 5 tahunan. Buah dari tanaman yang berumur ini, lebih baik benihnya.
    Gambar : buah Gamelina yang baru dikumpulkan

    2. Pengupasan Buah, untuk mendapatkan benih yang siap tanam

    Proses pengupasan buah ini banyak caranya, rata-rata cara yang dilakukan beragam. Diantaranya adalah dengan :

    • Menggunakan alat : dengan menggunakan pisau biji Gamelina dikupas. Umumnya dilakukan pada buah yang kulitnya masih belum mudah dipilin.

    Gambar : Pengupasan buah dengan menggunakan Pisau/Sabit.
    Diperagakan oleh THL TB Penyuluh Pertanian (Reni)


    Gallery Photography Herdinbisnis di Indyarocks
    • Pengupasan dengan dipilin menggunakan kaki beralas. Umumnya dilakukan pada buah yang sudah tua/kulit buahnya mudah dipletetin.


    Gambar : Pengupasan buah dengan dipilin tangan dan kaki beralas.
    Diperagakan oleh Penyuluh Pertanian BPP Demung (Ahmad Turmudzi)


    3. Sortir benih/biji yang sudah diperoleh

    Sortir ini diperlukan untuk membedakan letak bedeng pendederan bibit, sortir akan dilakukan dengan memperhatikan tingkat kemasakan buah dan ukuran biji/benih. Untuk biji/benih yang masak penuh, akan lebih cepat tumbuh tunas. Karenanya disortir, dan dalam bedengan tersebut benih akan mendapat perlakuan khusus sesuai graduasinya.
    Gambar : Proses Sortasi di tengah Lahan Pendederan Benih milik Bapak Ahmad Turmudzi. Tampak THL TB PP (Syaiful dan Reni) sedang memperhatikan proses Sortasi Benih oleh PPL (Ahmad Turmudzi)


    4. Pembuatan Bedeng Pendederan Bibit Gamelina

    Bedengan merupakan suatu tempat yang disediakan untuk meletakkan polybag-polybag tanam (pot-pot berisi media tanam) yang berukuran 75 cm x 300 cm.
    Setiap bedengan diletakkan polybag yang sudah diisi media tanam, terutama berisi media tanam yang remah seperti bokashi atau kompos sampah kota yang sudah didekomposisi.

    Dekomposisi artinya, bahwa sampah utuh yang masih berupa potongan daun, remah-remah limbah ikan, kotoran ternak, dan sebagainya akan mengalami proses pengubahan bentuk dasar menjadi remah-remah lebih kecil yang senyawa dengan tanah yang dilakukan oleh jasad-jasad renik atau mikroorganisme yang sejak ditambahkan hingga hidup dan berkembang di lahan akan berguna menyediakan kesuburan tanah dan kebaikan tumbuh dan berkembangnya tanaman.

    Bahan yang sudah terdekomposisi ini amat ramah terhadap tanaman, dan sangat mendukung sebagai tempat tumbuh dan berkembang tanaman.

    Bahan yang baik sebagai dekomposer umumnya adalah 

    • Ragi Kompos,
    • EM-4, kepanjangan dari Effective Microorganisme yang sudah diperbaharui sampai keturunan ke-4.

    Bahan ini hanya akan berproses lebih baik pada bahan organik yang dibiarkan dalam kondisi udara tertutup (anaerob). Inilah kelemahan dari Dekomposer EM-4.

    Selama ini kami menggunakan EM-4 sebagai Dekomposer. Namun lebih jauh ternyata perkembangan teknologi juga memperkenalkan dekomposer lain. Seperti Ragi Kompos, Ragi Tape Jerami atau dekomposer bermerk PRIMA, yang bisa digunakan dalam keadaan Aerob maupun An-Aerob (dalam udara terbuka ataupun tertutup). 

