.

.

Senin, 26 Maret 2012

Written on

Apa sih, Tomcat itu ?. Gunakan Pestisida Nabati Pesso Plus untuk Mengendalikannya

Tomcat merupakan serangga yang paling populer akhir-akhir ini. 


Nama Tomcat mendadak terkenal dan menjadi pemberitaan utama di media-media cetak maupun televisi. Apa itu Tomcat ? berbahayakah ? dan bagaimana cara mengatasinya ?

Kalo dipisah-pisah, TOMCAT, itu berasal dari 2 suku kata bahasa inggris. Tom = Belang/Burik, Cat = Kucing. Jadi Tomcat itu adalah Kucing Belang. Ahahahahahaha, nggak - nggak...becandaaa hihihihi. 


Tapi arti sebenarnya adalah Serangga Tomcat (nama ilmiah: Paederus littoralis)adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang termasuk dalam keluarga besar Kumbang (Staphylinidae), terutama dibedakan oleh panjang pendeknya penutup pelindung sayap ("sayap berlapis") yang meninggalkan lebih dari setengah dari pertt mereka terbuka. 

Ciri-ciri hewan ini adalah memiliki panjang sekitar 6.5 - 7 mm, kepala berwarna hitam, dada dan perut berwarna oranye serta memiliki dua pasang sayap kebiruan yang tidak menutupi seluruh abdomen.




Habitat hidup dari serangga yang telah hidup sejak zaman dinosaurus atau sekitar 200 juta tahun silam ini adalah di daerah pertanian (sawah, misalnya) dan lebih menyukai daerah lembab.

Paederus Littoralis atau dalam bahasa inggris disebut Roove Beetle, lebih dikenal oleh masyarakat pedesaan dengan nama semut kanai atau semut sayap. Serangga ini dinamakan Tomcat karena sepintas mirip dengan pesawat tempur Amerika, Tomcat F-14. Coba aja cari di Google, jika Anda menggunakan kata kunci "tomcat" maka yang akan muncul adalah pesawat F-14 Amerika dan bukan gambar dari serangga ini.

Untuk lebih mengenal lebih jauh serangga yang sedang naik daun ini, berikut adalah Taksonomi-nya.
    • Kingdom         :  Animalia
    • Phylum           :  Arthropoda
    • Class              :  Insecta
    • Order             :  Coleoptera
    • Family            :  Staphylinidae
    • Genus            :  Paederus
    • Spesis            :  Paederus Littoralis
Gambar Daur Hidup Serangga ini adalah sebagai berikut :


Siklus hidup serangga ini terdiri dari telur, larva, pupa dan imago (serangga dewasa) yang berbentuk kumbang yang berlangsung sekitar 18 hari. Kumbangnya sendiri dapat hidup hingga 3 bulan. Seekor kumbang betina dapat meletakan telur sebanyak 100 butir telur.

Serangga ini berkembang biak di dalam tanah di tempat-tempat yang lembab, seperti di galangan sawah, tepi sungai, daerah berawa dan hutan. Telurnya diletakkan di dalam tanah, begitu pula larva dan pupanya hidup dalam tanah. Setelah dewasa (menjadi kumbang) barulah serangga ini keluar dari dalam tanah dan hidup pada tajuk tanaman.

Kumbang ini sejatinya adalah serangga pemangsa (predator) hama-hama pada tanaman pertanian sehingga peranannya adalah sebagai serangga yang berguna yang perlu dipertahankan keberadaannya.
Contohnya pada tanaman kedelai, serangga ini memangsa telur dan larva hama ulat Helicoverpha armigera, juga pada tanaman padi serangga ini memangsa wereng coklat dan beberapa serangga hama kecil lain seperti kutu, aphid, dan sebagainya.





Serangga ini aktif pada siang hari mencari mangsa pada pertanaman, sedang pada malam hari serangga ini akan tertarik pada cahaya lampu. 
Photobucket

  1. Tomcat berwarna dominan hitam kecoklatan dengan sayap berwarna biru kehitaman. Bagian perutnya berwarna oranye kemerah-merahan. 
  2. Tomcat terlihat seperti semut dengan antenanya namun tubuhnya lebih panjang. 
  3. Tomcat biasa ditemukan di daerah lembab karena itulah habitat aslinya. Biasanya Tomcat berkembang biak di sawah, sekitar sungai, dan r`wa-rawa. 
  4. Tomcat sangat tertarik pada cahaya, terutama cahaya lampu. Biasanya serangga ini terbang mengitari lampu. 
  5. Tomcat biasanya terbang berkelompok namun hanya kelompok kecil. Namun tak jarang juga mereka terbang sendirian.
Gambar Tomcat yang Ditangkap Warga di Sumber Malang- Situbondo
Source : Niharudin Memo
Sebenarnya Fenomena Tomcat ini adalah hal yang biasa terjadi dimasyarakat. Dan mengapa bisa sampai seheboh ini adalah karena pemberitaan media masa

Berbahayakah Tomcat ini ?

