.

.

Rabu, 01 Februari 2012

Written on

TIPS dan TRIK PETERNAK CANGGIH : Jerami Padi Fermentasi (Silase) Sebagai Pakan Ternak Sapi


Usaha sapi potong yang diperuntukkan untuk  menghasilkan daging  berkualitas baik, pada umumnya dihadapkan pada masalah ketersediaan  pakan baik berupa hijauan maupun konsentrat.  


Produksi hijauan pakan menjadi lebih terbatas karena pertambahan penduduk yang membutuhkan lahan untuk pemukiman, perluasan lahan untuk produksi pangan dan pembangunan subsektor lainnya. 


Oleh sebab itu penyediaan pakan memerlukan pengolahan limbah pertanian yang relatif sederhana untuk mendukung ketersediaan pakan sepanjang tahun. Tips berikut ini nanti, memang disarankan buat Anda yang ingin Beternak Sapi secara Canggih.

Potensi panen jerami adalah 1,4 kali dari hasil panen padi (Kim&Dale-2004). Sehingga jika panen padi 8 ton gabah akan diperoleh jerami sebanyak 11,2 ton jika setahun panen padi dua kali potensi jerami ada 22,4 ton, jika selama 10 tahun, 2240 ton jerami. Wow, fantastis!

Jerami padi merupakan limbah pertanian yang tersedia dalam jumlah cukup banyak dibanding dengan limbah pertanian lainnya, serta mudah diperoleh untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan sebagian menjadi kompos.  Ternak sapi  yang menkonsumsi jerami padi menghasilkan  kotoran (pupuk kandang), yang nantinya apabila dikelola secara baik, akan menjadi pupuk organik dan akan  bermanfaat optimal bagi tanaman. Jerami padi dapat digunakan untuk pakan sapi potong dewasa sebanyak 2-3 ekor sepanjang tahun.  Sehingga pada lokasi yang mampu panen 2 kali setahun akan tersedia pakan berserat untuk 4 – 6 ekor sapi.       


Hambatan pemanfaatan jerami padi secara luas sebagai sumber pakan ternak adalah rendahnya nilai nutrisi bila dibandingkan dengan hijauan pakan.  Untuk mengatasi hal tersebut, maka dapat diperbaiki dengan teknologi untuk meningkatkan nilai gizi jerami padi

Cara  yang relatif murah, praktis dan hasilnya sangat disukai ternak sapi adalah melalui proses fermentasi dengan menambahkan bahan mengandung mikroba proteolitik, lignolitik, selulitik, lipolitik dan bersifat fiksasi nitrogen non simbiotik (RAGI TAPE JERAMI). Hal ini akan meningkatkan motivasi untuk meningkatkan ternak sapi yang dipelihara.






Proses Pembuatan Jerami Padi Fermentasi

Pembuatan jerami padi fermentasi dengan sistem terbuka.  

Proses fermentasi terbuka dilakukan pada tempat terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. 

Bahan-bahan yang digunakan untuk menghasilkan 1 ton jerami fermentasi adalah : 
  • 1 ton jerami padi segar, 
  • RAGI TAPE JERAMI.  1 botol , 
  • Urea 2,5 kg, dan air secukupnya.

Cara Pembuatan :

Proses pembuatan dibagi dua tahap, yaitu 

  • Tahap Fermentatif dan 
  • Tahap Pengeringan serta Penyimpanan. 


Tahap pertama
  1. jerami padi yang baru dipanen dari swah dikumpulkan pada tempat yang telah disediakan, dan diharapkan masih mempunyai kandungan air 60%. 
  2. Jerami padi segar yang akan dibuat menjadi jerami padi fermentasi ditimbun dengan ketebalan kurang lebih 20 cm kemudian disiram dengan larutan Ragi Tape Jerami dan urea. 
  3. Tumpukan jerami tersebut dapat dilakukan hingga ketinggian sekitar 3 meter.  
  4. Setelah pencampuran dilakukan secara merata, kemudian didiamkan selama 21 hari agar proses fermentatif dapat berlangsung dengan baik.  




Tahap kedua, adalah proses pengeringan dan penyimpanan jerami padi fermentasi. Pengeringan dilakukan dibawah sinar matahari dan dianginkan sehingga cukup kering sebelum disimpan pada tempat yang terlindung. Setelah proses pengeringan ini, maka jerami padi fermentasi dapat diberikan pada ternak sebagai  pakan pengganti rumput segar.





Selain penambahan Jerami Padi Fermentasi  (Silase), Anda dapat  menyertakan dalam minuman Ternak Anda minuman-minuman yang baik, semisal NUTRIZIM TERNAK. Bahan ini merupakan suplemen bisa menambah nafsu makan ternak Anda, juga menyuplai nutrisi-nutrisi bermanfaat sehingga Domba Anda akan tumbuh dan menghasilkan.

Jika Anda memperhatikan persawahan kita sangat banyak memproduksi jerami dalam setiap musimnya. Sebagian besar kita tidak memanfaatkannya dan membiarkannya terbuang percuma bahkan dengan sengaja dibakar dengan dalih untuk kebersihan lahan.


source : 
epetani dot deptan dot go dot id
google


Share this case:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Donasi

Klik saja !!

klik saja

Klik saja !!

Klik saja !!