herdinbisnis.com: Potensi Tinja dan Air seni Manusia sebagai bahan Pupuk Organik Cair

.

.

Jumat, 30 Desember 2011

Written on

Potensi Tinja dan Air seni Manusia sebagai bahan Pupuk Organik Cair



Pembuangan akhir Tinja, di Kota2 besar selalu menjadi permasalahan yang tidak pernah tuntas, selama ini truck pengangkut Tinja selalu membuang Tinja ke Sungai, sehingga membuat air sungai tercemar....

Di Hongkong....Tinja sudah sejak lama dijadikan sebagai salah satu pupuk dasar bagi petani2 di pinggiran kota, mereka telah dengan baik menggunakannya sebagai pupuk untuk tanaman sayuran yang di konsumsi oleh masyarakat perkotaan...

Pengalaman seorang rekan ketika waktu ia masih kecil, ayahnya sangat rajin berkebun, beliau menggunakan Tinja dan air seni anak2, yang dikumpulkan pada malam hari, ke esokan pagi nya, Tinja dan air seni sebanyak 1/5 kaleng minyak ukuran 20 liter, di campur dengan air 16 liter, di aduk dengan rata dan disiramkan pada tanaman Cabe, Tomat dan Pisang Raja....

Ketika dipanen, Tomat yang dihasilkan mempunyai bobot 200 - 300 gram, Cabe merah dan Rawit, ukuran nya 2 x lebih besar dari yang biasa dibeli di pasar, sementara Pisang Raja, ketika dipanen menghasikan 14 sisir/tandan, dengan ukuran lengan anak usia 4 tahun sepanjang 30 cm/buah.

Saat ini sudah ada beberapa orang yang memproduksi Tinja (manusia) kering sebagai Pupuk organik dan menjual nya dalam skala yang masih terbatas....

Untuk menghasilkan Pupuk Organik Cair dapat dibuat dengan bahan2 :

1. 0,5 M3 Tinja manusia
2. 200 liter air seni manusia
3. 10 kg Gedebog pisang
4. 5 kg Nanas matang
5. 10 liter Kalsium plus
6. 5 liter tetes Tebu
7. 2 botol ragi Kompos
8. 300 liter Air bersih

Komposisi biaya pembuatan :

1. Pembelian Tinja + Air seni (jika harus beli) ........................Rp 50.000,-
2. Biaya pembelian + pencacahan Gebdebog (jika harus beli)...Rp 5.000,-
3. Pembelian 5 kg Nanas matang ......................................... Rp 25.000,-
4. Pembelian 10 liter Kalsium plus ........................................ Rp 750.000,-
5. Pembelian 5 liter Tetas Tebu ............................................ Rp 50.000,-
6. Pembelian Ragi Kompos 2 botol ....................................... Rp 100.000,-
7. Ongkos kerja ................................................................. Rp 200.000,- +
------------------
Total Rp 1.180.000,-

Biaya investasi : Pembelian Tanki/ Tong 1.000 liter + Kaki ... Rp 1.500.000,-

Hasil produksi : 3 kali pembuatan (selama 3 minggu) = 1.500 liter
Biaya Produksi : Rp 786,-/liter + sewa Tangki (investasi) Rp 200,-/liter = Rp 986,-

Cara Pembuatan :

  1. Masukan 0,5 M3 Tinja + 200 liter Air seni + 5 liter Tetes Tebu + 5 Kg Nanas yang sudah dicacah + 10 kg Gedebog Pisang yang sudah dicacah, kedalam Tangki atau Tong tertutup yang sudah diberi keran pengeluaran di bawahnya, aduk sampai rata selama 2 - 3 menit.
  2. Tambahkan 300 liter air + 2 botol Ragi Kompos + 10 liter Kalsium plus, aduk selama 2 -3 menit, hingga rata, tutup angki/ Tong dengan rapat
  3. Lakukan pengadukan setiap 6 jam, Setelah 7 hari, keluarkan pupuk cair yang telah jadi, melalui keran, setelah itu tambahlkan kembali air bersih sebanding dengan cairan pupuk yang telah dikeluarkan (isa dilakukan 2 kali penambahan)
  4. Setelah pengambilan pupuk yang ketiga, ampas nya dapat digunakan sebagai Kompos

Aplikasi penggunaan POC :

Campurkan 1 liter POC dengan 14 liter air dalam Tanki Hands spryer, semprotkan pada batang tanaman...
Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!