herdinbisnis.com: Petunjuk Teknis Budidaya Bawang Daun

.

.

Senin, 21 November 2011

Written on

Petunjuk Teknis Budidaya Bawang Daun

BUDIDAYA BAWANG DAUN
Nama Latin : Allium fistulosum L.
Nama Inggris : Welsh onion
Famili : LILIACEAE


1.      Cultivar
·         Rp (Lokal Cipanas), Fragran, Miranda, Freda, Lorie, Linda
2.      Pembibitan dengan Persemaian
·         Benih disemaikan dalam bendengan dengan lebar 100-120 cm dan panjang lahan. Tanah diolah sedalam 30cm campur pupuk kandang yang telah diayak sebanyak 2 kg/m.
·         Bedengan diberi atap plastik bening setinggi 100-150 cm di sisi timur dan 60-80 cm di sisi barat.
·         Benih ditaburkan di dalam larikan melintang sedalam 1 cm dengan jarak antar larikan 10 cm.
·         Tutup dengan daun pisang/karung goni basah.
·         Setelah berkecambah penutup dibuka.
·         Penyiraman setiap hari.
·         Tanaman dipupuk dengan pupuk daun sebanyak 1/3 – 1/2 dosis anjuran dengan cara semprot (umur 1 bulan).
·         Bibit berumur 2 bulan dengan ketinggian 10-15 cm siap dipindah tanamkan.
Pembibitan dari Anakan
·         Rumpun yang akan dijadikan bibit berumur 2,5 bulan dan sehat.
·         Rumpun dibongkar bersama akarnya, bersihkan tanah yang menempel dan akar/daun tua.
·         Pisahkan rumpun sehingga didapatkan beberapa rumpun baru yang terdiri atas 1-3 anakan.
·         Buang sebagian daun.
·         Bibit disimpan di tempat lembab dan teduh selama 5-7 hari.
  1. Pengolahan Lahan
·         Pengolahan lahan dilakukan 15-30 hari sebelum tanam.
·         Pembedengan untuk tanah sawah/tanah darat (lahan kering):
a)      Bersihkan areal dari gulma dan batu/kerikil.
b)      Olah tanah sedalam 30-40 cm hingga gembur.
c)      Buat parit untuk pemasukan dan pengeluaran air.
d)     Buat bedengan selebar 80-100 cm, tinggi 30 cm dengan lebar antar bedengan 25-30cm.
e)      Campur merata dengan tanah, 10-15 ton/ha pupuk kandang dan ratakan permukaan bendengan.
·         Pengapuran dilakukan jika tanah ber-PH < 6,5 dengan 1-2 ton/ha kapur dolomite dicampur merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm.
·         Perkiraan dosis dan waktu aplikasi pemupukan disajikan pada table.
Umur
Urea
ZA
SP36
KCL
Target pH

Kg/ha/musim tanam
6,5
Preplant
47
100
311
56
-
2 MST
93
200

112
-
5 MST
47
100

56
-
                     MST = Minggu Setelah Tanam.

  1. Penanaman
  • Biasanya ditanam dengan pola tanam tumpangsari
  • Biti ditanam diantara tanaman utama yang berumur lebih panjang dari bawang daun.
  • Sebelum kanopi tanaman utama saling menutup, bawang daun harus sudah dipanen.
  • Sitem tumpangsari yang sekarang banyak ditanam adalah dengan tanaman cabe, wortel dan sayuran daun lainnya
  • Waktu tanam terbaik awal musim hujan (Oktober) atau awal kemarau (Maret).
  • Lubang tanam dibuat dengan jarak 20 x 20 cm sedalam 10 cm.
  • Sebelum penanaman,bibit dari persemaian dicabut dengan hati-hati, sebagian akar dan daun dipotong.
  • Sebagian akar dari bibit rumpun induk juga dibuang.
  • Rendam dalam larutan fungisida konsentrasi rendah (30-50 prosen dari dosis anjuran) selama 10-15 menit.
  • Tanam bibit dalam lubang dan padatkan tanah disekitar pangkal bibit pelan-pelan.