    Gallery Photography Herdinbisnis di Indyarocks
    Berikut Foto Produknya :
    Gambar Ragi Kompos,
    bisa diorder via SMS 081.249.412.121 (minimal Order 1 Box)

    Gambar EM-4,
    bisa diorder via SMS ke 081.249.412.121 (minimal order 1 Box)

    Gambar Dekomposer PRIMA,
    bisa diorder via SMS ke 081.249.412.121 (minimal order 1 box)


    Informasi tentang beberapa produk organik, dapat Anda pelajari dalam KATALOG PRODUK lainnya, dan atau bisa Anda tanyakan melalui 081.249.412.121. 

    5. Penanaman dan Pelaksanaan Pembibitan 

    Pelaksanaan Pembibitan dilaksanakan dengan menanam setiap benih/biji yang sudah diperoleh dalam polybag, setiap polybag 1 (satu) biji. Dalam satu biji gamelina akan tumbuh 1 s.d. 3 tanaman muda. Karena itu, biasanya disiapkan polybag 2 kali jumlah benih/biji yang sudah didapat. 

    Biji yang lebih matang, sesuai grade juga dibedakan. Karena biji yang matang akan ada kemungkinan tumbuh tanaman muda lebih banyak dibandingkan dengan biji yang diperoleh dengan kupasan.
    Adapun gambar bedengan, sebagai berikut :

    Gambar : Penyulaman dan Proses Pemindahan Bibit muda ke Polybag lain
    diperagakan oleh THL TB Penyuluh Pertanian (Syaiful Bahri)




    Gambar : Gamelina dalam polybag. Baru Berdaun 4.


    Gambar : Bibit Gamelina siap Jual.
    Umumnya tinggi batang antara 20 s.d. 50 cm


    Bibit Gamelina Siap Tanam.

    Anda yang berada di sekitaran Situbondo, bisa memperolehnya hanya dengan mengganti harga murah per polybag (antara 750 s.d. 1500, lain ongkir).

    Dan kami hanya melayani pemesanan bibit-bibit Kehutanan dengan minimal Order. 

    BUKTI PENGIRIMAN

    Bukti Kemasan Barang dan Resi Pengiriman :


    Benih Sengon var. Solomon, tujuan Malang



    Anggur Red Prince tujuan Malang



    Batang Stek Anggur Red Prince tujuan Purwokerto


    Bibit Anggur Red Prince tujuan Halim PK Jakarta Utara


    Jika Anda sudah melakukan Pemesanan, Anda juga dapat mengetahui nomor resi pengiriman Paket Anda, Anda dapat melacak posisi Paket Anda melalui website Ekspeditor yang kami percayai untuk mengantarkan Paket Anda.

    Atau kami akan mengirimkan  nomor Hape Petugas kami yang mengantarkan Ribuan Bibit Pesanan Anda, sehingga Anda akan selalu dapat memonitor dimana posisi Kendaraan yang memuat Pesanan Anda.







    Gallery Photography Herdinbisnis di Indyarocks
    Read More
    Written on

    Pasar Sengon Sangat Cerah

    Gallery Photography Herdinbisnis di Indyarocks

    Pasar Sengon sangat cerah, dapatkan segera benih dan bibitnya

    Penantian H Undang Syaefudin terbayar sudah. Mei 2008 ia memanen 3 ha sengon setelah menunggu 5 tahun. Populasi setiap hekar 600 pohon yang menjulang 16-20 m dan berdiameter 25 cm. Pekebun di Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, itu sumringah lantaran rekeningnya kian gemuk. Ia mengantongi Rp211.750.000 dari penjualan kayu sengon.

    Nilai itu berasal dari penjualan 270 m3 kayu gelondongan berdiameter minimal 19 cm. Harganya Rp650.000 per m3. Pekebun berusia 46 tahun itu juga menjual 50 m3 palet dengan harga Rp725.000 per m3. Dengan biaya perawatan setiap tahun rata-rata Rp1.200.000 per ha, Undang menangguk laba bersih Rp193.750.000. Itulah sebabnya menjelang musim hujan ini, ia mempersiapkan lahan 12 ha untuk penanaman sengon.

