.

.

Senin, 12 Maret 2012

Written on

Membuat Pakan Bebek Lebih Efektif, dengan Ragi Tape Jerami : Solusi Ekonomis dan Cerdas

harga 25 ribu/botol. Ada harga spesial.
Lagu lama dalam seluruh budidaya unggas adalah masalah pakan. Harga pakan konsentrat pabrik yang menjulang tinggi seringkali memperkecil margin keuntungan para peternak unggas bahkan menyiutkan nyali peternak pemula.
Permasalahan yang dihadapi pada usaha produksi daging bebek  adalah biaya produksi yang cukup tinggi, kira-kira 50% lebih tinggi dibanding biaya produksi ayam potong. Penyebabnya adalah rasio konversi pakan yang tidak sebaik seperti pada ayam potong. Untuk mencapai bobot badan antara 1100-1200 g diperlukan waktu 10 minggu dengan konversi pakan 4,19-6,02.
Terkhusus ternak bebek memang masalah pakan relatif lebih moderat karena pakan bebek tidak mutlak bergantung dari konsentrat pabrik. Hanya pada minggu-minggu awal pemeliharaan diperlukannya, maksimal sampai umur 1 bulan (untuk bebek pedaging). Selanjutnya sumber karbohidrat dan protein tinggi bisa diperoleh dari bahan yang ada di sekitar yaitu dari limbah agroindustri.


Ada satu pengalaman saat menyarankan seorang rekan, peternak bebek di Bogor yang berdomisili di Jawa Barat pada awal bulan puasa tahun 2010 yang lalu. Beliau ditanya apakah pernah memfermentasi pakan bebeknya. Dijawab belum pernah. Apa bisa? Gunanya apa?
Lantas  kepadanya disarankan memanfaatkan Ragi Tape Jerami. Sedianya produk ini didesain untuk memfermentasi bahan pakan untuk ternak besar (Ruminansia khususnya) seperti sapi, kambing, kuda, lembu, dan sebagainya. Namun setelah terdapat pengalaman dan informasi tentang kandungan didalamnya ternyata kandungan bakteri aktifnya sangat memungkinkan untuk dipakai memfermentasi pakan bebek yang memang biasanya diberikan dalam keadaan basah (lembab).
Dan diberilah sebuah  resep kilat dan ampuh,  5 gr Ragi Tape Jerami per 10 kg pakan (Yang bersangkutan kemudian meracik pakan berupa bekatul, nasi aking, jagung sisa pipilan yang terbuang, gabah hampa, ampas kelapa). Dengan dibasahi sekedar lembab dengan ramuan ragi, pakan diperam 2 hari di wadah tertutup. Fermentasi dinyatakan selesai manakala muncul salah satu atau lebih dari tanda-tanda berikut ini:
1. Timbul bau wangi karamel (seperti bau gula yang digoreng tanpa minyak).
2. Muncul kapang/jamur berkelompok berwarna putih atau kuning.
3. Saat wadah diraba, terasa temperatur hangat.
Setelah itu, buka tutup wadah untuk dikeringanginkan dan siap dihidangkan ke bebek peliharaan. Jangan ditutup lagi karena bisa menyebabkan proses fermentasi berlanjut. Jika fermentasi terlalu lama, pakan bisa menjadi terlalu lembek dan aromanya menjadi terlalu kuat.
Alhasil, pakan jadi wangi karamel yang membuat para bebek demikian lahap menyantapnya. “Kalaunya tidak saya batasi, bebek-bebek maunya makan terus”‘ ujar Sobat kita tersebut dengan senang. Sekarang tak ada lagi pakan basi karena tidak habis ini masih bisa dimakan besok. Hebatnya, bebek yang telah lepas konsentrat pabrik di akhir minggu 2 ini menunjukkan perkembangan yang amat signifikan. Di umur 1 bulan bobotnya mencapai 500 gr-700 gr. Suatu hal yg belum pernah dialami Rekan kita tersebut selama berternak bebek. Biasanya di umur segitu paling standar bobot 400 gr-450 gr.
Alhamdulillah tingkat serangan snot (dengan gejala kepala bengkak dan pilek) hanya menyerang 10% dari populasi dari biasanya mencapai 50%. Beberapa ekor bebek yang terkena serangan ND (leher melintir) yang biasanya tak tersembuhkan, bisa sembuh  dengan sendirinya.
Semua itu diceritakan secara testimonial  via telepon kepada seorang rekan. Komunikasi herdinbisnis dengan beberapa rekan cukup intens dan terus menerus dalam pengembangan Pertanian Organik, termasuk pengembangan teknologi Pembuatan Pakan alternatif yang efisien dan ampuh semacam ini.

