herdinbisnis.com: BUDIDAYA KEDELAI SETELAH PADI SAWAH

.

.

Rabu, 08 Agustus 2012

Written on

BUDIDAYA KEDELAI SETELAH PADI SAWAH

model : diperagakan THL TB Penyuluh Pertanian
Kebutuhan Sarana Produksi
v  Kebutuhan pupuk dalam paket Teknologi dasar Budidaya Kedelai ini adalah
o   Ragi Kompos sebanyak 5 botol [@ 500 gr] /hektar sebagai pupuk dasar
o   POC Nutrizim 6 botol [@ 500cc] /hektar sebagai pupuk susulan
o   Pupuk Urea  2,4 kg/hektar, pupuk KCl  1,2 kg/hektar sebagai pupuk susulan
v  Kebutuhan Pestisida Organik Pesso Plus dan 4 Plus [Perekat-perata-penembus-pembawa] diberikan bilamana perlu atau bila ada gejala hama/penyakit tanaman.



Varietas dan Benih
Raung Genjah (bulir besar kuning mengkilat) umur panen 70-75 hari, Baluran (bulir kecil kuning mengkilat) umur panen 85-90 hari, potensi hasil kedua varietas 2,5-3,5 ton/ha. Kebutuhan benih Raung Genjah ± 70-100 kg/ha, Baluran ± 60-80 kg/ha. 

HERDINBISNIS menyediakan benih BS dan FS  dari beragam varietas, daftar benih bisa dilihat disini. Untuk memperolehnya, silahkan hubungi kami di 081249412121.
Persiapan Lahan
Jerami dipotong dekat permukaan tanah dan dapat dijadikan mulsa. Tanah tidak perlu diolah atau dibajak. Gulma dibersihkan. Dibuat saluran drainase berjarak 3-5 cm dengan lebar dan dalam 25 cm.
Waktu dan cara tanam
v  Paling lambat minggu kedua setelah padi dipanen.
v  Tanam dengan cara tugal dengan jarak tanam 40 x 10 cm, atau 20 x 20 cm, 2 biji/lubang tanaman dengan kedalaman 2-3 cm. Dianjurkan benih kedelai sebelum ditanam direndam dalam larutan air hangat-hangat kuku sebanyak 10 liter dicampur 10 cc Pupuk Organik Cair Nutrizim selama ± 30 menit.
v  Inokulasi Legin (Rhizobium) bagi daerah yang belum pernah ditanami kedelai atau setahun tidak pernah ditanami kedelai.



Penyiangan dan Pengairan
·         Penyiangan dilakukan 3 minggu setelah tanam (MST), kemudian 6  MST.
·         Pengairan untuk lahan sawah dilakukan dengan menggenangi petak sawah namun jangan teralu lama pada periode perkecambahan, pembungaan, pembentukan dan pengisian polong.
Pemupukan
v  Untuk lahan sawah irigasi pemberian pupuk kimia (NPK) dapat diabaikan. Penggunaan pupuk organik cair Nutrizim sangat dianjurkan karena akan menghemat penggunaan pupuk kimia anorganik dan meningkatkan produktivitas tanaman. Penggunaan pupuk Urea dan KCl diberikan dengan dosis sangat kecil pada pemupukan susulan dengan cara disemprot.
v   Aplikasi pemupukan dasar (pra tanam): buat campuran larutan  1 botol Ragi kompos + 25 gram gula jawa (dihaluskan) + 40 liter air, aduk selama 5 menit kemudian tutup rapat dan biarkan selama ± 2 jam. Larutan tersebut digunakan untuk menyiram lubang tanam secara merata seluas 2.000 m2.
v  Aplikasi pemupukan susulan: campur 30-40 cc (3-4 tutup) Pupuk Organik Cair Nutrizim + urea 30 gram (3 sendok makan=sdm) + 15 gram (1,5 sdm) KCl dalam tanki sprayer (isi 14 liter air)  semprot pada tanaman secara merata pada saat umur  15 HST, 21 HST, 28 HST, dan 35 HST. Setidaknya diperlukan 20 tanki sprayer untuk 1 hektar dalam setiap aplikasi. Aplikasi pemupukan susulan dengan pemberian pupuk kimia secara kocoran khususnya Urea (unsur N) pada tanah tidak dianjurkan karena justru akan menghambat pertumbuhan bakteri Rhizobium, memacu kesuburan daun dengan daun lebar dan tipis, serta berpotensi meningkatkan serangan hama dan penyakit, kesuburan dan produksi rendah.
Pengendalian hama dan penyakit  
v  Pengendalian hama dan penyakit menggunakan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan penggunaan insektisida/fungisida yang sesuai. Pengendalian hama dianjurkan menggunakan Pestisida Organik PessO Plus dengan dosis 30 cc/tanki sprayer (14 liter air) dengan cara disemprotkan ke tanaman secara merata. Setidaknya diperlukan 20 tanki sprayer untuk 1 hektar dalam setiap aplikasi, untuk lebih efektif dan berdaya guna terhadap jasad sasaran penambahan perekat-perata-penembus dan pembawa 4Plus dapat diberikan 10-20 cc (1-2 tutup) untuk setiap tangki spratyer.
v  Ulat daun bila ada 4 ekor/12 rumpun tanaman, ulat penggerek batang (Agromyza sojae) dikendalian dengan Pestisida Organik PessO Plus pada umur 3-4 minggu.
v  Kutu tebu/lalat putih (Bemisia sp) bila terdapat 5 ekor atau lebih/rumpun tanaman dikendalikan dengan pestisida organik PessO Plus.
v  Pengisap daun, penggerek polong. Bila terdapat 1 atau lebih serangga dewasa/rumpun kedelai dikendalikan dengan pestisida organik PessO Plus.
v  Bila petani belum mampu mengamati populasi hama, pengendalian hama dilakukan dengan pestisida organik PessO Plus pada masa kritis tanaman yakni umur 7-10 HST, 21 HST, 42 HST, 50 HST, dan 65 HST.
v  Penyakit yang banyak menyerang kedelai adalah karat daun. Pengendalian dilakukan bila tanaman berumur 40 dan 65 hari setelah gejala bercak coklat karat pada daun, namun dengan pemberian Ragi Kompos di awal secara cukup dan pemeliharaan sesuai budaya klinik tani penyakit ini relatif lebih kecil kemungkinan menjangkitinya. Namun bila penyakit mulai menyerang pada umur 70 hari atau lebih tidak perlu dikendalikan karena tidak mempengaruhi hasil.
Hasil
v  Meningkatkan hasil kedelai dari 1 - 1,5 ton/ha menjadi 2,5 – 3 ton/ha.
v  Penghematan penggunaan pupuk kimia  anorganik (Urea, TSP/SP-36, KCl)  dengan tetap menjaga kesuburan tanah/kelestarian tanah.
v  Memotivasi petani sebagai pelaku usaha untuk meningkatkan luas tanam kedelai serta menyebarluaskan penggunaan varietas unggul Raung Genjah dan Baluran.
•••


source : KPI
info produk : 
Seluruh produk yang tertera dalam artikel ini dapat Anda pesan via 081249412121
cara order : 
ketik NAMA, ALAMAT, PAKET KEDELAI + NOMOR HP + NAMA BENIH (jika dengan benih) 

1 paket adalah senilai 500ribu, kecuali Benih.
Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!