.

.

Jumat, 30 Desember 2011

Written on

BANGSA DAN BIBIT AYAM BURAS

Ayam buras adalah ayam yang berasal dari hasil domestikasi (ayam liar) empat spesies, yakni Gallus varius (ayam hutan hijau), Gallus gallus (ayam hutan merah), Gallus Sonnerati (ayam hutan abu-abu india), dan Gallus lavayetti (ayam hutan jingga ceylon). Setelah sekian lama mengalami perkembangan pada kondisi lingkungan yang berbeda, terbentuk beraneka ragam jenis ayam buras, dengan karakteristik khas pada setiap jenis.


Direktorat Jenderal Peternakan (1994) mengelompokan ayam buras ke dalam 2 (dua) kelompok yaitu ayam buras non spesifik yang belum mempunyai sifat khas, dan ayam buras telah memilki nama tersendiri. Ayam buras non spesifik dikenal sebagai ayam sayur atau ayam kampung yang jenisnya tidak jelas atau belum memilki nama. 
Adapun ciri-ciri yang dimiliki :

  • Warna bulu tidak mempunyai ciri khusus, berupa campuran antara merah, coklat, hitam dan sedikit putih.
  • Warna induk tidak mutlak diturunkan kepada anak-anaknya, sehingga jarang ditemukan warna yang seragam pada anak-anaknya.
  • Sifat produksi tidak seragam baik dalam pertambahan berat badan maupun produksi telurnya, sangat tergantung dari tingkat pemeliharaan.
  • Bentuk dan ukuran tubuh relatif kecil, serta pada ayam yang berumur 5 bulan keatas tidak terlihat lagi pertumbuhan berat badan pesat.



Kelompok ayam buras spesifik adalah ayam buras yang mempunyai nama dan ciri tersendiri. Tujuan pemeliharaan adalah sebagai hewan kesayangan. Manfaatnya antara lain untuk penghias, ayam adu, keperluan adat, atau pemberi kepuasan melalui suara kokoknya yang panjang dan merdu bagi pemiliknya.

Keunggulan ayam buras yang spesifik antara lain tahan terhadap penyakit, penampilan produksi telur dan pertambahan berat badan tinggi, dan mempunyai kemampuan berkembang biak dengan baik.


a. Ayam Kedu.

Ayam kedu berasal dari Desa Kedu Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Ayam ini banyak dijumpai di daerah lain, seperti di Desa Kaliuto, Kecamatan Grabag Kabupaten Magel`ng Jawa Tengah, di daerah Klaten dan Jombang Jawa Timur.


 





Ayam Kedu memilki warna bulu yang hitam, putih dan lurik. Khusus untuk kedu hitam warna kaki, paruh dan kulit berwarna hitam, disebut sebagai Cemani, ayam kedu yang sangat populer di tengah masyarakat.

Pada Ayam kedu hitam yang masih muda berbulu hitam mengkilap. Tetapi bila dewasa warna bulu pada bagian kepala dan leher berubah menjadi kemerah-merahan, bulu kepalanya akan berubah menjadi merah. Jengger dan pialnya yang betina akan berwarna hitam. Sedangkan pada yang jantan, jengger dan pialnya berwarna merah.

Ayam Kedu Putih memiliki bulu berwarna putih mulus, jengger, pial dan mukanya berwarna merah.


Ayam kedu merupakan ayam dwiguna ( pedaging dan petelur), dengan ciri spesifik dada lebar, kedua sayap kuat tertutup, sayap rata atau miring ke belakang, kaki pendek, kulit kaki agak halus, tapak kaki berdaging tebal, bertelur agak lambat (setelah berumur 6 bulan) dengan rata-rata produksi telur 124 butir/tahun. Untuk ayam betina umur 2 tahun memilki berat mencapai 2,5 kg, sedangkan ayam jantan umur yang sama beratnya mencapai 3 -3,5 Kg.


b. Ayam Nunukan.

Ayam Nunukan berasal dari daratan Cina dan awal dhkembangkan di daerah Nunukan di pulau Tarakan, Kalimantan Timur. Ciri khas dari ayam nunukan adalah pada anakannya, sampai berumur 12 minggu tidak berbulu (berbulu kapas). Jenis ini dapat dikembangkan atau dibudidayakan untuk pedaging dan petelur (dwiguna). Dagingnya tebal dan berat badan rata-rata mencapai 20 – 30 % lebih berat dari ayam kampung. Berat badan ayam jantan 3,4 – 4,2 kg dan berat ayam betina dewasa 1,6 – 1,9 kg. Sedangkan produksi telur mencapai 120-130 butir/tahun. Mulai bertelur pada umur 5 – 6 bulan dengan produksi rata-rata 2 butir per periode.


Ayam nunukan dewasa memiliki warna bulu bermacam-macam, seperti merah tua, merah muda, merah kekuning-kuningan dengan bulu hitam pada sayap dan ekor. Paruh dan kaki berwarna kuning atau kuning pucat. Bentuk jengger ada yang besar dan tebal, agak kecil dan tipis, ukuran glambir atau pialnya juga beragam, ada yang besar dan kecil. Bulu sayap ekor pada ayam betina tumbuh rempurna, sedangkan pada yang jantan tidak sempurna (bulu ekor pendek tampak seperti daging).

c. Ayam Pelung.

