herdinbisnis.com: Tips dan Trik Menjadi PETANI CANGGIH : Pemanfaatan Limbah Ikan Fermentasi untuk Ternak Itik dan Domba

.

.

Rabu, 01 Februari 2012

Written on

Tips dan Trik Menjadi PETANI CANGGIH : Pemanfaatan Limbah Ikan Fermentasi untuk Ternak Itik dan Domba

Tahukah Anda, bahwa semua limbah yang ada disekitar kita bisa kita manfaatkan untuk pakan ternak Domba dan Itik. Salah seorang rekan Penyuluh Pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (H. Soewirdjo, S. P., sering dipanggil Pak Haji Wirjo) berkenan meluangkan waktu untuk berbincang tentang hal ini. Bahkan beliau berkenan memberikan foto-foto beberapa langkah pemanfaatan limbah Ikan, limbah Sampah Kota dan Limbah-limbah Restoran/Rumah Makan untuk diolah kembali menjadi Pakan Ternak Domba, Itik dan Lele yang dikembangkannya.


Awalnya, Pak Haji Wirjo beternak  Ikan Lele di kediaman beliau. Sejak lebih kurang 2 tahunan ini, seringkali perbincangan kami - baik dikediaman beliau atau dalam setiap kesempatan di ruang pertemuan Balai Penyuluhan Pertanian Demung, seputar pengelolaan ikan lele tersebut. Dalam perbincangan tersebut, melihat lokasi kediaman yang dekat dengan Perkampungan Nelayan, sempat terbersit dalam benak saya dan kemudian disampaikan kepada beliau tentang kandungan hormon limbah ikan yang bisa bermanfaat kepada Tanaman, yakni Kitosan. Termasuk juga kandungan-kandungan ekstraksi bahan organik dari limbah ikan jika diolah dan dimanfaatkan lebih lanjut.



Dalam diskusi tersebut beliau juga berteori tentang pengolahan limbah ikan untuk pakan ternak Lele. Dan benar, beberapa saat kemudian- dalam sebuah kunjungan kami ke kediaman beliau, beliau menyampaikan teorinya benar dan pemanfaatan pelet pun telah berkurang. Dengan memperhatikan pendekatan bahwa Lele sebetulnya lebih sebagai Hewan yang mengkonsumsi daging.

Dan sampai saat ini, kemudian beliau mencobakan beberapa hal prinsip-prinsip pengelolaan Pertanian Organik di setiap kesempatannya membudidayakan tanaman maupun ternak di kediamannya. Pendekatan pemanfaatan jasad renik Probiotik, terhadap limbah Ikan- dapat dimanfaatkan sebagai Pakan Ternak Domba dan Itik. 

Teori dan prinsip-prinsip pembuatan Silase dengan memanfaatkan Limbah Ikan yang berlimpah disekitar kediaman beliau diujicobakan untuk awalnya kepada sekitar lebih kurang 100 ekor Itik dan 3 ekor Domba.  

Berikut foto limbah Ikan yang sudah disortir :




Berikut foto limbah Ikan yang digodok untuk kemudian dilakukan proses seperti halnya pembuatan silase, yakni penambahan jasad renik probiotik atau RAGI TAPE JERAMI  :




Demikian bahwa kita semua ketahui, bahwa Indonesia  merupakan negara yang memiliki wilayah perairan yang sangat luas dan hanya 1/5 saja yang merupakan daratan. Dengan kondisi inilah, bidang perikanan menjadi sektor terbesar bagi rakyatnya. Namun potensi besar itu belum mampu dioptimalkan, sehingga belum menjadi andalan pemerintah sebagai sektor ekonomi yang menjanjikan. Sektor perikanan belum menjadi penting bagi sumber ekonomi Indonesia dikarenakan penanganan potensi yang kurang tepat oleh pemerintah maupun masyarakat, sehingga menjadikan ikan seperti barang sampah yang sudah tidak dapat digunakan lagi. Dalam kutipan yang saya sadur dari sebuah sumber di internet ini, dijelaskan beberapa hal- antara lain bahwa :Hal ini karena ikan merupakan salah satu jenis produk perikanan yang mudah mengalami kerusakan (most perishable food) seperti halnya produk-produk seperti buah dan sayur. 

