.

.

Rabu, 28 Desember 2011

Written on

BUDIDAYA AYAM BROILER DENGAN NUTRIZIM UNGGAS

AYAM BROILER
Ayam broiler merupakan hasil teknologi yang memiliki karakteristik ekonomis, pertumbuhan yang cepat sebagai penghasil daging, konversi pakan rendah, dipanen cepat karena pertumbuhannya cepat, dan sebagai penghasil daging dengan serat lunak. Untuk mendapatkan bobot badan sesuai dengan yang dikehendaki pada waktu yang tepat, maka hal-hal pokok meliputi perkandangan, pemilihan bibit, manajemen pakan, sanitasi dan kesehatan, recording dan pemasaran perlu diperhatikan. Banyak kendala yang akan muncul apabila manajemen pemeliharaan ayam broiler ayam tidak terpenuhi, antara lain penyakit yang dapat menimbulkan kematian, dan bila ayam dipanen lebih dari 8 minggu akan menimbulkan kerugian karena pemberian pakan sudah tidak efisien dibandingkan kenaikkan/penambahan berat badan, sehingga akan menambah biaya produksi. Pertambahan berat badan yang ideal adalah 400 gram per minggu untuk jantan dan untuk betina 300 gram per minggu. Kandungan energi pakan yang tepat dengan kebutuhan ayam dapat mempengaruhi konsumsi pakannya. Ayam jantan memerlukan energi yang lebih banyak daripada betina, sehingga ayam jantan mengkonsumsi pakan lebih banyak.


PERKANDANGAN 

Kandang merupakan unsur penting dalam usaha peternakan ayam. Kandang dipergunakan mulai dari awal hingga masa berproduksi. Pada prinsipnya, kandang yang baik adalah kandang yang sederhana, biaya pembuatan murah, dan memenuhi persyaratan teknis.



Lokasi kandang: Kandang yang baik yang sesuai untuk peternakan ayam harus terletak di lokasi yang lebih tinggi dari tempat sekitarnya, arah kandang menghadap ke barat-timur, dan dipisahkan dari perkampungan penduduk, predator maupun unggas lain. Konstruksi kandang: Konstruksi kandang yang baik terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

Atap. Atap kandang diusahakan menggunakan genting, agar tidak mudah menyerap panas yang bisa mengakibatkan temperatur di dalam kandang menjadi tinggi. Bentuk atap yang biasa digunakan adalah atap muka dua dengan lubang angin (sistem monitor) dan atap tunggal dengan lubang udara (sistem semi monitor).

Dinding. Dinding kandang biasa dibuat dengan menggunakan bahan bambu, dan/atau kawat. Celah-celah pada dinding k`ndang hendaknya tidak dapat diterobos binatang pengganggu maupun predator.

Ventilasi. Ventilasi diusahakan dibuat sebaik mungkin, sehingga akan terjadi perputaran/sirkulasi udara di kandang, udara kotor di dalam kandang akan keluar dengan mudah, dan digantikan dengan udara segar dari luar kandang.

Cahaya matahari. Cahaya matahari diusahakan dapat masuk, karena cahaya matahari dapat menghambat pertumbuhan virus, kuman dan bibit penyakit, serta merupakan provitamin D.

Tipe Kandang: Bentuk kandang sebenarnya dapat dibangun sesuai selera dan kebutuhan peternak. kandang yang biasa dipergunakan antara lain:

Ren. Kandang yang mempunyai halaman pengumbaran sehingga ayam dapat bergerak dengan bebas. Sistem kandang ini mempunyai dua bagian, yaitu bagian kandang utama dan umbaran.
Keuntungan sistem ren adalah ayam akan mendapat cahaya matahari lebih, dan ayam bisa mendapatkan tambahan pakan dari bagian umbaran.
Kerugiannya antara lain penyakit akan dapat menyebar secara cepat dan ayam yang produktif dan yang kurang produktif sulit dibedakan.

