herdinbisnis.com: Pertanian Organik Bagian 2 : Memahami beberapa Istilah tentang Bahasan Pertanian Organik

.

.

Selasa, 15 November 2011

Written on

Pertanian Organik Bagian 2 : Memahami beberapa Istilah tentang Bahasan Pertanian Organik

Sebuah diskusi singkat tentang beberapa istilah penting ini akan membantu menjelaskan kepada pembaca pentingnya zat humat, sebagaimana dicantumkan dalam catatan bagian pertama dan bagaimana para ilmuwan telah dibagi dalam bidang-bidangnya dan menjelaskan bagaimana kandungan lebih detail  dari zat-zat ini. 

Fitur utama dari  bahan ini telah ditemukan oleh agriculturists/ahli-ahli pertanian sehingga dapat  digunakan untuk memahami sifat-sifat struktural dan fungsional dari zat humat.


BAHAN ORGANIK - Bahan organik didefinisikan sebagai pengelompokan karbon yang didalamnya terkandung  senyawa yang berasal dari makhluk hidup dan telah disimpan pada atau berada didalam komponen struktural bumi. 

Bahan organik tanah termasuk sisa-sisa tanaman dan semua badan hewan yang telah jatuh atau terpendam dalam pada permukaan bumi atau telah sengaja diterapkan oleh manusia dalam bentuk pestisida organik  yang tersintesa.

Sebuah tanah yang subur harus berisi 2-8 persen materi organik; menurut informasi, pada wilayah kita ini sebagian besar tanah sudah mengandung kurang dari 2% materi organik tersebut. 

Dalam keadaan asam, tanah tercuci, yang sering berpasir, porsi substansial dari materi organik dalam bentuk tanaman yang sudah terdekomposisi dan asam fulvat (fatty acid).

Pada tanah netral dan alkalin sebagian besar dari materi organik dalam bentuk humat asam (HAS) dan humin.

Ketika bahan organik dibakar, tetap kita dapatkan adanya abu sisa. Abu residu terdiri dari mineral, unsur yang meninggalkan jejak yang diperlukan untuk mengetahui  bagaimana kandungan dalam tubuh tanaman dan hewan selama proses pertumbuhan normal mereka. Dalam analisis ini, bahan organik mengandung unsur mineral dibutuhkan oleh tanaman.

Pengukuran yang akurat dari tanah akan sangat membantu dalam pemantauan kesuburan tanah. Saat ini ekstraktan terbaik untuk menghilangkan bahan organik dari tanah adalah 0,5 natrium hidroksida normal (NaOH) (bekerja di bawah N2). Ekstraktan terbaik kedua yang bisa digunakan untuk memantau kesuburan tanah adalah natrium pirofosfat decahydrate (Na4P2O7 10H2O (pH 9,8))

Namun demikian, tidak satu pun dari seluruh ekstraktan ini mampu mengekstraksi/menghapus semua bahan organik dari sampel tanah. Jelas karena bahan kimia yang paling dikenal adalah mustahil untuk menentukan jumlah yang tepat yang hadir dalam bahan organik tanah  yang - pada kenyataannya bahwa bahan organik tanah bukanlah komponen tanah terukur. Artinya, tidak ada yang amat tepat mengukur kandungan bahan organik tanah. Isi bahan organik dari sampel tanah yang telah berhasil menjadi laporan pada tes tanah, hanyalah perkiraan belaka. Karbon organik kandungan tanah yang dapat diukur dan akan menjadi indikasi jauh lebih berharga dari potensi humat-kimia tanah. Konten kandungan  karbon tanah itu akan menjadi bagian yang diinginkan dari laporan uji tanah.

Humus - Humus didefinisikan sebagai variabel yang kompleks, berwarna coklat sampai hitam, mengandung senyawa karbon,  di bawah mikroskop cahaya dipandang sebagai organisasi yang tidak dianggap memiliki sel  dalam bentuk tubuh tumbuhan dan hewan. 

Humus jika diurai dan dipisahkan terdiri dari non-zat humat seperti karbohidrat (sebagian besar karbon tanah), lemak, lilin, alkana, peptida, asam amino, protein, lipid, dan asam organik oleh fakta bahwa rumus kimia yang berbeda dapat ditulis untuk zat non-humat. 

Molekul yang paling kecil dari  non-humat zat cepat terdegradasi oleh mikroorganisme dalam tanah. Dan sebaliknya humus tanah lambat untuk terurai (diturunkan) dalam kondisi tanah alami. 

Ketika berkombinasi dengan mineral tanah, humus tanah dapat bertahan dalam tanah selama beberapa ratus tahun. 

Humus merupakan komponen utama materi organik tanah, dia menyusun hingga 65% sampai 75% dari total materi organik tanah. Dengan demikian bahwa humus dapat disebut amat memiliki peran penting sebagai komponen kesuburan semua tanah, jauh melebihi dari persentase kontribusi humus dalam  total massa tanah. 