    Bila Undang memanen semua pohon sengon alias tebang habis, Dian Hadiyanto memilih menjarangkan. Pekebun di Kawalu, Tasikmalaya, itu mengelola 4 ha masing-masing berpopulasi 600 pohon sengon. Pada Juni 2008, ia menjarangkan 150 pohon per ha sehingga tersisa 450 pohon sengon/ha. Pria 35 tahun itu memanen 250 m3 dari rata-rata tinggi pohon 19-20 m dan berdiameter 25 cm. Dengan harga jual Rp450.000 per m3, Dian mengantongi Rp112.500.000.Sisa pohon akan dipanen 2 tahun mendatang. Dian memprediksi memanen 300 m3 dari 450 pohon berumur 7 tahun pada 2010. Jika harga jual tetap, ia bakal memperoleh Rp135-juta atau Rp540-juta dari lahan 4 ha.

    Di sentra sengon Pandeglang, Provinsi Banten, ada Asep Halimi yang

    mewujudkan impian menghajikan 11 kerabatnya berangkat ke Mekah bersama. Pekebun di Citeureup, Kabupaten Pandeglang, itu mampu membiayai mereka lantaran baru saja memanen 10 ha sengon senilai Rp322-juta.

    Populer

    Dua tahun terakhir popularitas sengon memang meningkat. Padahal, ia dikenal sebagai kayu kelas 3. Penyebabnya? ‘Kerusakan hutan alam sangat parah. Laju degradasi 2,87-juta ha per tahun menyebabkan hutan tak mampu lagi menjadi pemasok kayu untuk bahan baku industri,’ kata Ridwan Achmad Pasaribu, periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.

    Menurut Dr Iskandar Zul Siregar, dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, pada 1990 tercatat 564 perusahaan hak pengusahaan hutandengan produksi 28-juta ton. Jumlahnya tersisa 247 perusahaan yang Menghasilk an 11-juta ton pada 2003. ‘Penebangan ilegal bisa 4 kali lipat dari total produksi itu,’ ujar Iskandar. Ketika luas hutan kian menyusut, di sisi lain justru, ‘Kebutuhan kayu sangat tinggi dan taktergantikan,’ ujar doktor Genetika Kehutanan dan Pemuliaan Tanaman alumnus Georg-August University, Goettingen, Jerman, itu. Ketika itulah masyarakat dan industri yang membutuhkan kayu melirik sengon. Kayu sengon memang tak sekeras jati. Namun, dengan perendaman dalam garam wolman, kayu sengon mampu bertahan 30-45 tahun. Garam wolman campuran 25% natrium fl uorida, 25% dinatrium hidrogen arsenat, 37,5% natrium kromat, 12,5% dinitro fenol. Teknologi lain untuk memperkuat sengon adalah biokomposit. Sengon yang tak sekuat jati dicampur dengan kayu lain sesuai dengan peruntukan.

    Pantas bila sengon banyak dikebunkan di berbagai daerah seperti di Kabupaten Ciamis dan Kotamadya Banjar, Jawa Barat, Temanggung dan Banyumas (Jawa Tengah), serta Pasuruan dan Kediri (Jawa Timur).

    Masyarakat berbondong-bondong mengebunkan sengon lantaran masa tebang relatif singkat 5-10 tahun. Bandingkan dengan masa tebang jati Tectona grandis yang mencapai 25-35 tahun.

    Selain itu, ‘Pengelolaan budidaya sengon mudah, kesesuaian tumbuh tak sulit, kayunya serbaguna, dan memperbaiki kualitas serta kesuburan tanah,’ ujar Yana Sumarna MS, periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Itu juga disampaikan Sapari karyawan PT Waskita Karya-BUMN di bawah Departemen Pekerjaan Umum-yang mengebunkan sengon di Ngadirojo,Kecamatan Lorok, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

    Budidaya sengon itu mudah, risikonya tak terlalu besar, dan pasarnya ada,’ kata Sapari yang sebulan sekali pulang ke Pacitan untuk menengok kebun sengon. Bagi Sapari mengebunkan sengon adalah tabungan untuk pensiun kelak. Saat ini 1.200 sengon di ketinggian 450 m dpl berumur 3 tahun. Dua tahun lagi ketika pria 53 tahun itu pensiun, Sapari juga memanennya.

