.

.

Kamis, 16 Februari 2012

Written on

Misteri Peradaban Bumi, Penemuan Peradaban Kuno yang Menimbulkan Kontroversi.

Mudah-mudahan ini pelajaran dari Tuhan kepada kita, bahwa kita sekarang bukan merupakan peradaban yang rusak atau dirusakkan, seperti kisah-kisah dalam Al-Qur'an.  Semoga kita memelihara dan bersyukur atas peradaban kita ini.

Peradaban kuno memang sungguh menarik, banyak hal yang tidak kita ketahui, semua hanya dengan mengira-ngira saja, berikut ini adalah penemuan – penemuan peradaban kuno yang menimbulkan banyak spekulasi

1. Burung Saqqara (Saqqara Bird)
Burung Saqqara adalah artifak yang ditemukan di Saqqara, Mesir tahun 1898. Artifak ini terbuat dari kayu dan berbentuk seekor burung yang terbuat dari kayu. Sewaktu ditemukan belum ditemukan pesawat, namun setelah penemuan pesawat tahun 1903, artifak ini menjadi bahan perdebatan karena bentuknya sangat menyerupai pesawat modern. Banyak ahli yang menyangsikan akan hal ini, karena bentuk dari burung Saqqara tidak aerodinamis, jadi mungkin burung Saqqara hanya mainan anak anak saja atau hanya replika dari burung biasa saja. Namun melihat begitu banyak kemiripannya, apakah burung Saqqara ini menunjukkan kalau peradaban purba sudah mengenal pesawat terbang atau itu hanya sebuah kebetulan belaka?


2. Kepala Tecaxic-Calixtlahuaca (Tecaxic-Calixtlahuaca Head)
Kepala Tecaxic-Calixtlahuaca adalah bagian dari sebuah patung yang terbuat dari tanah yang ditemukan pada tahun 1933 di Kolombia. Yang membuat penemuan ini menarik adalah bentuk dari kepala ini menyerupai bentuk dari kebudayaan Romawi yang tentu berlainan dengan kebudayaan yang berkembang di daerah itu. Berdasarkan penemuan ini apakah menunjukkan bangsa Romawi kuno sudah mampu melakukan perjalanan laut melintasi samudra? atau itu hanya kebetulan saja?

3. Batu Dropa (The Dropa Stones)
Batuan Dropa atau The Dropa Stones adalah batuan yang di temukan pada tahun 1938 di daerah di antara Tibet dan China. Batuan ini diperkirakan berusia 12000 tahun dan memiliki bentuk bundar yang memiliki ukuran diameter 9 inchi. Pada batuan itu terdapat tulisan yang tersusun rapi dengan ukuran sangat kecil. Tulisan itu tidak dapat diartikan, sampai akhirnya pada tahun 1962, Dr. Tsum Um Nui mengklaim dapat menerjemahkan tulisan pada batuan Dropa itu. Menurut Dr. Tsum Um Nui, tulisan di batuan itu menceritakan tentang makhluk planet lain yang mengalami kerusakan pesawat, sehingga harus melakukan pendaratan darurat. Penduduk lokal yang merasa ketakutan berusaha memburu dan membunuh mereka. Karena kecilnya huruf dan usianya yang sudah 12.000 tahun, keakuratan terjemahan ini masih diragukan, namun sampai sekarang, daerah tempat batuan tersebut ditemukan dihuni oleh suku terasing yang memiliki ciri fisik badan kecil, berkepala besar, kulit kuning dan bermata biru. Sangat berbeda dengan ciri-ciri fisik di daerah lain di sekitarnya. Apakah penemuan ini menunjukkan bukti adanya kontak bumi dengan makhluk planet lain? ataukah hanya kebetulan saja?