Tidak perlu panik  atau bisa dikatakan "lebay" dengan adanya fenomena Tomcat ini, karena ini adalah hal yang biasa. Para petani sudah sangat familiar dengan serangga yang satu ini dan tidak pernah mendapat masalah dengannya.

Tomcat tidaklah begitu berbahaya seperti judul-judul headline surat kabar yang menyeramkan itu, bahkan hewan ini sebenarnya membantu petani  mengatasi hama wereng. Tomcat adalah Agensi Hayati yang bermanfaat untuk mengurangi Populasi Wereng dalam Tanaman Padi. Populasi serangga tomcat ini meningkat seirama dengan umur tanaman padi, dan mencapai puncaknya pada saat padi berumur 1.5 bulan dan terus stabil sampai masa panen tiba. 



Tomcat dan Racun Paedirin

Hewan ini memiliki racun dalam perutnya yang dinamakan Hemolimfi, yang mengandung toksin bernama paederin. Konon katanya, racun ini dua belas kali lebih berbahaya dibandingkan dengan racun ular kobra. Waw !!!
Photobucket



Gambar Susunan Kimia Paedirin
Source : bahrurrohmah 


Penuturan seorang Ahli terhadap Iritasi akibat Racun Paedirin



Formula Anti Radang :
Struktur Formula Hydrocortison
Dalam sebuah dialog dengan seorang ahli, kulit yang mengalami peradangan akibat terkena serangga Tomcat jangan diolesi minyak angin atau balsem untuk menghindari iritasi yang lebih parah, kata pakar penyakit kulit dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Niken Indrastuti.

"Kulit yang mengalami peradangan atau dermatitis perlu dikompres dengan air dingin," kata dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin itu di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia tindakan pertama yang harus dilakukan jika terkena serangga Tomcat atau kumbang Paederus itu adalah dengan mencuci bagian tubuh yang bersentuhan dengan serangga tersebut menggunakan air atau sabun.

"Pengobatan bisa dilakukan dengan mengoleskan salep Hydrocortisone pada daerah yang terluka. Namun, tidak semua kasus dapat diobati dengan Hydrocotisone, tergantung dari besaran dan tingkat keparahan iritasi," katanya.


Ia mengatakan, jika kondisi luka memburuk sebaiknya penderita langsung dibawa ke rumah sakit atau dokter. Racun paederin tidak mematikan, tetapi yang membahayakan jika terjadi infeksi sekunder.

"Sebenarnya racun itu tidak berbahaya, tidak mematikan. Bahayanya jika ada kuman yang masuk pada kulit yang terluka akan menyebabkan infeksi sekunder," katanya.

Menurut dia, penyakit yang terjadi karena racun paederin itu merupakan penyakit yang ditularkan melalui kontak dengan kulit.

"Selain menyentuh secara langsung kumbang Paederus, penularan dapat terjadi melalui kontak dengan barang-barang yang digunakan penderita seperti handuk dan pakaian," katanya.

Ia mengatakan, untuk meminimalkan penularan, masyarakat sebaiknya menjaga kebersihan dengan tidak menggunakan barang-barang yang telah terkena racun paederin.

"Jadi, masyarakat sebaiknya jangan memakai handuk yang telah digunakan untuk mengelap atau mengkompres luka penderita karena akan menularkan racun paederin," kata Niken dalam Lampung Post 

Alasan mengapa serangga ini bisa ada di rumah-rumah penduduk adalah karena terbawa angin, kan sekarang lagi musim angin kencang dan hujan. Seperti halnya Wereng, Tomcat juga suka mengitari cahaxa lampu. 

Bagaimana Cara Anda Berlaku Ketika Ada  si Tomcat ini ?

Jika si Tomcat hinggap di tubuh Anda, jangan memencet atau membunuhnya karena karena lendir serangga ini adalah racun yang bisa menyebakan iritasi. Cukup dengan meniup atau dengan menggunakan kertas.