    Sengonisasi

    Gallery Photography Herdinbisnis di Indyarocks

    Sebelum pekebun ramai-ramai membudidayakan anggota famili Mimosaceae itu, Departemen Kehutanan meluncurkan program sengonisasi pada 1989. Tujuannya untuk menyelamatkan dan melestarikan hutan serta lahan. Dari target 300.000 ha, realisasi penanaman hanya 35.039 ha. Perkebun yang mendapat benih gratis dalam program itu memanen sengon pada 1997-1998 ketika pohon berumur 7-8 tahun. Ikin Sodikin, pekebun di Kotamadya Banjar, Jawa Barat, memanen 5.500 pohon pada 1997 hasil program sengonisasi. Ia memperoleh 2.000 m3 kayu senilai Rp250-juta. Omzet menjulang itulah yang mendorong pria kelahiran 11 Januari 1954 getol mengebunkan sengon di lahan 50 ha. Ia tak menyangka bakal meraup pendapatan besar.

    Persis yang dialami Shandy Lazuardi, pekebun di Cimanggis, Kotamadya Depok, Jawa Barat. Sepuluh tahun silam ia ‘iseng-iseng’ menanam 40 bibit sengon di lahan kritis. Ia praktis tak memberikan perawatan berarti hingga Paraserianthes falcataria itu tumbuh besar. Seorang pengepul yang kebetulan lewat kebun sengon terpikat dan langsung menawar. Jadilah, pohon itu ditebang oleh sang pengepul dan Lazuardi mengantongi Rp24-juta. Kisah selanjutnya mudah ditebak, alumnus Institut Pertanian Bogor itu memperluas penanaman sengon hingga 110.000 bibit. Tak semua pekebun menapaki jalan mulus seperti Undang Syaefudin, Dian Hadiyanto, dan Asep Halimi. Beragam rintangan menghadang pekebun sengon buat meraup laba. Peluang memetik laba besar bakal terhambat jika peke bun tak mengetahui informasi harga seperti dialami Zaenal Abidin. Mahasis wa pascasarjana Universitas Islam Negeri Gunungjati Bandung itu pada pertengahan Juli 2008 memanen 1.000 pohon.

    Dengan tinggi rata-rata 20 m dan berdiameter 30 cm, pohon-pohon itu meng hasilkan 800 m3. Pengepul cuma membayar total Rp25-juta. Artinya, guru Madrasah Ibdidaiyah itu menerima harga Rp31.250 per m3. Padahal saat ini harga sengon di tingkat pekebun mencapai Rp450.000 per m3. Meski demikian Zaenal Abidin tetap merasa untung. ‘Bibitnya tidak beli.

    Biaya produksi rendah, paling hanya mencabuti gulma yang saya lakukan sendiri,’ ujar pekebun di Buniwati, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, itu.

    Gallery Photography Herdinbisnis di Indyarocks
    Pasokan langka

    Pengguna sengon juga menemukan hambatan berupa langkanya ketersediaan bahan. Itu dialami oleh PT Daya Sempurna Cellulosatama, produsen kertas di Bekasi, Jawa Barat. Bertahun-tahun perusahaan yang berdiri pada 1976 itu memanfaatkan sengon sebagai bahan baku pulp. Kadar selulosa yang tinggi dan berserat panjang menyebabkan sengon bagus sebagai bahan baku kertas.