Cage. Bangunan kandang berbentuk sangkar berderet menyerupai batere dan alasnya dibuat berlubang (bercelah). Keuntungan sistem   tingkat produksi individual dan kesehatan masing-masing terkontrol, memudahkan tata laksana, penyebaran penyakit tidak mudah. Kelemahan sistem ini adalah biaya pembuatan semakin tinggi, ayam dapat kekurangan mineral, sering banyak lalat. Litter. Merupakan kandang yang menggunakan litter sebagai alas kandang.
Keuntungan sistem ini adalah biaya relatif rendah, menghilangkan bau kotoran, jika litter kering, pembuangan kotoran lebih mudah.
Kekurangannya adalah penyebaran penyakit lebih mudah, pengawasan kesehatan lewat kotoran sulit diamati.

Panggung. Sistem ini biasanya dibuat diatas kolam ikan. Bahan yang biasa digunakan untuk alas lantai adalah bambu yang dipasang secara berderet agar ayam tidak terperosok.
Kelebihannya adalah sisa pakan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan, penyebaran penyakit relatif rendah.
Kekurangannya jika jarak pemasangan bambu unutk alas terlalu lebar, akan dapat mengakibatkan ayam terperosok, biaya pembuatan relatif mahal.

Kepadatan kandang yang baik (populasi) per meter persegi adalah seperti tercantum dalam label berikut: 



PAKAN

Nutrisi atau bahan makanan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan, disukai, dan tidak membahayakan ternak. Bahan makanan dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu bahan makanan yang berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan. Harga pakan untuk ayam broiler adalah 65 - 85% dari biaya produksi. Pakan yang diberikan pada ayam broiler merupakan pakan ternak dengan rasio yang lengkap. Pakan broiler pada umumnya diberikan dalam bentuk crumble (“remukan/remah-remah”) untuk fase starter dan pellet (butiran) untuk periode pertumbuhan (grower). Kandungan zat-zat ransum dalam produksi broiler bersifat kritis. Ransum itu harus menyediakan semua makanan yang penting untuk pertumbuhan yang cepat dan lazim pula ditambahkan antibiotika dan nutrisi tambahan/pelengkap seperti Nutrizim Unggas. Pada pemeliharaan ayam broiler sumber energi pakan dapat berasal dari karbohidrat, lemak, dan protein. Energi yang dikonsumsi dari ransum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan kerja, mampu diubah menjadi energi panas, dan dapat disimpan sebagi lemak tubuh. Semakin tinggi energi ransum, semakin rendah konsumsi pakannya, karena ayam makan untuk memenuhi kebutuhan energinya. Ayam Broiler untuk keperluan hidupnya memerlukan zat makanan seperti karbohidrat, lemak, mineral, protein, vitamin, dan air.

Karbohidrat disamping merupakan kebutuhan pokok untuk hidup, juga untuk pertumbuhan daging. Kebutuhan energi untuk ayam broiler adalah 2800 – 3200 kcal/kg. Protein mempunyai manfaat yang sangat penting untuk membangun dan membentuk jaringan tubuh, pembentukkan enzim, reproduksi, dan dapat diubah menjadi energi bila pada tubuh ayam terjadi kekuranfan energi. Kebutuhan protein tergantung pada umur ayam, tingkat pertumbuhan, iklim, dan penyakit. Anak ayam mulai menetas (DOC) sampai umur 6-7 minggu diberikan ransum mengandung protein 20 – 21%, sedangkan setelah itu 17 – 18%. Vitamin berfungsi antara lain melancarkan proses kehidupan di dalam alat-alat tubuh seperti pencernaan, pembentukkan tulang, perumbuhan, dan memberikan daya tahan tubuh terhadap penyakit atau infeksi. Vitamin dibedakan menjadi dua yaitu vitamin yang larut dalam lemak yaitu A, D, E, dan K serta vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin B1, B, B6, C, dan asam penthathenat. Mineral yang dibutuhkan oleh ayam broiler adalah Ca, P, K, Cl, dan Mn. Sumber mineral (C, O, dan P) antara lain tepung tulang, kapur karang, kapur, dan lain-lain. Air sangat penting bagi tubuh ayam, air harus tersedia terus-menerus sepanjang hari. Kebutuhan air minum akan lebih banyak dengan bertambahnya umur ayam. Air merupakan komponen zat gizi, pemberiannya secara khusus dipisahkan dari pakan walaupun pakan itu sendiri masih mempunyai kadar air tertentu. Fungsi air untuk pengangkutan zat-zat makanan dalam tubuh, pembuangan sisa, dan pengaturan suhu. Air menduduki proporsi 55% sampai 75% dari berat badan. Pembatasan pakan secara kualitatif, pada ayam tetap diberi pakan secara ad-libitum, tetapi kualitas pakan yang diberikan dibatasi sesuai dengan kebutuhannya yaitu dengan beberapa metode pemberian pakan yang kaya dengan serat kasar, penambahan tepung daun, dan bekatul sehingga pakan tersebut menjadi bulky (mengenyangkan).