Jika Anda memencetnya, maka Gejala awal terkena racun tomcat adalah seperti kulit terasa gatal-gatal , memerah, dan panas lokal. Jika seseorang mengalami gejala demikian, jangan digosok atau dihapus dengan tangan dan sebaiknya tidak mengoleskan pasta gigi,  minyak tawon, minyak kayu putih atau obat lahn yang tidak disarankan oleh dokter. Cukuplah dengan mengaliri air pada kulit yang kena iritasi racun tomcat tersebut agar racunnya hilang terbawa air.

Menurut beberapa sumber iritasi yang ditimbulkan oleh racun tomcat ini sendiri sebenarnya bisa hilang dalam waktu 6 hari dengan sendirinya.


Pencegahan serangan Tomcat terhadap manusia


  1. Untuk menghindari gangguan Tomcat dapat dilakukan dengan mengurangi penerangan dan menutup rapat jendela `serta pintu rumah.
  2. Hindari duduk di bawah penerangan lampu.
  3. Pasang kelambu dan menggunakan pakaian yang tertutup juga dapat mengurangi kontak ke badan
  4. Gunakan lotion anti serangga sebelum tidur.
  5. Apabila serangga ini masuk rumah dan menempel pada kulit kita, upayakan jangan diganggu atau digencet karena akan mengeluarkanm cairan racun paederin yg dapat nmenyebabkaniritasi kulit dengan gejala memerah dan melepuh seperti terbakar (dermatitis), terlebih apabila di garuk, tapi diusir dengan ditiup atau diusir dengna kain.
  6. Apabila cairan racun serangga ini sudah menempel di kulit atau di baju segera basuh dengan air sabun hingga bersih , karena efek racun ttersebut belum akan bereaksi dengan kulit hingga 12 -36 jam
Pengendalian Serangga Tomcat (kumbang Paederus)
  1. Upaya pegendalian yang mungkin dapat diupayakan yaitu dengan memasang perangkap lampu pada malam hari. Memasang perangkap kuning berperekat pada pertanaman juga dapat mengurangi poppulasi serangga tersebut.
  2. Penyemprotan tanaman dengan pestisida nabati berbahan tanaman mimba, serai wangi, minyak cengkeh dsb. di sekitar rumah. Anda dapat pula menggunakan Produk Herdinbisnis, yaitu Pesso Plus dan 4 Plus. Silahkan hubungi 0812.4941.2121.
  3. Menjaga keseimbangan predator dan mangsa
  4. Peristiwa Outbreak kumbang tomcat seperti terjadi di Surabaya, pernah pula dilaporkan terjadi di negara lain, seperti di Okinawa-Jepang (1966), Iran (2001), Sri Lanka (2002), Pulau Pinang- Malaysia (2004 dan 2007), India Selatan (2007), dan Iraq (2008).


Peningkatan populasi Tomcat (Paederus Fuscipes)

Peningkatan populasi Paederus fuscipes seperti yang terjadi baru-baru ini di Jawa Timur dapat disebabkan oleh beberapa factor antara lain:

  • Berkurangnya populasi mangsa (hama) karena penggunaan pestisida yang berlebihan
  • Berkurangnya Mangsa yang tersedia karena adanya perubahan lingkungan misalnya panen sehingga populasi mangsa berkurang, akibatnya populasi kumbang ini menyebar mencari mangsa hingga ke perumahan penduduk
  • Alih fungsi lahan pertanian (menjadi perumahan dsb ) yang merupakan tempat hidup serangga mencari mangsa menyebabkan serangga tersebut hidup pada pertanaman di sekitar perumahan dan akan tertarik pada cahaya lampu di perumahan tersebut.
  • Ada dugaan dan kemungkinan populasi sereangga ini meningkat menjelang berakhirnya musim hujan.
  • Akibat kebiasaannya yang hampir serupa dengan wereng, yang suka mengikuti sumber cahaya, diduga hewan ini mengikuti perjalanan kendaraan-kendaraan umum yang berhenti di pusat Kota Propinsi, Surabaya.


Dan jika populasi tomcat meningkat secara signifikan di daerah Anda, ANDA TIDAK PERLU PANIK. Hubungi saja Petugas Pertanian dan Petugas Kesehatan setempat, khususnya 


  1. POPT (Petugas Organisme Pengganggu Tanaman), 
  2. Penyuluh Pertanian atau 
  3. Mantri Pertanian, 
  4. Mantri Kesehatan
  5. Bidan
  6. Dokter
  7. Kantor Dinas Pertanian dan Kantor Dinas Kesehatan setempat.




Foto-foto Tomcat ?, bisa klik disini

Photobucket
disarikan dari berbagai Sumber
Share this case:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Donasi

Radio Streaming Herdinbisnisdotcom


Get the Flash Player to see this player.


MENYIMAK di WINAM