    Menurut Gunawan Surya, direktur pabrik, saat ini sulit menerima pasokan sengon lantaran kayu itu banyak dibutuhkan beragam industri. Menurut Gunawan , Daya Sempurna Cellulosatama memerlukan 6.000 ton kayu sengon per bulan. Yang terpasok cuma 1.000 ton. Itulah sebabnya, ia menghentikan penggunaan sengon sebagai bahan baku. Dulu, pada 1983-1900-an, pasokan sengon ke Daya Sempurna Cellulosatama lancer lantaran industri perkayuan tak melirik sengon. Namun, ketika sengon kini menjadi primadona sulit memenuhi kebutuhan itu. Kendala lain adalah terbatasnya benih berkualitas. Padahal, benih menentukan mutu kayu. Anggapan bahwa sengon dapat ‘tumbuh sendiri’ tak sepenuhnya benar. Sebab, jika dibiarkan tumbuh tanpa perawatan berarti sengon menjadi incaran hama dan penyakit. Awal 2007 uret alias larva kumbang itu meluluhlantakkan 190 pohon milik Muhdiyono. Serangannya serempak, hingga pekebun di Karangwuni, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, itu tak sempat menyelamatkan sengon-sengon berumur 2 bulan.

    Tinggal telepon

    Jika pekebun mampu melampaui berbagai aral, meraih laba besar sebuah keniscayaan. Pekebun tinggal menghubungi perusahaan penggergajian atau eksportir. ‘Menjadi pekebun sengon memang enak, cukup telepon kapan saja dan tinggal terima uang tanpa harus menebang,’ kata Amir Rosdiana. Pemilik CV Hasil Bumi itu biasa ‘menjemput’ kayu di lahan. Begitu mendapat telepon, Amir langsung ke lahan, mengukur lingkar pohon, dan memanjat pohon hingga 10 meter untuk memperoleh volume kayu. ‘Pohon yang memiliki lingkar batang 1,2 meter biasanya mencapai 1 m3,’ kata Amir.Itu artinya ia mesti membayar Rp450.000. Jika kayunya sempurna, lurus,tak cacat akibat dimakan ulat, harganya melambung Rp800.000 per pohon. Itu bersih diterima pekebun, tanpa potongan apa pun. Amir mengolah kayu sengon menjadi palet alias papan tipis berukuran 206 cm x 5,2 cm x 25 cm. Setiap pekan ia memproduksi 270 palet untuk memenuhi permintaan perusahaan di Jakarta dan Surabaya. Palet hanya salah satu bentuk pemanfaatan sengon. Sayang, Amir baru dapat menjemput kayu di kawasan Priangan Timur-Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, dan Garut. Pekebun di luar tanah Priangan tak perlu khawatir. Masih banyak penampung sengon. Beberapa di antaranya adalah PT Bina Inti Lesatri, PT Bineatama Kayone Lestari, PT Dharma Satya Nusantara, PT Kutai Timber Indonesia, dan PT Sumber Graha Sejahtera (baca: Mudahnya Jual Kayu Sengon halaman 28).

    Menurut Ir Himawan Rahardjo dari PT Dharma Satya Nusantara Temanggung, sengon kayu multiguna. Kayu pohon asal Maluku itu antara lain berfaedah sebagai bahan bangunan, lantai, dan pintu. Dharma Satya Nusantara Temanggung memproduksi 5.000 m3 kayulapis per bulan. Kebutuhan bahan baku mencapai 5.000 m3 log dan 10.000 m3 sawntimber. Perusahaan yang mempekerjakan 2.000 karyawan itu memerlukan 600.000 pohon berdiameter rata-rata 25-30 cm setara 600 ha per bulan.

    Himawan Rahardjo bakal meningkatkan produksi 2 kali lipat pada 2009; meningkat 5 kali lipat, lima tahun ke depan. Artinya, kebutuhan bahan baku juga bakal melonjak. Kesinambungan produksi DSN tergantung antara lain kepada produksi pekebun di Magelang, Purworejo, Temanggung, dan Wonosobo. Maklum, perusahaan itu tak mengelola perkebunan sendiri.