ZAT Humat - zat humat merupakan komponen dari humus dan yang disebut humus memiliki ciri-ciri seperti berat molekul tinggi, senyawa yang terbentuk secara kompleks/bersama-sama, berwarna coklat sampai hitam, bersifat hidrofilik, merupakan bahan yang secara molekuler fleksibel, polielektrolit . Banyak komponen dari humus yang heterogen, relatif besar kompleks organik stabil. 



Mereka berfungsi untuk memberikan struktur tanah, memberikan porositas, memberikan kemampuan dan ruang kapasitas untuk  menahan air, kation dan pertukaran anion, dan terlibat dalam khelasi elemen mineral. 

Analisis unsur zat humat mengungkapkan bahwa mereka terutama terdiri dari karbon, oksigen, hidrogen, nitrogen, dan belerang yang berada dalam rantai karbon yang kompleks (komponen alifatik yang membentuk sekitar 40% - 50% dari tersebut).

Dalam ikatan Karbon, Total CCCC dan 4, 5, dan 6 anggota karbon cincin (komponen aromatik yang membentuk 35% - 60% dari total) dengan C-C, C-N, dan C = O.

Pemahaman awal tentang bagaimana zat humat dibentuk didasarkan pada 4 teori yang sudah dipublikasi, yakni : 
(1) Modifikasi Lignin, 
(2) Interaksi kuinon-Amino Acid, 
(3) Sintesis Mikroba dari Aromatics, dan 
(4) Reaksi Mallard (urutan reaksi gula - asam amino). 

Setiap teori menjelaskan reaksi biotik dan abiotik rumit dimana beragam senyawa organik, seperti senyawa fenolik (misalnya lignin), karbohidrat kompleks, dan zat nitrogen yang melakukan reaksi resynthesized (bersintesa kembali) untuk membentuk polimer kompleks yang besar. 

Agar reaksi polimerisasi ini terjadi untuk membentuk kepada  mineral yang tersedia, bahan anorganik katalis harus ada. Oleh karena itu, ketersediaan jejak mineral merupakan persyaratan untuk pembentukan humat substansi.  Variabilitas ekstrim dalam fitur molekul zat humat berhubungan kembali dengan senyawa prekursor dan kondisi lingkungan dimana zat humat terbentuk. 

Zat Humat telah terbukti mengandung berbagai komponen molekul. Beberapa komponen yang khas adalah: polisakarida: asam lemak: polipeptida, lignin, ester: fenol, eter, karbonil, kuinon, lipid, peroksida; berbagai kombinasi benzena, asetal, ketal, dan lactol, dan senyawa bercincin furan, dan alifatik (rantai karbon) senyawa.

Degradasi oksidatif menghasilkan beberapa zat humat alifatik, fenolik, dan asam karboksilat benzena dalam selain n-alkana dan n-lemak asam. 
Asam-asam fenolat utama dirilis mengandung sekitar kelompok 3 hidroksil (-OH) dan antara kelompok 1 dan 5 karboksil (-COOH).

Zat humat dapat dibagi menjadi tiga fraksi utama
(1) HUMIN,
(2) mengandung asam humat, dan
(3) fulvat


ASAM. Sub-divisi yang sewenang-wenang berdasarkan kelarutan dari setiap fraksi dalam air disesuaikan dengan asam yang berbeda - Basa (pH) kondisi.

Beberapa fitur utama dari zat humat yang diringkas dalam gambar sebagai berikut :



HUMINS - Humins adalah  fraksi zat humat yang tidak larut dalam alkali (pH tinggi) dan tidak larut dalam asam (pH rendah). Humin tidak larut dalam air pada pH apapun. Kompleks Humin dianggap zat makro-organik (sangat besar)  karena berat molekul mereka (MW) berkisar dari sekitar 100.000 sampai 10.000.000. 
Dalam perbandingan berat molekul, karbohidrat (gula kompleks) berkisar dari sekitar 500 sampai 100.000. Kimia dan sifat fisik humins hanya sebagian dimengerti. Humins hadir didalam tanah adalah bahan yang paling resisten terhadap dekomposisi (lambat untuk diurai) dari semua zat humat.

Beberapa fungsi utama dari humins dalam tanah adalah untuk meningkatkan kapasitas tanah menahan air, untuk memperbaiki struktur tanah, untuk menjaga stabilitas tanah, berfungsi sebagai sistem pertukaran kation, dan secara umum dapat untuk meningkatkan kesuburan tanah. 

Karena fungsi-fungsi penting humin itu adalah komponen kunci supaya tanah kita menjadi lebih subur.

Asam humat - kandungan asam humat  terdiri dari campuran alifatik lemah (rantai karbon) dan aromatik (cincin karbon) asam organik yang tidak larut dalam air di bawah kondisi asam tetapi larut dalam air dalam kondisi basa.

Asam humat yang terdiri dari fraksi zat humat yang dapat mengendap dalam larutan berair saat kondisi pH menurun di bawah 2.

