.

.

Selasa, 06 Maret 2012

Written on

Analisa Ekonomi Budidaya Tanaman Melon, Betapa Menguntungkannya



Berikut adalah analisa ekonomi Budidaya Tanaman Melon, data kami peroleh dari pemaparan dan presentasi beberapa sumber. Diantara sumber yang sudah mencoba membudidayakan tanaman Melon adalah di Nusa Tenggara. Dari analisa tersebut dan data yang akan disajikan dalam pemaparan berikut ini, betapa bahwa usaha budidaya Tanaman Melon akan sangat menjanjikan keuntungan. Kuncinya ada pada proses pemantauan hama dan penyakit tanaman, distribusi pasar dan pengaturan tanam. Demikian yang sempat didengar dari beberapa petani Melon sukses. Jika Anda membutuhkan pendampingan budidaya, silahkan menghubungi penyuluh pertanian di sekitar Anda. Informasi ini dapat Anda pergunakan sebagai acuan untuk usaha Budidaya Melon. Semoga bermanfaat.


Analisis Usaha Budidaya

Contoh analisis pasar pada penanaman melon dilahan terbuka dengan menggunakan mulsa PHP. Luas lahan 1 ha, populasi 3.000 tanaman di daerah Jawa Barat pada tahun 1999.

1) Biaya produksi

1. Penyiapan lahan/pembentukan bedengan

- Sewa tanah 1 musim tanam (4 bulan)                                  Rp.       850.000,-
- Pembukaan/pembersihan lahan 50 HKP @ Rp. 7.000,-   Rp.       350.000,-
- Pembentukan bedengan kasar 100 HKP @ Rp. 7.000,-  Rp.       700.000,-
- Tenaga pengapuran 20 HKP @ Rp.7.000,-                       Rp.       140.000,-
- Penebaran pupuk kandang 45 HKP @ Rp. 7.000,-             Rp.       315.000,-
- Penebaran pupuk kimia,pasang, mulsa 65HKP @Rp.5.000,- Rp.    455.000,-

2. Benih dan mulsa PHP
- Benih melon 500 g                                                                Rp.    2.301.350,-
- Mulsa PHP 10 rol (200 kg) @ Rp. 5.725,-                            Rp.    1.145.000,-

3. Pupuk dan kapur pertanian
- Pupuk kandang 27 ton @ Rp. 150.000,-                              Rp.    4.050.000,-
- ZA 630 kg @ Rp. 1.250,-,-                                                    Rp.       787.500,-
- Urea 450 kg @ Rp. 1.500,-,-                                                 Rp.       675.000,-
- TSP/SP-36 900 kg @ Rp. 1.800,-                                         Rp.    1.620.000,-
- KCl 720 kg @ Rp. 1.650,-,-                                                   Rp.    1.188.000,-
- Borate/Fertibor 18 kg @ Rp. 5.000,-                                     Rp.         90.000,-
- Kapur pertanian 1.800 kg @ Rp. 300,-                                 Rp.       540.000,-

4. Penyiapan bibit dan penanaman
- Plastik semai polibag 5 kg @ Rp. 10.000,-                           Rp.         50.000,-
- Plastik transparan 50 m @ Rp. 1.800,-                                 Rp.         90.000,-
- Tenaga kerja semai 75 HKW @ Rp. 5.000,-                        Rp.       375.000,-
- Penanaman 50 HKW @Rp.5.000,-+30 HKP @ Rp. 7.000,- Rp.       460.000,-

5. Pestisida dan pupuk daun
- Karbofuran 36 kg @ Rp. 5.000,-                                           Rp.       180.000,-
- Insektisida semprot 15 liter @ Rp. 80.000,-                          Rp.    1.200.000,-
- Fungisida 25 kg @ Rp. 50.000,-                                           Rp.    1.250.000,-
- Pupuk daun 10 kg @ Rp. 10.000,-                                       Rp.       100.000,-
- Perekat-perata 10 liter @ Rp. 10.000,-                                 Rp.       100.000,-

6. Pemeliharaan tanaman
- Tenaga semprot 60 HKP @ Rp. 7.000,-                               Rp.       420.000,-
- Pemupukan NPK/KNO3 80 kg @ Rp. 2.400,-                      Rp.       108.000,-
- Tenaga pemupukan kocoran & penyiangan 25 HKW @ Rp. 5.000,- Rp.         96.250,-
- Pemangkasan cabang 15 HKW @ Rp. 5.000,-                    Rp.         75.000,-

7. Panen
- Tenaga panen 20 HKP @ Rp. 7.000,- + 10 HKW @ Rp. 5.000,- Rp.       190.000,-

8. Lain-lain
- Belanja peralatan (3 sprayer, embrat, drum, dsb)                Rp.       900.000,-
- Gubuk tempat tinggal dan penyimpanan alat                       Rp.       375.100,-
- Tenaga keamanan (1 bulan)                                                 Rp.       150.000,-

Biaya tak terduga sebesar 5%                                                Rp.    1.066.310,-