    Perusahaan di Temanggung, Jawa Tengah, itu mengekspor hasil olahan sengon ke Taiwan, Singapura, Jepang, Inggris, Belanda, dan Australia. Jika memperhitungkan kebutuhan kelompok Dharma Satya Nusantara yang terdiri atas 4 perusahaan-3 lainnya di Bekasi, Gresik, dan Surabaya-kebutuhan sengon bakal melonjak. Grup Dharma Satya Nusantara memproduksi total 250.000 m3 lumber core alias papan laminating berukuran 204 cm x 102 cm x 3-5 cm, 300.000 m3 papan blok, 100.000 m3 kayu lapis, 200.000 pintu, dan 500.000 m2 lantai per tahun-semua berbahan baku sengon. Perusahaan yang berdiri pada 29 September 1980 itu semula mengandalkan hutan alam di Kalimantan. Pada 1988 perusahaan itu pindah ke Jawa. ‘Tak bisa selamanya mengandalkan kayu alam,’ kata Suyono M Raharjo dari Dharma Satya Nusantara Surabaya.

    Makin Luas

    Yang berteriak kekurangan bahan baku bukan cuma grup DSN. PT Bu Jeon, produsen finger joint, juga kekurangan pasokan. Menurut Hendro Aluan, bagian ekspor Bu Jeon, finger joint lembaran kayu setebal 3 cm, bersambungan di ujung yang bergerigi, mirip jari. Faedahnya sebagai bahan baku meja, komponen pintu, dan kerajinan tangan. Di pasaran internasional harga finger joint US$400-US$415 per m3. Dari kebutuhan 1.200-1.400 m3 balok kayu sengon per bulan, ‘Hanya 600 m3 yang dapat terpenuhi,’ ujar Hendro.

    Permintaan pasar internasional terhadap sengon yang terus meningkat sebagai bentuk apresiasi terhadap kayu budidaya. Dunia mengharapkan hutan Indonesia tetap lestari sehingga kayu sengon hasil budidaya sebagai alternatif. Pantas permintaan kayu olahan sengon terus melambung.

    Lihatlah PT Bineatama Kayone Lestari pada 1993-ketika awal berdiri-Cuma mengekspor 5 kontainer barecore berbahan sengon sebulan. Kini, hampir 2 windu berselang, Taiwan meminta rutin 150 kontainer barecore per bulan. Itu di luar permintaan Timur Tengah 10 kontainer per bulan.

    Di pasaran internasional harga barecore US$220 setara Rp1,98-juta per m3. Barecore adalah papan berukuran 1,2 m x 2,4 m. Ketebalannya 10 mm dan 13 mm. Menurut Edo Wijaya dari PT Bineatama Kayone Lestari, kebutuhan bahan baku untuk memproduksi 150 kontainer barecore mencapai 14.000 m3. Taiwan juga meminta 50.000 m3 sawntimber, tetapi baru terpasok 8.000 m3.

    Gegap gempita industri pengolahan sengon itu berimbas di hulu. Para pekebun beramai-ramai membudidayakan kerabat petai itu. Selain lantaran pangsa pasar besar, harga jual juga terus membaik. Menurut Heru Jhudiarto, direktur muda Penanaman dan Lingkungan PT Kutai Timber Indonesia, harga sengon 6 tahun lalu Rp180.000 sekarang Rp670.000 perm3.

    Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban memprediksi harga sengon bakal meningkat. ‘Harga sengon akan terus meningkat hingga harga rasional yaitu masih lebih murah dibandingkan harga kayu asal hutan alam. Sekitar 4-5 tahun lagi kira-kira Rp1- juta per kubik. Industri tak akan bermain-main dengan harga itu karena permintaan ekspor sangat tinggi,’ katanya.

    Pantas jika Habib Abdul Qodir Alhamid, pemilik pondok pesantren di Maron, Probolinggo, mengkoordinir penanaman sengon hingga 3.200 ha. Begitu juga dengan PT National Plantation yang mengebunkan 800 ha diTulungagung, Jawa Timur. Menurut komisaris National Plantation Radius Muntu, varietas yang dikebunkan adalah solomon yang kini umurnya baru 10 bulan. Kutai Timber Indonesia (KTI) memilih bermitra dengan para pekebun. Setiap tahun KTI memperluas lahan rata-rata 1.000 ha. Hendri Setiawan juga bermitra dengan pekebun untuk mengembangkan 130 ha sengon di Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kemudahan memasarkan menjadi daya tarik bagi pekebun.