  1. Pemeliharaan.
  • Penyulaman paling lama 15 hari setelah tanam, Gulma disiangi dua kali, yaitu umur 3 – 4 minggu dan 6 minggu dengan cangkul / kored.
  • Pembumbunan bagian dasar tunas selama 4 minggu sebelum panen.
  • Potong tangkai bunga dan daun tua untuk merangsang pertumbuhan anakan.
  • Siram 2 kali sehari.
  • Penyemprotan pestisida gunakan jika perlu/ jika sudah ada tanda-tanda awal munculnya hama dan penyakit.




Hama dan Penyakit.
  • Ulat bawang/ulat grayak (Spodoptera exiqua Hbn.)
Pengendalian : Cara pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan pengendalian kimia dengan Hostathion 40 EC, Orthene 75 SP, Cascade 50 EC atau dengan perangkap ngengat.
  • Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.).
Pengendalian mekanis : mengumpulkan ulat dimalam hari, menjaga kebersihan kebun dan pergiliran tanaman  dengan tanaman bukan Liliaceae.
Pengendalian kimia :  Umpan beracun yang dipasang di malam hari berupa campuran 250 gram  Dipterex 95 SI 125, 10 kg dedak dan 0,5 gram gula merah dan dilarutkan dalam 10 liter air; Insektisida berupa Dursban 20 EC atau Hostathion 40 EC.
  • Thrips/kutu loncat/ kemeri (Thrips tabbaci Lind.)
Pengendalian : Pergiliran tanaman bukan Liliaceae, menanam secara serempak, memasang perangkap serangga berupa kertas/dengan insektisida Mesurol 50 WP.
  • Bercak ungu (Alternaria porri (Ell.) Cif).
Pengendalian : Perbaikan tata air tanah, pergiliran tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae dan menggunakan bibit sehat. Fungisida yang digunakan adalah Antracol 70 WP, Dithane M 45, Orthoside 50 WP atau Difolatan 4 F
  • Busuk daun/embun tepung (Perenospora destructor (Berk.) Casp).
Pengendalian : Menggunakan benih / bibit sehat, rotasi tanaman dengan tanaman bukan tanaman Liliaceae, gunakan fungisida Dithane M 45, Antracol 70 WP atau Daconil 75 SP.
  • Antraknose (Collectotrichum gleosporiodes Penz)
Gejala : Daun bawah rebah, pangkal daun mengecil dan tanaman mati mendadak.
Pengendalian : Menggunakan bibit/ benih sehat, perbaikan tata air, rotasi tanaman dengan tanaman bukan Liliaceae, mencabut tanaman yang sakit dan fungisida Antracol 70 WP dan Daconil 75 WP

  1. Panen
  • Umur panen 2,5 bulan setelah tanam.
  • Jumlah anakan maksimal (7-10 anakan), beberapa daun menguning.
  • Seluruh rumpun dibongkar dengan cangkul/kored disore hari/pagi hari.
  • Bersihkan akar dari tanah yang berlebihan.

  1. Pascapanen.
  • Bawang daun kumpulkan ditempat yang teduh, dicuci bersih dengan air yang mengalir/disemprot, lalu ditiriskan.
  • Diikat dengan tali raffia dibagian batang dan daunnya.
  • Berat tiap ikatan 25 – 50 kg.
  • Daun bawang disortir berdasarkan diameter batang : kecil (1,0 – 1,4 cm) dan besar (1,5 – 2 cm).
  • Lalu dicuci dengan air bersih yang mengalir/disemprot dan dikeringanginkan.
  • Ujung daun dipotong sekitar 10 cm.
  • Simpan pada temperature 0,8-1,4 ̊ C sehari semalam untuk menekan penguapan dan kehilangan bobot.
  • Pengemasan dalam petikayu 20 x 28 cm tinggi 34 cm yang diberi ventilasi dan alasnya dilapisi busa . Atau didalam keranjang plastic kapasitas 20 kg.
 

disajikan pula dalam sebuah presentasi web Balai Penyuluhan Pertanian Demung, silahkan klik disini. Diberitakan dalam web epetani dot net, silahkan klik disini.

Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!