herdinbisnis.com: Macan Tutul Jawa itu Berhasil di Jepret Kang Nurdin Razak, terbaru setelah 30 Tahun terakhir

.

.

Selasa, 21 Februari 2012

Written on

Macan Tutul Jawa itu Berhasil di Jepret Kang Nurdin Razak, terbaru setelah 30 Tahun terakhir






Inilah kesaksian Nurdin Razak, peneliti TN Baluran dan dosen Universitas Airlangga kepada Matanesia Magazine :

Sabtu malam (18/2/2012), sekitar pukul 19.30 saya melakukan night safari bersama 
Pak Hendri, rekan Polisi Kehutanan di jalur Bekol-Batangan, Taman Nasional Baluran yang berjarak 12 km. Tepatnya di jalur HM 47 (sekitar 4,7 dari pintu gerbang Taman Nasional), si tutul muda melintas dengan posisi mengendap”, cerita Nurdin Razak.
"Si tutul muda tak menyadari kehadiran kami, dan sama-sama kaget.  Dengan senter 500 lumens saya arahkan ke semak dan sang macan menatap kami. Jantung berdegup kencang, dan seketika saya arahkan kamera ke macan tutul yang kurang lebih berusia 2,5 tahun".
Hanya sekitar 15 detik, macan tutul muda itu segera lenyap di balik semak. "It was amazing, Bro!" lanjut Nurdin melalui percakapan sms dengan Mamuk Ismuntoro, Pemimpin Redaksi Matanesia Magazine.
Kang Nurdin yang memiliki website nurdinrazak dot com ini, menuturkan, macan tutul muda jantan terlihat sehat dengan panjang ekor sampai kepala sekitar 1,8 meter.
Kami menunggu update foto-foto eksklusif macan tutul Jawa, yang baru diabadikan lagi setelah 30 tahun di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur tersebut dari akun FB kang Nurdin Razak maupun dari terbitan Matanesia Magazine. Berikut respon kaskuser, di Jejaring Online, Forum Onliner terbesar Negeri ini dalam thread kami. Dukungan penuh untuk kang Nurdin Razak dari anak negeri. 


artikel lainnya, artikel 1 :
Macan Tutul Jawa muda berhasil diabadikan oleh Nurdin Razak, peneliti dan dosen eco-tourism Universitas Airlangga, Sabtu (18/2/2012) malam. Kabar ini baru kami terima pagi ini melalui pesan singkat selular. “Saya dapat kado dari Baluran. Semalam bertemu macan tutul muda dan memotretnya” kata Nurdin dalam sms-nya.
Dari jarak sekitar 5 meter, Nurdin mengabadikan peristiwa langka sebanyak 20 frame.”Ini foto pertama macan tutul di Baluran setelah 30 tahun”, tutur Nurdin dalam lanjutan sms-nya.
Matanesia kesulitan menghubungi lagi Nurdin Razak karena sinyal selular yang memang kurang baik di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur.
Menurut catatan wikipedia Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) atau macan kumbang adalah salah satu subspesies dari macan tutul yang hanya ditemukan di hutan tropis, pegunungan dan kawasan ko Pulau Jawa. Ia memiliki dua variasi: berwarna terang dan hitam (macan kumbang).
Dibandingkan dengan macan tutul lainnya, macan tutul jawa berukuran paling kecil, dan mempunyai indera penglihatan dan penciuman yang tajam. Subspesies ini pada umumnya memiliki bulu seperti warna sayap kumbang yang hitam mengilap, dengan bintik-bintik gelap berbentuk kembangan yang hanya terlihat di bawah cahaya terang. Bulu hitam Macan Kumbang mungkin merupakan hasil evolusi dalam beradaptasi dengan habitat hutan yang lebat dan gelap. Macan Kumbang betina serupa, dan berukuran lebih kecil dari jantan.
Hewan ini soliter, kecuali pada musim berbiak. Ia lebih aktif berburu mangsa di malam hari. Mangsanya yang terdiri dari aneka hewan lebih kecil biasanya diletakkan di atas pohon.
artikel lainnya, artikel 2 :
Keberhasilan Nurdin Razak mengabadikan macan tutul muda pada Jumat (17/2) malam di TN Baluran, Situbondo (bukan Sabtu  malam, 18/2, seperti yang kami beritakan sebelumnya) tidak terlepas dari perencanaan yang baik.
Jumat sore (17/2) Nurdin sempat mengabadikan dua ekor rusa dengan bekas luka di pantatnya. “Sangat jelas bekas luka yang relatif baru”, kata fotografer wildlife yang juga dosen Universitas Airlangga ini. Tanda-tanda ini kemudian diperkuat Nanang, salah seorang staf  Pengendalian Ekosistem Hutan (PEH) yang mengaku melihat beberapa ekor ajag (anjing liar) melintas tak jauh dari rombongan rusa yang difoto Nurdin sore itu.
Naluri Nurdin berdenyut dan memulai sweeping dari pos Bekol menuju Batangan sejauh 12 km. Ditemani rekannya Hendri, ranger TN Baluran, Nurdin mulai menyapu rute itu dengan senter 500 lumens.
Tepat  di posisi 7 km dari pos Bekol, Nurdin dan Hendri melihat dengan jelas seekor macan tutul muda. Senter berpindah tangan ke Hendri dan Nurdin dengan cekatan mengarahkan kameranya ke macan tutul. Tak kurang 20 frame dia bidikkan ke macan jantan muda itu.
“Jantung serasa mau copot, meski di saat yang sama saya berusaha tenang”, tuturnya.
Nurdin mengaku menyiapkan teknis pengaturan kameranya pada ISO 12.800, speed 1/60 detik. "Lega, karena fasilitas image stabilizer di lensa 100-400 mm saya bekerja dengan baik”, jelasnya.
“Suatu pengalaman yang luar biasa menjelang 9 tahun saya berinteraksi di Taman Nasional Baluran, hadiah dari sang Pencipta kepada kami berdua dan tentu saja buat taman Nasional Baluran yang setahu saya selama hampir 30 tahun terakhir baru mendokumentasikan macan tutul muda dalam kondisi sehat dan hidup”, tutur Nurdin mengakhiri perbincangan dengan Matanesia Magazine
foto :  nurdin razak   website : nurdinrazak.com
source article : matanesia magazine



Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!