    Jangankan menjual ratusan atau puluhan pohon, ketika memerlukan ‘dana segar’ untuk membayar SPP anaknya, Mukidi cuma menjual 2 pohon berumur 6 tahun berdiameter 20 cm. ‘Sengon seperti ATM (anjungan tunai mandiri, red) berjalan,’ kata pekebun di Temanggung, Jawa Tengah, kelahiran 26 Juni 1960 itu. Laba sengon di depan mata. Mau? (Sardi Duryatmo/Peliput: Andretha Helmina, Faiz Yajri, Nesia Artdiyasa, Niken Anggrek Wulan, Tri Susanti, & Vina Fitriani)

    Sumber : Majalah TRUBUS bulan Agustus 2008





    Tuesday, February 17, 2009

    Investasi Kayu Sengon

    Label: Investasi, Jonggol

    Biaya Perawatan

    Biaya Perawatan meliputi biaya pembersihan lahan dan pemberian pupuk serta pengendalian hama setiap 6 bulan sekali. Pekerjaan akan melibatkan tenaga kerja sebanyak 5 orang. Terdiri 1 (satu orang) pengawas dan 4 (empat) orang pekerja. Diperkirakan akan memakan waktu 7 hari kerja untuk setiap 1 hektar lahan. Proyeksi biaya perawatan selama 5 tahun adalah sebesar Rp. 9.000.000,-.

    Perhitungan Biaya Perawatan :

    Upah Tenaga Kerja per orang : Rp. 20.000 / hari

    Jumlah Tenaga Kerja : 5 orang

    Jumlah hari kerja : 7 hari

    Jumlah Biaya per 6 bulan : Rp. 700.000,-

    Jumlah By 5 Tahun : Rp. 7.000.000,-

    Kebutuhan Pupuk : Rp. 2.000.000,-

    Jumlah Biaya Perawatan : Rp. 9.000.000,-





    Biaya Penyulaman

    Biaya penyulaman adalah estimasi atas kemungkinan tanaman yang kurang sehat atau mati. Apabila perkiraan tanaman yang mati sebesar 25% dari total 4.000 tanaman. Maka jumlah penyulaman sebanyak 1.000 tanaman. Apabila biaya perawatan dan biaya bibit per batang adalah sebesar Rp. 5.250,-, [(Rp. 12.000.000 + Rp. 9.000.000) : 4.000 batang)] maka biaya penyulaman diperkirakan akan menyerap dana sekitar Rp. 5.250.000,-

    Kebutuhan Dana Investasi Kayu Sengon

    Perhitungan Biaya :

    Pembelian Bibit Rp. 8.000.000,-

    Ongkos Tanam Rp. 4.000.000,-

    Biaya Perawaran Rp. 9.000.000,-

    Biaya Penyulaman 20% est Rp. 5.250.000,-

    Lain-lain Rp. 2.000.000,-

    Total Biaya Rp. 28.250.000,-



    Pemasaran

    Pemasaran kayu sengon relatif lebih mudah, karena kayu sengon merupakan jenis kayu yang tingkat konsumsinya tinggi. Kebutuhan kayu sengon disamping untuk dijual sebagai kayu papan dapat pula digunakan sebagai kayu kaso, palet, bahan pembuat peti dan lain sebagainya. Ranting kayu sengon dapat pula dijual sebagai kayu bakar dan bahan baku pembuatan kertas (pulp). Pemasaran sengon di wilayah Jonggol biasanya dilakukan oleh tengkulak atau langsung dijual ke pabrik pemotongan kayu (sawmill). Harga pasar kayu beragam, saat ini harga satu batang pohon sengon usia tanam 5 tahun dapat dijual seharga Rp. 300.000 - Rp. 500.000,-. Sedangkan jika sudah dibuat papan atau balok dapat dijual seharga Rp. 1.000.000 - 1.200.000,- per m3.





