.

.

Sabtu, 30 Juni 2012

Written on

Tips Teknologi Pertanian Organik pada Budidaya Tebu

Pertumbuhan tanaman semakin sehat, daun berwarna hijau segar dan mengkilat.  Anakan produktif tumbuh semakin banyak sehingga secara kuantitas produksi akan meningkat.  Penggunaan TEKNOLOGI PERTANIAN ORGANIK ini dapat meningkatkan nilai rendemen gula, disamping memperbaiki struktur tanah, menguraikan sisa-sisa bahan organik dan pupuk anorganik di dalam tanah sehingga dapat tersedia bagi tanaman.

Pemupukan 

  1. Pupuk Kompos/kandang [diolah dengan Ragi Kompos] dosis 2 ton/ha 
  2. Pupuk Organik Cair Nutrizim 12 botol/ha
  3. Nutrizim PTO 3 botol/ha
  4. Ragi Kompos 2 botol/ha
  5. Nutrizim Pasta Multiguna 12 botol/ha
  6. Pupuk Kimia dikurang 50-80% dari dosis rekomendasi setempat



Pembuatan Larutan induk:

  1. Sediakan drum plastik volume 150-200 liter. Masukkan ± 150gram  ragi kompos + 2 botol nutrizim pasta multiguna + 2 botol poc nutrizim + ± 200gram molasses [tetes tebu] ke dalam drum. Masukan bahan-bahan tersebut sambil ditambahi air sumur sedikit-demi sedikit sambil diaduk [gunakan pengaduk dari kayu/plastik] sampai rata, diperkirakan volume air ± 100 liter.
  2. Tutup rapat dengan plastik dan biarkan ± 2 jam atau sehari semalam.


Waktu Pemupukan & Aplikasi 

  1. Aplikasi larutan induk sebanyak ± 100 liter untuk pengocoran/penyiraman pada lubang tanam/bedengan seluas 1 ha. Jika kemungkinan kurang merata bisa ditambahkan air secukupnya asal penyiraman/pengocorannya dapat merata.
  2. Aplikasi total diberikan sebanyak minimum 6 kali yakni, pra tanam 1 kali, dan susulan 5 kali dengan interval 10-15 hari sekali.
  3. Khusus untuk aplikasi susulan ke-3 sampai ke-5, setiap aplikasi perlu ditambahkan 1 botol Nutrizim PTO guna mengoptimumkan pertumbuhan generatifnya.


Catatan Penting:

  1. Jika kesulitan dalam hal aplikasi kocor/siram bisa dilakukan dgn semprotan namun tetap dengan dosis larutan induk 100 liter per ha setiap aplikasi. Saring terlebih dahulu larutan induk agar tidak menyumbat nozel/sprayer. Sisa endapan  yang timbul jangan dibuang karena dapat digunakan untuk membuat larutan induk selanjutnya. Jika tetes tebu/molases sulit diperoleh dapat digunakan gula jawa/kelapa/aren dengan dosis sama
  2. Dianjurkan bagi petani/relawan tani guna hasil larutan lebih berkualitas dapat membuat  larutan induk di rumah dengan cara: setiap 1 resep tambahkan:
    1. Daun gleresede/cromolena/rondonoleh/tembelekan/munggur/turi dll, bisa salah satu atau kombinasi semuanya, [daun yg beraroma menyengat/”langu”- kandungan N [nitrogen tinggi] sebanyak ± 10 kg dilembutkan.
    2. Kotoran sapi/kerbau/ayam petelur/burung puyuh/kambing, bisa salah satu atau kombinasi semuanya yang masih mentah, sebanyak ± 10 kg.
    3. Masukkan ke-2 bahan tambahan tersebut aduk rata. Tutup dengan plastik dan biarkan ± 7 hari. Setelah ± 7 hari, buka dan aduk rata ± 15 menit dan tutup lagi. Ulangi setiap 3 hari sekali. Pada hari ke-14 larutan induk sudah siap diaplikasikan.
    4. Dengan cara yang sama penambahan air ± 100 liter pada larutan induk dapat digantikan sebagian atau semua dengan menggunakan urine sapi/kambing/kelinci. 

source : SOP Tebu KPI
Share this case:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Donasi

Radio Streaming Herdinbisnisdotcom


Get the Flash Player to see this player.


MENYIMAK di WINAM