4. Artifak Coso (The Coso Artifact)
Artifak Coso adalah artifak yang ditemukan pada tahun 1963. Artifak ini berusia sekitar 500.000 tahun. Artifak ini terbuat dari tanah, kemudian di tengahnya terdapat bagian bulat sempurna dari porselen kemudian tengahnya lagi terdapat logam. Komposisi ini hampir mirip seperti busi, padahal busi baru ditemukan pada abad 19. Banyak spekulasi yang beredar seputar artifak ini, baik dari peninggalan peradaban yang memiliki teknologi canggih seperti Atlantis, peninggalan makhluk luar angkasa, sampai pada hasil peninggalan orang yang melakukan perjalanan antar waktu. Apakah artifak ini benar-benar sebuah busi? ataukah hanya kebetulan saja?

5. Fuente Magna
Fuente Magna adalah artifak berbentuk mangkuk yang ditemukan di Bolivia. Pada awalnya artifak ini dianggap biasa saja, sampai akhirnya dilakukan penelitian pada tahun 2000. Pada artifak ini terdapat keanehan. Pada beberapa bagian di artifak ini terdapat tulisan dari peradaban yang lain yaitu tulisan bangsa Sumeria yang adanya di Irak. Apakah penemuan ini menunjukkan bahwa jaman dahulu kala sudah mampu perjalanan melewati samudra jauh sebelum masa Colombus? ataukah hanya kebetulan saja?

6. Baterai Baghdad (Baghdad Battery)
Baterai Baghdad ditemukan pada tahun 1963 di Irak. Artifak berasal pada awal-awal tahun masehi.  Artifak ini berbentuk guci dengan silinder tembaga yang menyelimuti sebatang besi. Tembaga dan batangan besi merupakan elektroda dan bila elektroda itu dicampur dengan larutan elektrolit seperti jus ataupun cuka, akan menghasilkan listrik. Fungsi asli Baterai Baghdad ini belum jelas. Baterai Baghdad ini diperkirakan berasal dari tahun sekitar 250SM, sedangkan baterai ditemukan tahun 1800. apakah baterai Baghdad ini benar-benar sebuah baterai? apakah kebudayaan purba sudah mengenal elektrokimia sejak ribuan tahun yang lalu? ataukah ini hanya kebetulan saja?

7. Manuskrip Voynich (Voynich Manuscript)
Manuskrip Voynich terekspos pada tahun 1912 ketika manuskrip itu berada di sebuah toko buku milik Wilfred Voynich. Manuskrip itu berisi 240 halaman sebagian besar berisi tentang pengetahuan botani, astronomi, anatomi, dan ilmu farmasi. Di dalam manuskrip itu terdapat sebuah kata rahasia yang hingga saat ini belum dapat dipecahkan bahkan oleh ahli sandi ternama yang bertugas saat perang dunia ke dua. Manuskrip itu ditulis pada abad ke 15, pengarang aslinya tidak diketahui, namun yang mengherankan adalah, di dalam manuskrip itu terdapat pengetahuan yang saat itu belum ditemukan, seperti gambar galaksi seperti yang terlihat dari teleskop atau gambar sel yang terlihat dari mikroskop. Padahal teleskop dan mikroskop ditemukan pada abad ke 16. Apakah manuskrip ini benar benar menunjukkan pengetahuan yang di luar eranya? ataukah hanya kebetulan saja?

8. Tengkorak Mitchell-Hedges (Mitchell-Hedges Skull)
Tengkorak Mitchell-Hedges adalah tengkorak yang paling terkenal dari penemuan tengkorak kristal yang ditemukan antara tahun 1920 – 1960 di daerah Mesoamerika. Tengkorak ini diperkirakan berumur 3.600 tahun. Tengkorak ini berbentuk replika dari tengkorak manusia. Ditemukan oleh Anna Mitchell-Hedges dibawah reruntuhan kuil Maya. Yang mencengangkan adalah, setelah diperiksa, tengkorak ini berasal dari satu batuan kristal utuh kemudian diukir dengan sangat halus. Bahkan dengan teknologi canggih dan modern seperti sekarang, pembuatan tengkorak ini masih dianggap tidak mungkin. Apakah bangsa Maya sudah sedemikian maju sehingga bisa menciptakan tengkorak kristal seperti ini?

Share this case:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Donasi

Radio Streaming Herdinbisnisdotcom


Get the Flash Player to see this player.


MENYIMAK di WINAM