.

.

Rabu, 23 Mei 2012

Written on

PRINSIP DAN SYARAT BUDIDAYA TANAMAN PEPAYA

Budidaya Tanaman Pepaya tak luput dari keadaan lingkungan yang dibutuhkannya. Berikut syarat tumbuh dan beberapa prinsip budidaya tanaman pepaya.



  • Idealnya ketinggian tanah tidak kurang atau lebih antara  300-500 m dpl (diatas permukaan laut).
  • Tinggi air tanah tidak lebih dari 50-150 cm dari permukaan tanah, oleh karena itu hindari menanam pepaya di bekas persawahan ini akan mengakibatkan akar akan tergenang air terus menurus dan akar akan membusuk yang pada akhirnya tanaman akan mati. Akar bila tergenang 2-3 hari mengakibatkan pohon pepaya akan mati.
  • Keadaan tanah yang ideal adalah tanah-tanah latosol/laterit merah, ringan dan gembur dengan pH mendekati netral (6-7) serta subur banyak mengandung bahan organik (humus). Tanah yang lembab akan baik untuk pertumbuhan pohon pepaya.
  • Iklim, tanaman pepaya sangat peka terhadap iklim kritis terutama terhadap suhu dan kelembaban. Tanaman pepaya memerlukan pencahayaan penuh 100%, artinya harus langsung terkena sinar matahari/tempat terbuka, suhu udara berkisar 22-26°C.
  • Curah hujan antara 1.000-2.000 mm pertahun. Daerah yang lembab dan curah hujan cukup tinggi produksi buah akan baik demikian pula terhadap daerah yang mempunyai curah hujan merata sepanjang tahun akan lebih baik terhadap pertumbuhan tanaman pepaya.
  • Angin sangat berperan dalam penyerbukan tanaman pepaya karena akan menerbangkan tepung sari. Namun demikian angin yang terlalu keras akan mengakibatkan pohon tumbang. Oleh karena itu harus ada pohon-pohon pelindung pepaya dari terpaan angin kencang.
  • Dalam pertumbuhannya tanaman pepaya sangat membutuhkan unsur :

    • N (Nitrogen) dibutuhkan untuk pertumbuhan vegetatif seperti akar, batang dan daun. Unsur N bisa diberikan dalam bentuk pupuk, contoh : ZA (amonium zulfat), Urea, pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) .
    • P (Phospor) dibutuhkan untuk pertumbuhan generatif seperti pertumbuhan akar, pembentukan bunga, mempercepat terbentuknya buah dan masaknya buah.
    • Unsur P diberikan dalam bentuk pupuk forfat (DS) dan super fosfat (SP), contoh : Sp 36.
    • K (Kalium) dibutuhkan untuk pembentukan zat karbohidrat/gula pada buah juga memberikan daya tahan tanaman terhadap kekeringan. Unsur K biasanya terdapat bersama dengan unsur P dalam pupuk organik. Pupuk lain yang mengandung unsur K yaitu ZK, abu dari sampah atau dari beberapa jenis kayu yang dibakar, contoh : Kcl.
source : Asosiasi Petani Pepaya Group

Share this case:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Donasi

Radio Streaming Herdinbisnisdotcom


Get the Flash Player to see this player.


MENYIMAK di WINAM