    Perhitungan Hasil Investasi

    Jumlah tanaman per hektar lahan adalah sebanyak 4.000 batang dan prediksi susut sebesar 25% atau sejumlah 1.000 batang, maka setiap hektar lahan akan menghasilkan kayu yang dapat dipanen sebanyak 3.000 batang.

    Apabila dijual kepada tengkulak (tebang ditempat) tanpa mengeluarkan ongkos tebang dan ongkos angkut sebatang pohon dapat dijual seharga Rp. 500.000,- (harga saat ini), sehingga perhitungannya menjadi sebagai berikut : 3.000 batang x Rp. 300.000,- = Rp. 900.000.000

    Jadi selama 5 tahun masa tanam akan menghasilkan 3.000 batang kayu sengon per hektar lahan. Apabila diambil harga jual termurah yaitu sebesar Rp. 300.000,- per m3, maka hasil investasi kayu sengon selama 5 tahun adalah sebesar Rp. 900.000.000,- .

    Hasil perhitungan tersebut berdasarkan estimasi terendah. Sebagai informasi, harga pasaran kayu sengon saat ini per batang dengan usia tanam 4 tahun adalah sebesar Rp. 500.000,-.



    Disamping itu investor dapat memilih untuk menjual kayu dengan cara jual di tempat, yaitu dijual gelondongan tanpa biaya angkut dengan harga jual sebesar Rp. 300.000,- atau menjual kayu olahan dengan tambahan biaya angkut dan biaya pengolahan. Kayu sengon olahan dapat dipasarkan dengan harga Rp. 1.000.000,- sampai dengan Rp. 1.200.000,- per m3. Biaya pengolahan kayu (menurut informasi penduduk setempat) adalah setiap 3 m3 kayu gelondongan akan menjadi 2 m3 kayu olahan. Jumlah ini bersih yang akan diterima untuk pemilik kayu.

    Diposkan oleh Bond di 9:53 PM





    PELUANG USAHA







    Tanaman Sengon (Albazia Falcata varietas Solomon) MENJANJIKAN KEUNTUNGAN BERLIPAT GANDA

    Seandainya Anda menyimpan uang di bank sebesar Rp. 5 juta dengan bunga 10%/tahun maka dalam 7 tahun uang Anda menjadi Rp. 9,7 juta, karena bunga berbunga.

    Seandainya uang yang Rp. 5 juta itu diinvestasikan dengan menanam tanaman sengon/albazia falcate varietas Solomon maka uang itu akan menjadi Rp. 765 juta atau 2100%/tahun.

    Dengan modal Rp. 5 juta, dapat menanam tanaman sengon sebanyak 1.000 batang dengan jarak tanam 3 m x 3 m.

    Pada tahun ke-3 sudah dapat dipanen berupa kayu jenjing/sengon dengan melakukan penjarangan sebanyak 500 pohon (50%).

    Hasil penjarangan ini dapat dijual dengan harga Rp. 500.000/m3, sehingga kita peroleh Rp. 62.500.000. Baru tahun ketiga modal sudah kembali berlipat-lipat sebanyak 12 kali lipat.

    Sisanya dibiarkan tumbuh sampai berumur 7 tahun. Setelah penjarangan jarak tanaman pohon albazia menjadi 6 m x 6 m, pertumbuhan tanaman albazia menjadi sangat cepat.

    (Untuk informasi lebih lengkapnya silahkan berlangganan Tabloid SINAR TANI)
     
    Sumber : dari sebuah artikel rekan yang tercecer, dicopy paste dari file yang diambil dari berita
     
    1. Majalah Trubus, Agustus 2009
    2. Tabloid Sinar Tani Departemen Pertanian RI, Agustus 2009
    Gallery Photography Herdinbisnis di Indyarocks
    Read More

    LinkWithin

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
     

    Donasi

    Klik saja !!

    klik saja

    Klik saja !!

    Klik saja !!