Jumlah biaya produksi Rp.   22.392.510,-

2) Penerimaan


  1. Misalnya rata-rata produksi tanaman 2,25 kg (rata-rata dipelihara 1 buah) maka produksi per 1.000 m ditaksir mencapai 6.750 kg.
  2. Jika diperhitungkan tingkat kerusakan tanaman  (loss) 5% maka hasil yang hilang sebesar 337.5 kg melon sehingga produksi bersih melon menjadi 6750 kg – 337.5 kg = 6412.5 kg.
  3. Sebagai contoh hasil yang diperoleh terdiri dari 
    1. 65% kelas M1 ; 
    2. 25% kelas M2 dan 
    3. 10% kelas M3. 
  4. Jika harga melon kelas M1. Rp. 4.000,-; kelas M2 Rp. 3.000,- ; kelas M3 Rp. 2.500,- maka penerimaan penjualan melon.
    1. Kelas M1 = 65% x 6412.5 kg x Rp. 5.000,- Rp.  20.840.625,-
    2. Kelas M2 = 25% x 6412.5 kg x Rp. 4.000,- Rp.    6.412.500,-
    3. Kelas M3 = 10% x 6412.5 kg x Rp. 3.000,- Rp.    1.923.750,-
Jumlah penerimaan Rp.  29.176.875,-

3) Keuntungan Rp.    6.748.365,-

4) Parameter kelayakan usaha
1. Rasio biaya dan Pendapatan (Benefit Cost Ratio/BCR) = 1,30



Catatan: HKP = hari kerja pria (8 jam sehari), HKW = hari kerja wanita (6 jam sehari).

Gambaran Peluang Agribisnis

Agribisnis melon harus dilakukan secara cermat dan tetap selalu waspada. Walau berdasarkan analisis budidaya agribisnis melon menunjukkan prospek yang menjanjikan, tapi suatu ketika penyemprotan tertunda atau hal-hal sepele lainnya tidak diperhatikan maka keuntungan yang sudah dapat dibayangkan akan menjadi sirna seketika.
Di era perdagangan menuju pasar bebas, persaingan semakin ketat. Perlu dicarikan pasar khusus untuk dapat mendongkrak harga jual. Buah yang berkualitas tinggi yang ditawarkan akan layak mendapatkan harga jual yang tinggi pula. Informasi harga pasar dicari sebanyak-banyaknya sebelum panen berlangsung. Rantai tata niaga dipelajari seteliti mungkin. Diusahakan rantai teRp.endek untuk mendapatkan harga jual tertinggi.

STANDAR PRODUKSI
Ruang Lingkup

Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya, khususnya petani melon, Pemerintah menetapkan kebijaksanaan dalam memilih urutan jenis tanaman pertanian/hortikultura. Dalam ruang lingkup berikut telah disusun beberapa pedoman sebagai berikut:


  • Mengutamakan jenis tanaman melon yang bernilai ekonomi tinggi, untuk meningkatkan pendapatan petani melon, baik untuk konsumsi dalam maupun luar negeri.
  • Mengutamakan jenis tanaman yang dapat memberi kesempatan tenaga kerja lebih banyak.
  • Mengutamakan jenis tanaman melon yang mempunyai prospek pasar dan pemasaran yang baik.
  • Mengutamakan jenis tanaman melon yang dapat mempertinggi nilai gizi masyarkat
.
Diskripsi


Berdasarkan uraian diatas, tanaman melon merupakan salah satu tanaman prioritas utama yang perlu mendapatkan perhatian diantara tanaman-tanaman hortikultura. Buah melon mempunyai harga yang relatif lebih tinggi dibanding tanaman hortikultura pada umumnya. Hal ini memberi banyak keuntungan kepada petani atau pengusaha pertanian tanaman melon. Dan ini memungkinkan adanya perbaikan tata
perekonomian Indonesia, khususnya dari bidang pertanian.


Klasifikasi dan Standar Mutu


Untuk klasifikasi standar mutu dan syarat produk yang berlaku dipasaran maka kita harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:


  1. Melon yang diproduksi harus diberi merek, yaitu dengan menempelkan stiker pada buah;
  2. Kepercayaan yang telah diberikan oleh pelanggan harus dijaga;
  3. Pangsa pasar harus diperkuat, dan kontinuitas (keberlanjutan) produksi melon harus dijaga;
  4. Buah melon yang berkualitas (kelas M1) harus dikemas sedemikian rupa untuk memberikan kepuasan pelanggan.

Pengambilan Contoh

Dalam pengambilan contoh untuk penanganan produksi selanjutnya, umur melon kurang lebih 56–65 HST, buah melon yang berukuran besar mempunyai berat ratarata 2,5 kg, ukuran sedang 1,0–2,5 kg, dan ukuran kecil berat buah sekitar 400 gram.

Pengemasan

Untuk pengemasan yang standar dapat menggunakan kotak kayu atau dapat juga menggunakan rajutan benang yang mirip dengan jala. Dengan kemasan rajutan benang akan lebih terjamin dibanding dengan menggunakan kotak kayu.


source : Lembaga Riset Teknologi Republik Indonesia
Share this case:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Donasi

Klik saja !!

klik saja

Klik saja !!

Klik saja !!