herdinbisnis.com: Tips Anti Alergi: Cara Kerja Antihistamin Mencegah Alergi

.

.

Kamis, 09 Februari 2012

Written on

Tips Anti Alergi: Cara Kerja Antihistamin Mencegah Alergi


Bagi jutaan penderita alergi, antihistamin menjadi andalan untuk meringankan ketidaknyamanan yang menyertai reaksi alergi.
Gejala reaksi alergi umumnya meliputi hidung tersumbat, bersin, batuk, sakit kepala, dan gatal.
Reaksi tersebut merupakan respon tubuh terhadap berbagai alergen (penyebab alergi) seperti serbuk sari, jamur, debu, atau racun serangga.
Paparan alergen mengakibatkan reaksi alergi akibat interaksi antigen-antibodi, yang terjadi dengan urutan sebagai berikut:
Pertama, antigen mengalami kontak dengan paru-paru, saluran pencernaan, dan / atau jaringan kulit, dan masuk ke dalam aliran darah.
Selanjutnya, sel darah putih salah mengartikan antigen sebagai ‘musuh’ yang kemudian merespon dengan melepaskan histamin yang menyebabkan cedera jaringan.
Tingkat keparahan dari reaksi alergi berbanding lurus dengan jumlah histamin yang dilepaskan.


Histamin melebarkan pembuluh darah kecil dan kapiler, dan mengerutkan otot halus.
Akibat hal ini, tubuh akan menanggapi dengan berbagai reaksi termasuk tekanan darah menurun, peningkatan denyut jantung, kesulitan bernafas, sembelit atau diare, mulas dan mual, serta kebocoran protein dan cairan dari pembuluh kapiler.
Kebocoran pembuluh lendir kapiler bisa mengakibatkan pilek dan hidung tersumbat.   Pembuluh kapiler kulit yang bocor bisa menyebabkan pembengkakan dan gatal-gatal.
Disinilah peran antihistamin diperlukan. Antihistamin mengurangi efek histamin dengan menghambat pelepasannya.
Obat antihistamin mencegah, tapi tidak dapat membalikkan respon tubuh terhadap histamin.
Biasanya antihistamin diberikan secara oral karena mudah diserap melalui saluran pencernaan. Namun antihistamin juga bisa diberikan secara topikal (obat luar) atau disuntikkan (intravena).
Untuk mempertahankan dosis terapi, antihistamin umumnya diberikan 2-4 kali per hari karena hati cepat memetabolisme antihistamin

Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!