.

.

Selasa, 06 Maret 2012

Written on

Betapa Menguntungkannya Budidaya Melon



Anda pasti sudah tahu tentang Tanaman melon bukan ?, Tanaman ini telah lama dikenal karena kesegaran daging buahnya yang manis dan nyaman. Budidaya melon diakui oleh salah seorang petani tidak rumit dan tidak jauh berbeda dengan budidaya hortikultura lainnya, karena petani sudah biasa mengusahakan seperti tanaman cabe, tomat, mentimun dan lain sebagainya.  Dalam identifikasi peluang pasar ternyata harga melon cukup menjanjikan, permintaan cukup tinggi  dan relatif stabil,  serta sudah masuk ke minimarket-minimarket.



Tanaman melon membutuhkan lokasi yang mendapat sinar matahari penuh.  Sekitar 10 sampai 12 jam per hari. Sedangkan suhu udara ideal adalah 28 sampai 30 0 C per hari.  Namun kisaran suhu dan kelembaban wilayah tanam harus cukup longgar. Yaitu  30 sampai 37 0 C untuk suhunya. Sedangkan kelembaban antara 45 sampai 65 %. Ketinggian lokasi tanam paling ideal adalah 1. 000 m dpl. dengan derajat keasaman 5,8 sampai 7,2. Tetapi yang paling ideal adalah 6,0 sampai 6,8. Bila keasaman lebih rendah dari angka ini, lahan tanam perlu diberi kapur dolomit 1 sampai 2 ton per hektar. (Bambang, epetani)

Di Nusa Tenggara telah dilaksanakan sebuah Demonstrasi Budidaya Tanaman Melon tersebut, dilaksanakan oleh sebanyak 4 petani kooperator dengan luas ujicoba 0,25 ha (jumlah populasi 3.750 tanaman). Dimana pembelajaran diikuti oleh 30 orang (25 laki-laki dan 5 perempuan). Target pemenuhan pengembangan seluas 25 ha. Untuk mengantisipasi lonjakan produksi, pengaturan jadwal tanam sangat menentukan. Petani sepakat penanaman melon diatur sedemikian rupa sehingga permintaan pasar per minggu dapat terpenuhi, caranya dengan  mengatur interval penanaman selang satu minggu dengan luas yang ditentukan sesuai permintaan pasar.

Teknik penanaman melon yang dikembangkan saat ini masih secara konvensional (ditanam di lahan) dengan beberapa introduksi teknologi, antara lain penggunaan varietas unggul (MAI 116), pembuatan bedengan dengan mulsa plastik, benih disemaikan terlebih dahulu, bibit ditanam setelah berumur 10-12 HSS (2-3 helai daun), menggunakan ajir, penggunaan pupuk organik (5-10 ton/ha),  pupuk kimia N, P dan K dan pemeliharaan secara intensif (penyiraman, mengikat, memangkas, seleksi bunga dan buah serta pengendalian hama dan penyakit). 

Agar tidak rebah dan merambat, tanaman melon yang sudah mencapai tinggi 40 - 50 cm diikatkan pada ajir yang telah disediakan menggunakan tali rafia. Begitu seterusnya, pengikatan dilakukan setiap jarak 40 - 50 cm hingga tanaman melon mencapai ketinggian 2,0 m. 

Calon buah melon yang dipelihara adalah bunga yang terdapat pada cabang lateral ruas ke 9 - 12. Buah yang jadi dilakukan sortir setelah buah sebesar telur itik dan hanya dipelihara/ dipilih yang sehat (1 buah/tanaman). 

Buah melon dapat dipanen pada tingkat kematangan yang cukup yaitu pada umur 65-70 hari setelah  tanam. Buah matang dicirikan oleh: warna mulai berubah, retak pada tangkai buah, jaring pada permukaan kulit buah tampak lebih tegas, aroma buah mulai menusuk hidung, dan daun sudah mulai mengering.  

Cara panen, dengan memotong tangkai buah dengan berbentuk huruf “T”, maksudnya agar tangkai buah terlihat utuh dan memudahkan untuk membawanya. (Farida, epetani)

Analisa usaha (luas 0,25 ha = 3750 tanaman):
  • Produksi yang dihasilkan dapat mencapai berat rata-rata 1,8 kg/buah sehingga diperoleh hasil sebanyak 6.750 kg.
  • Harga melon (tingkat petani) Rp. 5.000,00/kg = Rp. 33.750.000,00
  • Biaya produksi Rp. 2.300,00/tanaman atau sebesar Rp. 8.625.000,00
  • Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 25.125.000,00
  • B/C ratio : 2,91 %.
Share this case:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Donasi

Radio Streaming Herdinbisnisdotcom


Get the Flash Player to see this player.


MENYIMAK di WINAM