Ada yang baru nieh, beberapa minggu yang lalu (Juni 2012) seorang rekan lain menjelaskan tentang perbandingan bobot itik yang diberi pakan fermentasi semacam ini dengan yang tanpa perlakuan. Hasilnya, bobot itik siap jual bisa mencapai 1500 gram rata-rata.  Hal ini dengan memperhatikan pula proporsionalnya ransum pakan, sebagai berikut :




Pakan bebek yang difermentasi dengan Ragi Tape Jerami akan terangkat nilai gizinya. Protein akan terpecah menjadi bentuk yang siap serap tanpa banyak yang terbuang. Nafsu makan bebek menjadi berlipat-lipat. Sistem imunitas bebek akan terbangun lebih baik

Ini semua bisa terjadi karena Ragi Tape Jerami mengandung:
  1. Bakteri Acetobacter yang mampu menghasilkan senyawa selulosa dengan derajat kemurnian yang tinggi.
  2. Jamur Rhizopus yang memproduksi enzim phytase yang mencerna phytates, sehingga meningkatkan penyerapan mineral seperti zinc, besi, dan kalsium. Proses fermentasi juga mengurangi oligosakarida yang membuat pakan susah dicerna.Tekstur yang dimiliki pakan lebih lunak  karena enzim yang dihasilkan jamur rhizopus selama proses fermentasi meninbulkan perubahan pada protein, lemak, dan karbohidrat. Enzim yang dihasilkan jamur ini `ntara lain lipase, protease dan amilase yang dalam organ pencernaan unggas berfungsi mencernakan lemak, protein dan pati.Jamur Rhizopus memproduksi zat antibiotika alami untuk melawan sejumlah organisme merugikan.
  3. Aspergillus niger yang sejenis jamur yang bersifat fakultatif, dapat berkembang dalam kondisi aerob maupun anaerob. Oleh karena itu, penggunaan mikroba ini untuk fermentasi akan lebih praktis, karena proses fermentasi tidak mesti tertutup rapat. Jamur ini menghasilkan asam sitrat. Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang merupakan senyawa untuk bahan pengawet yang baik dan alami.
Beberapa tips lain - untuk bahan alternatif pakan ternak itik, diantaranya :
  1. Enceng Gondok, bahan ini bisa dicacah sesuai dengan ukuran mulut itik/bebek. Lalu diikutkan dalam pakan fermentasi.
  2. Azolla, bahan ini bisa harus dipastikan kandungan airnya sudah kering. Lalu bisa diikutkan dalam pakan fermentasi.
  3. Ampas tahu, bahan ini juga harus dipastikan kandungan airnya sudah kering. Lalu bisa diikutkan dalam pakan fermentasi.
Mohon pastikan wadah pembuatan Pakan Fermentasi ini dalam keadaan tertutup yang tersedia ruang untuk mengering-anginkan. Keadaan ini bisa dibantu dengan TEMPAT FERMENTASI berupa Karung Bekas Pakan Ternak. Mohon pastikan tidak langsung bersentuhan dengan lantai, agar Ragi Tape Jerami tumbuh sempuna dalam - karena akan menumbuhkan fungi/jamur/kapang yang tidak diinginkan.

Teknik fermentasi ini mendapat dukungan dari hasil penelitian yang dilakukan Litbang Deptan Jawa Barat*.
1 botol Ragi Tape Jerami isi 500 gr cukup untuk memfermentasi 1000 kg bahan pakan (1 ton). Harganya yang murah meriah namun kenyataan manfaatnya yang terbukti nyata InsyaAlloh memberi pencerahan buat kawan-kawan para bebek mania di seluruh Indonesia. Berminat?. Hubungi Kami.
Minimal Order 1 box, 500ribu-17botol
Dapatkan kesempatan memproduksi pakan ternak alternatif murah ini.
Harga 25 ribu/botol. 1 paket isi 25 botol. (lain ongkir).
Cara Pesan : SMS - Ketik Nama, Alamat, Ragi Tape Jerami 
kirim ke 0812.4941.2121 
Share this case:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Donasi

Klik saja !!

klik saja

Klik saja !!

Klik saja !!