Asam humat (HAS) yang disebut polydisperse karena fitur mereka adalah variabel kimia. Dari aspek tiga dimensi ini kompleks yang mengandung senyawa karbon dianggap polimer linier fleksibel yang memiliki kumparan yang bisa diisi (obligatif) sebagai acak dengan cross-linked. 

Rata-rata 35% dari asam humat (HA) molekul aromatik (cincin karbon), sementara sisanya senyawa dalam bentuk alifatik (rantai karbon) molekul. 

Ukuran molekul asam humat (HAS) berkisar dari sekitar 10.000 sampai 100.000. Asam Humat (HA) polimer mudah mengikat mineral tanah liat untuk membentuk tanah liat yang stabil organik- kompleks. Pori-pori perifer di pabrik mampu menampung (mengikat) kimia organik alami dan sintetis dalam susunan (klatrat) tipe kisi. Asam humat (HAS) sudah membentuk garam dengan unsur-unsur trace mineral anorganik. Analisis ekstrak alami asam humat (HAS) akan mengungkapkan adanya lebih dari 60 unsur mineral yang berbeda. 

Unsur-unsur jejak terikat dalam molekul asam humat dalam bentuk yang dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh berbagai organisme hidup. Akibatnya asam humat (HAS) berfungsi sebagai penting pertukaran ion dan logam-pengompleks (kelat) sistem.
Asam fulvat - asam fulvat (fatty acid) adalah campuran asam alifatik lemah dan organik aromatik yang larut dalam air pada semua kondisi pH (asam, netral dan basa).
Komposisi dan bentuk yang cukup bervariasi. Ukuran fulvat asam (fatty acid) yang lebih kecil dari asam humat (HAS), dengan berat molekul yang berkisar dari sekitar 1.000 sampai 10.000.

Asam fulvat (fatty acid) memiliki kandungan oksigen dua kali lipat dari asam humat (HAS). Mereka memiliki banyak karboksil (-COOH) dan hidroksil (-COH) kelompok, sehingga asam fulvat (Fas) jauh lebih kimia reaktif. Kapasitas pertukaran asam fulvat (Fatty acid) lebih dari dua kali lipat dari asam humat (HAS). Ini kapasitas tukar tinggi adalah karena jumlah karboksil (- COOH) kelompok ini. Jumlah gugus karboksil asam fulvat hadir dalam (fatty acid) berkisar 520-1120 cmol (H +) / kg. Asam fulvat yang dikumpulkan dari berbagai sumber dan dianalisa, tidak menunjukkan bukti metoksi (-CH3) kelompok, bmereka rendah fenol, dan kurang aromatik dibandingkan dengan asam humat dari sumber yang sama.
Karena ukuran yang relatif kecil molekul asam fulvat (FA)   mudah menerobos masuk dalam akar, batang, dan daun tanaman

Ketika mereka memasuki bagian tanaman ini mereka membawa mineral dari permukaan tanaman ke dalam jaringan tanaman. 

Asam fulvat (fatty acid) adalah bahan kunci dalam pupuk daun berkualitas tinggi. Aplikasi penyemprotan melalui daun yang mengandung asam fulvat (FA) mineral kelat, di tahap pertumbuhan spesifik tanaman, dapat digunakan sebagai teknik produksi primer untuk memaksimalkan kapasitas produksi tanaman.
Setelah menerapkan asam fulvat (fatty acid) melalui daun tanaman, transportasi trace mineral langsung ke situs metabolik dalam sel tanaman. Fulvat asam (fatty acid) dikenal sebagai karbon paling efektif mengandung senyawa kelat . Mereka adalah tanaman yang kompatibel, sehingga tidak beracun, ketika diterapkan pada konsentrasi yang relatif rendah.
HUMATES - Humates adalah logam (mineral) garam dari humat (HAS) atau asam fulvat (fatty acid). Dalam substansi humat ada sejumlah besar molekul humate kompleks. Pembentukan humate adalah berdasarkan kemampuan kelompok (karboksil - COOH) dan kelompok hidroksil (-OH) (di luar dari polimer) untuk memisahkan (melepaskan) ion hidrogen. Setelah ion hidrogen dipisahkan anion bermuatan negatif (-COO-atau-CO-). Dua dari anion dapat mengikat ke positif kation logam, seperti besi (Fe + +), tembaga (Cu + +), seng (Zn + +), kalsium (Ca + +), mangan (Mn + +) magnesium, dan (Mg + +). 

Hasil reaksi disederhanakan (-COO-+ Fe + +; + +-COOFe H)  untuk mengikat dua anion, banyak terbentuk kelompok a-COOH dan a-COH. 

Komposisi humate adalah, setiap bagian satu humat merupakan bagian yang spesifik pula untuk bagian tersebut. Jadi ada suatu variabilitas  yang besar dalam komposisi molekul zat humat yang beragam. Humates dari deposit mineral yang berbeda akan diharapkan memiliki fitur unik mereka sendiri.

kembali ke BAGIAN PERTAMA  menuju ke BAGIAN KETIGA



 

Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!