Dari beberapa informasi yang kami dapatkan, setiap musim masih terdapat antara 25 – 30% hasil tangkapan Ikan Laut yang akhirnya harus menjadi ikan sisa atau ikan buangan yang disebabkan karena berbagai hal antara lain : 

  • Keterbatasan pengetahuan dan sarana para nelayan di dalam cara pengolahan ikan. Misalnya, hasil tangkapan tersebut masih terbatas sebagai produk untuk dipasarkan langsung (ikan segar), atau diolah menjadi ikan asin, pindang, terasi serta hasil-hasil olahannya. 
  • Selain itu juga tertangkapnya jenis-jenis ikan lain yang kurang berharga ataupun sama sekali belum mempunyai nilai di pasaran, yang akibatnya ikan tersebut harus dibuang kembali.



Untuk memaksimalkan potensi perikanan dan banyaknya ikan yang terbuang sia-sia tanpa ada nilai ekonomisnya maka perlu dilakukan suatu terobosan baru dalam memanfaatkan setiap bagian dalam bidang perikanan salah satunya adalah dengan memanfaatkan limbah ikan atau mungkin ikan-ikan yang tidak ekomomis penting dan ikan yang terbuang sia-sia. Pemanfaatan ini, salah satunya adalah menjadikan pupuk organik.


Untuk itulah, ikan sisa atau ikan-ikan yang terbuang itu ternyata masih dapat dimanfaatkan, yaitu sebagai bahan baku pupuk organik lengkap, yakni pupuk dimana kandungan unsur-unsur makronya terbatas (tidak mencukupi untuk kebutuhan tanaman) dan harus dilengkapi dengan penambahan unsur lainnya sehingga kandungan Nitrogen, Fosfor) dan Kalium-nya sesuai yang dibutuhkan.


Kelompok unsur tersebut sangat dibutuhkan dalam jumlah yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman agar memberikan hasil sesuai yang diharapkan. Namun, tanah ternyata tidak dapat menyediakan jumlah unsur-unsur tersebut sesuai kebutuhan. Karenanya, agar tanaman tumbuh dan berkembang secara subur, petani harus menambahkan sumber tersebut dalam bentuk pupuk.


Kandungan lemak berpengaruh didalam proses pembuatan pupuk organik, karena prosesnya berjalan dalam dua tahap, yaitu proses fisik melalui penggilingan bahan-bahan yang dipergunakan, dan proses biologis yaitu lanjutan proses yang dikenal dengan fermentasi non-alkoholik atau proses ensiling.


Pupuk organik lengkap yang terbuat dari bahan baku ikan memiliki kualitas sebagai pupuk yang lebih dibandingkan dengan pupuk organik lain, apalagi kalau dibandingkan dengan pupuk kompos, pupuk kandang, ataupun pupuk hijau. di Indonesia saat ini telah banyak beredar pupuk organik yang terbuat dari ikan dengan aneka merk, baik produksi dalam negeri maupun impor. Sayangnya, yang masih memenuhi persyaratan masih terbatas.


Masih banyak hal yang perlu dikaji lagi mengenai pemanfaatan limbah perikanan untuk produksi pupuk organik. Ini karena masih banyak hal yang menjadikan kendala dalam pembuatan pupuk organik. Sehingga perlu adanya terobosan baru untuk mengurangi kandungan lemak dan protein tersebut sebelum diterapkan menjadi pupuk organik atau terdapat tanaman pangan yang cocok dengan pupuk organik dari limbah ikan ini.


Tapi melihat peluang ini, pengembangan mengenai pupuk organik ini membuka jalan untuk mengurangi penggunaan pupuk buatan sehingga ke depan akan lebih bisa menjaga kesuburan tanah dengan mineral-mineral tanah yang dapat memenuhi kebutuhan tanaman pangan. Apalagi di dukung dengan kebijakan pemerintah yang akan menjadikan Pertanian sebagai salah satu tonggak penopan ekonomi negara.

source :  H. Soewirdjo, S. P. (Penyuluh Pertanian di BPP Demung) dan Google


Photobucket
Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!