MANAJEMEN PEMELIHARAAN 

Persiapan Ternak Broiler Persiapan yang baik merupakan modal pertama yang harus dimiliki sebelum mendatangkan bibit ayam broiler yang akan dipelihara. Tersedianya sarana yang lengkap akan memudahkan dalam pengelolaan secara baik dan sempurna. Kegiatan yang dilakukan sebelum DOC masuk kandang meliputi:

1) pembersihan dan penyiapan peralatan kandang, seperti kandang, tempat pakan dan minum, lampu penerang dan penutup kandang yang berupa kertas koran.
2) penimbangan DOC yang akan masuk dalam kandang
3) pemberian identifikasi setiap DOC setelah ditimbang dengan tujuan untuk mempermudah dalam pencatatan dan pengamatan pertumbuhan dan perkembangan DOC
4) penimbangan pakan awal untuk DOC yang kemudian disediakan dalam kandang saat DOC masuk dalam kandang.

Persiapan yang diperlukan antara lain yaitu tersedianya boks atau kandang DOC, boks ini diletakkan di atas lantai kandang, tirai plastik dipasang pada ke-empat sisi boks, lampu pemanas digantung 15 cm dari lantai boks, termometer untuk mengontrol panas bisa digantung atau diikat pada kandang. Sebelum DOC masuk, kandang dibersihkan dari semua kotoran baik didalam kandang maupun diluar kandang. Tirai berupa kertas koran dipasang disekeliling kandang sampai rapat kecuali di bagian atas. Alas lantai panggung diberi koran sebanyak tiga lapis agar DOC terlindung dari udara langsung terutama dimalam hari dan agar DOC tidak terperosok. Kandang disemprot dengan disinfektan dan diistirahatkan selama 2 hari. Satu hari sebelum DOC masuk, pemanas harus sudah terpasang. Pemanas menggunakan lampu 25 wattt. Pemeliharaan saat DOC tiba merupakan awal dari pemeliharaan selanjutnya. DOC yang baru datang biasanya mengalami stress dan kemunduran kondisi. Oleh karena itu, pemberian air minum dilakukan setelah DOC beristirahat kira-kira 30 menit sampai 1 jam. Air minum yang diberikan pertama kali biasanya diberi tambahan gula jawa + Nutrizim Unggas sebagai suplay energi/suplemen. Pemberian air harus ad libitum (tak terbatas) dan ditempatkan secara merata disekitar sumber pemanas. Kandang DOC harus diberi pemanas karena pada umumnya sistem kekebalan tubuh DOC belum stabil dalam fungsinya. Ransum pakan yang diberikan untuk DOC harus mengandung kadar protein 23% dan metabolisme energi (ME) 2000-3000 kcal.

Pemberian minum menggunakan tempat khusus yang terpisah dengan tempat pemberian pakan. Tempat minum pada fase starter diletakkan di lantai, tetapi kemudian mulai ditinggikan sesuai dengan pertumbuhan ayam broiler yang semakin tinggi, sehingga tidak menyulitkan ayam broiler untuk minum. Demikian dengan tempat pemberian pakan yang berbentuk bulat, dimana pada fase starter, tempat pakan diletakkan di lantai kandang dan tidak ditutup dengan kap tengah tempat pakan, tetapi selanjutnya dinaikkan posisinya dan diseka dengan kap tengah tempat pakan, yang dapat mencegah ayam naik ke tempat pakan dan sekaligus pemerataan dalam pemberian pakan untuk 10 ekor ayam dalam satu kandang. Sebaiknya ukuran dan tinggi tempat air minum disesuaikan dengan besar dan tinggi dada ayam dan tempat ransum jangan terlalu jauh dari tempat air minum. Pemanasan pada fase starter dilakukan sejak DOC masuk dalam kandang, dengan menggunakan lampu bolam/pijar 25 watt, dan diupayakan dekat dengan tempat pakan dan minum, sehingga DOC memperoleh pemanasan yang cukup, dan berguna untuk melatih DOC untuk beradaptasi dengan suhu lingkungan sekitarnya. Pemeliharaan minggu pertama, kedua dan ketiga ayam broiler masih memerlukan pemanas sedangkan untuk minggu keempat, ayam broiler sudah tidak membutuhkan pemanas lagi, Pemeliharaan Minggu Pertama Pemeliharaan minggu pertama memerlukan pengawasan yang khusus karena pada periode ini, DOC sedang mengalami tahap penyesuaian dengan tempat yang baru.