Ayam pelung berasal dari Kabupaten Cianjur Jawa Barat yang banyak dipelihara sebagai ayam hias atau ayam kesayangan, karena suara kokoknya yang merdu dan panjang.





Ayam pelung merupakan ayam tipe dwiguna, karena memilki ukuran tubuh yang besar dan daging tebal, serta produksi telur yang cukup tinggi, yaitu 144 butir/tahun. Bentuk tubuh ayam jantan bulat memanjang sedangkan ayam betina lebih lonjong , dengan bentuk kaki tegak dan agak panjang, warna bulu beragam yaitu campuran antara hitam, merah dan kuning. Jengger ayam jantan agak besar, berdiri tegak dan bagian pinggir bergerigi, sedangkan ayam betin` jenggernya kecil dan tebal berwarna merah.

Berat badan ayam betina pada umur 2 bulan menmcapai 370 gr, sedangkan pada ayam j`ntan mencapai 395 gr. Pada umur 5 bulan, berat badan ayam betina mencapai 1,6 kg dan pada ayam janatan mencapai 1,8 kg. Telur ayam pelung per butir rata-rata 41 gr. Ayam jantan memilki suara yang nyaring, panjang dan berirama sedangkan yang betina biasa saja.


d. Ayam Bekisar.

Ayam bekisar berasal dari daerah Jawa timur, merupakan ayam hasil persilangan antara ayam hutan jantan dengan ayam lokal ( ayam sayur) betina. Ayam ini umumnya tidak dipotong sebagai unggas penghasil daging ataupun telur. Jenis ini lebih cocok dipelihara sebagai hewan kesayangan, karena warna bulu, suara, dan bentuk badannya yang menarik.







Ayam bekisar sangat disukai karena suaranya nyaring merdu, diakhiri dengan nada tinggi. Bentuk badannya mirip ayam hutan, bentuk kaki tinggi dan kokoh, jengger tegak, tebal dan lebar, warna sama dengan ayam buras lainnya. Jumlah produksi telur 60 -75 butir/tahun dan berat badan dewasa antara 1,5 – 2,5 kg
  

e. Ayam Kampung

Ayam kampung merupakan jenis ayam buras non spesifik yang belum memiliki kejelasan dalam nama atau ciri khas. Ayam ini adalah tipe dwiguna dengan berat badan mencapai1,4 kg pada umur 4 bulan dengan produksi telur mencapai 135 butir/tahun. Ayam kampung berwarna bulu putih, hitam, coklat, kuning kemerah-merahan, kuning, atau kombinasi dari warna-warna tersebut.

Pada ayam jantan memiliki jengger yang bergerigi, berdiri tegak, dan berukuran agak besar. Sedangkan pada ayam betina memilki jengger kecil, tebal, tegak, serta berwarna merah cerah. Pial ayam jantan berukuran sedang dan berwarna merah cerah, sedangkan pada ayam betin` meiliki pial sangat kecil dan berwarna merah cerah. Jenis ayam ini banyak terdapat di seluruh pelosok tanah air.




Dari sebuah threat di kaskus, saya dapatkan informasi tentang ayam-ayam kampung Lokal Indonesia. 


Jenis ayam kampung lokal Indonesia atara lain adalah :


1. Ayam Kedu : dari Jawa tengah (magelang & Temanggung) terdiri dari :

Ayam Kedu Hitam, Ayam Kedu Cemani, AyamKedu Putih,Ayam Kedu

Merah.


Ayam Cemani




2. Ayam Nunukan : dari Kalimantan ( Tarakan )

3. Ayam Pelung : dari Jawa Barat (Cianjur)

4. Ayam Sentul : dari Jawa Barat (Ciamis), mendekati punah ..!!

5. Ayam Banten : dari Jawa barat (Banten)

5. Ayam Gaok : dari Madura (Sumenep)

6. Ayam Ciparage : dari Jawa Barat (Karawang)

7. Ayam Bali : dari Bali




8. Ayam Wareng : berkembang Jawa Tengah & Jawa Barat
9. Ayam Ayunai : dari P`pua (Merauke)
10. Ayam Tolaki : Sulawesi Tenggara (Tolaki)
11. Ayam Delona : dari Jawa Tengah ( Delanggu)
12. Ayam Merawang/ Bangka : dari Bangka
13. Ayam Balenggek : dari Sumatra Barat
14. Ayam Ketawa / Sidrap : Sulawesi Selatan (Sidrap)
15. Ayam Jantur : Jawa Barat
16. Ayam Kalosi : Sulawesi Selatan
17. Ayam Burgo : dari Bengkulu

18. Ayam Maleo : Sulawesi & Maluku

19. Ayam Tukong : Kalimantan Barat
20. Ayam Sedayu : Jawa Tengah (Magelang)

Beberapa Foto Ayam-ayam 

Ayam Sentul

Pada umumnya warna bulu ayam Sentul dasarnya adalah abu-abu, Kaki hitam keabu-abuan, jengger single comb (tunggal bergerigi/ spt pelung), paruh hitam keabu-abuan 

Ayam Merawang
Ayam Merawang Betina

Ayam Sumatra


source : epetani dot net, kaskus, google
Share this case:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Donasi

Klik saja !!

klik saja

Klik saja !!

Klik saja !!