herdinbisnis.com: Racun Lalat Toxilat, dalam Penuturan Peternak

.

.

Kamis, 22 Maret 2012

Written on

Racun Lalat Toxilat, dalam Penuturan Peternak

18 Maret 2012 oleh Faishal : Sore hari itu mobil Daihatsu Zebra mengantar kami memasuki daerah Kepanjen di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hujan rintik-rintik membasahi sepanjang jalan beraspal menyejukkan kota yang telah dikenal sebagai kota sejuk ini. Lalu lintas kendaraan tidak terlalu padat menjadikan perjalanan lancar dan tenang. Beberapa hari sebelumnya kami telah menghubungi Ibu Dewi, peternak ayam broiler di sana yang telah menjadi pelanggan setia produk kami sejak 3 tahun terakhir. Kami sampaikan bahwa kami akan berkunjung ke peternakannya. Penasaran karena selama ini hanya berkomunikasi melalui telepon.



Hanya sekitar 2 km dari pusat kota persis di Jalan Lawu Ibu Dewi telah menanti kami, berbusana muslimah warna kuning tua dikombinasi dengan bawahan putih dan kerudung putih sebagaimana kami diberitahu melalui telepon. Ini penting karena kami belum pernah bertemu. Sosok wanita pengusaha ternak yang manis ini menyambut kami dengan hangat. Manis senada suaranya yang sering kami dengar. “Selamat datang di Kepanjen,”sambutnya. Langsung saja kami dipandu ke lokasi peternakannya yang terletak agak masuk ke pinggiran Kepanjen. Perlu sekitar 15 menit saja untuk sampai. Pemandangan indah menyapa kami, sawah dengan padi yang menguning ditimpali pohon-pohon kelapa yang menjulang. Nun di tengah sana tampak kandang ayam yang dituju dikelilingi pagar tembok kokoh. Rapi, bersih, modern adalah kesan pertama yang kami dapat menyaksikan kandang ayam broilernya. Sejurus kami diperkenalkan kepada Pak Dandung, suami Ibu Dewi. Masih muda, kalem dan pengusaha tangguh. Sebelum dipersilakan duduk kami serahkan sekedar buah tangan tape asli Bondowoso buat sepasang pendekar ini.
Langsung kami diajak berkeliling menyaksikan kandang ayamnya dan gudang penyimpanan pakan. “Wah, ini hotel buat ayam!”komentar saya saking rapi dan bersihnya. Singkat cerita, Pak Dandung langsung menceritakan pengalamannya beternak ayam broiler selama lebih dari 10 tahun dengan populasi 17.000 ekor. Termasuk kiat-kiatnya dalam menangani lalat.
“Kandang harus selalu bersih agar lalat tidak kerasan,”katanya. Gunakan juga pembasmi lalat yang baik, aman serta ampuh tanpa membebani biaya terlalu banyak. Jatuh pilihan pada Toxilat dan Ralat serta Top Killer  (ketiganya adalah produk Racun Lalat - editor) produk dari saya. Menurut beliau, kehadiran lalat-lalat perlu ditekan semaksimal mungkin agar penularan penyakit melalui vektor lalat bisa diminimalkan. Terlebih pada saat ayam mendekati umur panen, pemakaian obat pembasmi lalat harus intensif. Hasil wawancara kami bisa disaksikan melalui video yang terdapat di sidebar di sebelah kanan halaman ini.
Setelah puas beramah tamah. kami pun pamit undur diri karena hari sudah menjelang malam. Terima kasih Pak Dandung dan Ibu Dewi. Semoga usaha ternak ayam potongnya semakin maju.

Seperti dituturkan oleh Faishal (Team Pemasaran kami) kepada Herdinbisnis.

harga toxilat 80 ribu per kemasan jirigen 500 gram. minimal order 10 jirigen.
Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!