Pemeliharaan DOC umur 1 minggu dengan cara:

DOC yang baru dibeli satu-persatu dipindahkan ke kandang yang sudah terdapat lampu sebagai pemanas. Jangan diberi minum atau pakan lebih dahulu, dibiarkan selama ± 25 menit untuk mengenali lingkungan yang baru. Selanjutnya dapat diberikan air minum dicampur gula jawa dengan perbandingan 20 gram gula jawa dicampur 4 liter air putih ditambah 4 cc Nutrizim Unggas untuk 100 ekor DOC. Pergunakan tempat minum berbentuk tabung ukuran 1 liter. Pemberian campuran air minum pada tahap ini berperan sangat penting untuk pengembalian kondisi DOC selama perjalanan. Pada hari kedua air minum dicampur dengan antibiotik, dan pada hari keempat diberi vaksin ND. Pemeliharaan ayam fase starter dimulai dari ayam umur 1 hari (DOC) sampai umur 4 minggu. Minggu I pakan diberikan sebanyak 25 gram/ekor/hari. Jenis pakan adalah BR I. Pakan diberikan dua kali pada pagi dan sore hari yang diletakkan diatas tempat pakan yang berbentuk nampan. Air minum merupakan larutan gula yang diberikan secara ad-libitum dan ditambah dengan Nutrizim Unggas 1 cc/liter air. Vaksinasi yang dilakukan adalah vaksinasi ND I yang diberikan pada umur 4 h`ri. Metode vaksinasi yang digunakan adalah tetes mata. Setiap ekor ayam diberi satu tetes vaksin ke dalam mata. Metode tetes mata ini adalah metode yang paling baik karena vaksin cepat bekerja dan tidak bterkontaminasi dengan udara luar. Setiap minggu ayan ditimbang untuk mengetahui pertumbuhannya dan dihitung Feed Convertion Ratio (FCR).

Pemeliharaan Minggu Kedua
Pemeliharaan minggu kedua, meskipun masih memerlukan pengawasan, namun lebih ringan dibandingkan pada minggu pertama. Pemanas masih diperlukan. Tirai plastik salah satu kandang bisa dibuka untuk memperlancar sirkulasi udara. Pemanas bisa diturunkan hingga suhu 320C dengan cara meninggikan lampu pemanas. Penambahan jatah pakan dan air minum. Pada minggu kedua pakan diberikan sebanyak 45 gram/ekor/hari. Jenis pakan adalah BR I dan air minum diberikan secara adlibitum. Vaksinasi dilakukan pada minggu ke-2 adalah vaksinasi Gumboro dan metode yang digunakan adalah melalui air minum. Sebelum vaksinasi dilakukan air minum diberikan secara terbatas agar ayam merasa kehausan sehingga vaksin yang diberikan dapat terminum semua. Pada akhir minggu ke-2 ayam ditimbang dan dihitung FCR- nya.

Pemeliharaan Minggu Ketiga
Pemeliharaan minggu ketiga masih memerlukan pemanas. Ayam sudah lincah dan nafsu makan tinggi. Selain itu pertumbuhan bulu sudah cukup baik sehingga tirai plastik penutup sisi boks dapat dibuka. Temperatur diturunkan sehingga 290C. penambahan jatah makan dan minum. Air minum dicampur antibiotik dan pada minggu ini dilakukan vaksinasi ND II.

Pada minggu ke-3 pakan yang diberikan masih BR I sebanyak 70 gram/ekor/hari. Air minum diberikan secara ad-libitum. Ayam ditimbang dan dihitung FCR-nya. Pada minggu ke-3 koran dilepas karena fungsi kekebalan tubuh ayam sudah mulai berfungsi dengan baik. Lampu pemanas lebih ditinggikan lagi.

Pemeliharaan Minggu Keempat
Pada minggu keempat, bulu sudah lebat sehingga sudah tidak membutuhkan pemanas lagi`. Dilakukan penambahan jatah makan dan minum, yaitu jatah makan sebesar 65 gram/ekor. Nafsu makan baik, jatah yang diberikan tidak tersis`. Pada malam hari tidak usah diberi penerang, tetapi jika pakan yang diberikan tidak habis, dianjurkan untuk diberi penerangan. Penerangan dihentikan jika jatah ransum sudah habis. Minggu ke-4 pakan yang diberikan berupa BR II dengan jumlah 100 gram/ekor/hari. Air minum diberikan secara ad-libitum. Pada akhir minggu ke-4 ayam ditimbang dan dihitung FCR-nya.


Pemeliharaan Minggu Kelima
Pada minggu kelima dilakukan penambahan jatah makan dan minum. Ayam diberi pakan 88 gram/ekor. Air minum ditambah dengan obat cacing untuk menyiapkan periode pertumbuhan yang cepat. Obat cacing cukup diberikan sekali saja dengan dosis sesuai anjuran penggunaan merk obat cacing yang dibeli. Minggu ke – 5 pakan yang diberikan adalah BR II sebanyak 130 gram/ekor/hari. Air minum diberikan secara ad libitum. Pada akhir minggu ke – 5 ayam ditimbang dan dihitung FCR – nya dan kemudian ayam dipanen.

Pemeliharaan Minggu Keenam
Pada pemeliharaan minggu keenam, pengawasan yang berkaitan dengan keragaan (performance) ayam broiler mulai dilakukan khususnya bagi ayam yang akan dipasarkan pada akhir minggu keenam, sehingga dengan pengawasan rutin dan program yang baik bisa dicapai berat badan optimal. Selain itu perlu dilaksanakan program penerangan tambahan pada malam hari. Dilakukan penambahan jatah makan dan minum yaitu jatah makan 117 gram/ekor. Program penambahan penerangan pada malam hari dilakukan mulai pukul 02.00 – 06.00 dengan intensitas cahaya 30 watt/20m2 luas kandang. Sebelum ayam dikeluarkan, alat-alat kandang dikeluarkan terlebih dahulu. Penangkapan ayam hendaknya dilakukan pada malam hari. Penangkapan dilakukan dengan bantuan penerangan lampu pijar warna biru/hijau. Hindarkan perlakuan kasar, ambil satu-persatu, dan pegang kakinya. Tempat untuk ayam hasil penangkapan dianjurkan keranjang yang bertepi bulat. Isilah keranjang sesuai kapasitas dan jangan terlalu padat.

Feed Convertion Ratio (FCR)

Konversi pakan atau feed convertion ratio (FCR) adalah perbandingan antara jumlah pakan (kg) yang dikonsumsi dengan berat hidup (kg) sampai ayam itu dijual. Sehingga semakin kecil angka konversi pakan menunjukkan semakin baik efisiensi penggunaan pakan. Bila angka perbandingan kecil berarti kenaikan berat badan memuaskan atau ayam makan tidak terlalu banyak untuk meningkatkan berat badannya. Faktor yang mempengaruhi besar kecilnya konversi pakan meliputi daya cerna ternak, kualitas pakan yang dikonsumsi, serta keserasian nilai nutrien yang dikandung pakan tersebut.


Vaksinasi dan Pencegahan Penyakit

Vaksinasi adalah preparat yang mengandung mikroorganisme hidup tetapi non aktif. Bila diberikan pada ternak, tidak akan menimbulkan penyakit, tapi merangsang kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi yang sesuai dengan mikroorganisme. Tujuan vaksinasi adalah mengusahakan kekebalan tubuh secara efektif terhadap ayam yang ada untuk jangka waktu tertentu. Agar vaksinasi berhasil dengan baik, dalam melakukan vaksinasi perlu diperhatikan hal-hal berikut: Ayam yang divaksin adalah ayam yang sehat saja. Apabila pelaksanaan vaksin melalui air minum, maka tempat minum harus dicuci lebih dahulu tetapi tidak boleh memakai desinfektan, detergent, dan sabun. Air minum yang digunakan untuk bermacam-macam vaksin hendaknya tidak mengandung chloor atau zat-zat lain yang dapat mematikan virus. Oleh karena itu agar vaksinasi ini aman, dianjurkan mamakai air sumur, aquadest, air hujan, tapi jangan memakai air ledeng. Unggas yang telah diberi pakan dengan baik dan dikelola dan divaksinasi terhadap penyakit-penyakit lokal terkenal biasanya tetap sehat. Penekanan haruslah pada pencegahan penyakit, tetapi jika ada suatu penyakit, unggas-unggas yang sakit harus dipisahkan dari unggas-unggas yang sehat. Tindakan-tindakan kebersihan (sanitasi) yang ketat harus dilakukan dalam semua kandang dan seorang petugas dokter hewan atau penyuluh harus diberitahukan dengan segera.

Pemberian Nutrizim Unggas – Pakan Penguat Tambahan Lengkap

Nutrizim Unggas adalah jamu unggas yang sekaligus berfungsi sebagai pakan penguat tambahan lengkap (completed feed aditive) yang berkualitas tinggi, yang digali dari kearifan tradisional (etnobotani), diolah melalui proses bio-teknologi akrab lingkungan. Nutrizim Unggas diperkaya dengan 21 macam ekstrak rhizosfer tanaman rempah/herbal sehingga mampu meningkatkan daya tahan unggas terhadap serangan penyakit dan fluktuasi suhu lingkungan yang ekstrim serta terbutk efektif mampu mempertahankan dan meningkatkan produktifitas unggas, baik pedaging maupun petelur.
Nutrizim Unggas mengandung berbagai mineral compleks dalam bentuj larutan elektrolit, multi vitamin, dan enzim, serta senyawa organic compleks [asam amino esensial) yang kesemuanya mampu memperbaiki dan memelihara sistem pencernaan makanan menjadi optimum, bau kotoran berkurang dan nilai TDN (Total Digestible Nutrient) meningkat, serta menurunkan/mengoptimumkan nilai FCR (Feed Convertion Ratio). Secara keseluruhan manfaat penggunaan Nutrizim Unggas bagi ternak unggas (ayam broiler) sebagai berikut:
1. Menurunkan mortalitas (tingkat kematian unggas). Penggunaan Nutrizim unggas secara rutin akan meningkatkan kesehatan ternak sehingga tingkat kematian unggas dapat ditekan.
2. Meningkatkan daya tahan tubuh unggas terhadap fluktuasi suhu yang ekstrim/ cuaca ekstrim serta serangan penyakit yang berbahaya/menular. Kandungan ekstrak herbal/rempah secara khusus akan meningkatkan antibodi unggas.
3. Menurunkan/mengoptimumkan nilai FCR: Biaya produksi sebesar 65 - 85% adalah dari pakan/ransum yang diberikan pada unggar, jika nilai FCR turun, maka dipastikan peternak akan memperoleh keuntungan yang lebih tinggi, karena penghematan dari biaya pakan, waktu dan juga tenaga kerja.
4. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pakan (TDN), sehingga bau kotoran berkurang karena penyerapan sari-sari makanan lebih efektif dan efisien.
5. Meningkatkan bobot dan mutu hasil serta aman tanpa efek samping untuk produk hasil unggas


Petunjuk Penggunaan secara umum



catatan. • Seduhan Nutrizim Unggas menngandung sedikit endapan sari pati herbal. •• Hentikan pemberian Nutrizim Unggas saat pemberian vaksin, setelah 2-3 hari pemberian Nutrizim Unggas dapat diberikan seperti biasa. •••

sumber : KPI

Share this case:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Donasi

Radio Streaming Herdinbisnisdotcom


Get the Flash Player to see this player.


MENYIMAK di WINAM