.

.

Rabu, 31 Oktober 2012

Written on

Tips Budidaya Cabe pada Lahan Kering


Cabe atau lombok (Capsicum annum) termasuk suku Selanaceae dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Tanaman cabe banyak mengandung vitamin A dan C serta mengandung minyak atsiri, yang rasanya pedas dan memberikan kehangatan panas bila kita gunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur).

Kita sering melihat para ibu rumah tangga yang menanam cabe sebagai selingan yang menguntungkan. Hasil buahnya bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, tanpa harus membelinya di pasar.

Syarat Tumbuh

Tanaman cabe, cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur dan sarang serta tidak tergenang air; pH tanah yang ideal sekitar 5 - 6. Waktu tanam yang baik untuk lahan kering adalah pada akhir musim hujan (dalam keadaan normal sekitar bulan Maret - April). Untuk memperoleh harga cabe yang tinggi, bisa juga dilakukan pada bulan Oktober dan panen pada bulan Desember, walaupun ada resiko kegagalan. Usahakan dibuat saluran drainase yang baik.

Tanaman ini diperbanyak melalui biji, yang ditanam dari tanaman yang sehat serta bebas dari hama dan penyakit . Buah cabe yang telah kita seleksi untuk bibit dijemur hingga kering.  Kalau panasnya cukup dalam lima hari telah kering kemudian baru kita ambil bijinya. Benih cabe bisa didapatkan disini.

Untuk areal satu hektar dibutuhkan sekitar 2-3 kg buah cabe (300-500 gr biji).

Persemaian

Tanah persemaian digemburkan dan dibikin bedengan dengan lebar 125 cm panjang menurut ukuran tanah dan diberi pupuk kandang dan diberi TSP I Kg per meter bujur sangkar 2 (dua) hari sebelum benih ditaburkan. Setelah itu ditutup dengan tanah atau sekam untuk menghindari hujan dan angin. Bibit cabe dapat dipindahkan setelah berumur 1 (satu) bulan.

Pengolahan Tanah

Sambil menunggu bibit yang akan dipindahkan, tanah disiapkan dengan pengolahan yang baik, bersamaan dengan itu diperam pupuk kandang yang dicampur dengan TSP dan Urea selama 20 hari (1 karung pupuk kandang + 1 Kg TSP + 1 \4 Kg Urea). Satu hektar membutuhkan pupuk kandang 25 ton. Seminggu sebelum tanam, pupuk kandang dimasukkan kedalam lubang tanam kurang lebih 1\5 Kg per lubang dengan jarak tanam 50 x 60 Cm. Umur bibit 1-1,5 bulan. Bila tersedia Biofert (mikoriza), berikan soil conditioner (penyubur tanah) ini dengan dosis 30 Kg per hektar. Biofert membuat pemupukan lebih efisien dan meningkatkan mutu buah cabe.

Pemeliharaan

Setelah tanaman berumur 15 - 20 hari tanam, dilakukan pemupukan pertama. Caranya dengan mencampur Za 400 Kg, TSP 200 Kg dan KCL 50 Kg per hektar; caranya diberikan 10 gram per lubang. Pada umur 35 - 40 hari setelah tanam dipupuk lag] dengan 350 Kg Za dan 50 Kg KCl, diberikan 15 gram per lubang.

Pemupukan selanjutnya pada umur 60 hari setelah tanam dengan memberikan Za 400 Kg dan KCl 50 Kg diberikan 20 gram per lubang tanam. Pemupukan tetap diulangi lagi setiap 20 hari sekali setelah tanaman cabe panen 4 - 5 kali, dengan dosis seperti di atas. 

Untuk meningkatkan produksi dari tanaman cabe perlu diberikan POC atau PPC seperti (Bayfolan, Super Florosing, Gandasil D\B Grenzit, dll) dimulai pada hari ke-4, 8 dan 12 setelah tanam kemudian satu kali seminggu. Atau Anda dapat membuat sendiri POC dengan SMPOC - Curah. Dapatkan SMPOC Curah dengan harga murah (hanya 1 juta) via 0812.49412121.


ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) diberikan setelah tanaman berumur 15 hari, dan diberikan setiap 20 hari sekali. ZPT yang digunakan adalah Nutrizim PTO, Dekamon, Darmasri, Sitosim, Atonik dan lain-lain dengan ukuran satu sendok teh dalam 20 liter air. 

Berikan mulsa jika memasuki musim kering. Mulsa mencegah penguapan daun dan tanah serta membuat tanah lembab dan gembur.

Hama dan Penyakit

Ada musim agar penyakitnya tidak menular. 
Kebersihan kebun  (Sanitasi Kebun) cabe sangat diperlukan. Kebun yang kotor akan merangsang berjangkitnya penyakit keriting. Oleh karena itu, tanamlah bibit-bibit yang sehat. Gunakanlah pupuk yang sesuai jenis dan dosisnya, karena pemupukan yang tepat akan berpengaruh kepada pertumbuhan tanaman cabe yang akibatnya akan menambah daya tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Buah pertama pada musim kemarau tanaman cabe sering diserang oleh hama lalat buah (Docus dorsalis) yang bisa merusak buah cabe, kutu daun (Myzus persiace, Tripa spp. dan Aphis spp.) dapat di berantas dengan pestisida Nabati PessoPlus + 4Plus sebagai perekatnya. Orthene 75 Sp, Hosianon 40 Ec, dan Curacron yang disemprotkan setiap seminggu.

Pada musim penghujan, tanaman cabe banyak diserang, penyakit seperti Antraknose atau Krapak (Colectroticum capsici) dan cendawan yang menyebabkan bercak daun (Phytophtora capsici) serta penyakit layu (Pseudomonas solanaceanum). Penyakit ini dapat dicegah dan diberantas dengan fungisida seperti Dhitane 45 dan fungisida lainnya.

Penyakit virus yang banyak menyerang pada tanaman cabe yang mengakibatkan daun menjadi keriting berwarna kekuning-kuningan. Dari itu lebih baik tanaman yang terserang penyakit itu dibongkar dan dibakar.

Pemetikan Hasil

Tanaman Cabe buahnya  dapat dipetik pada umur 80 - 85 hari setelah tanam.

Tanaman yang baik dapat dipetik 20 - 25 kali petik setiap 4 hari sekali. dengan produksi 3 - 4 ton per hektar (1,5 - 2 ons per rumpun tanaman). 



Share this case:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Donasi

Klik saja !!

klik saja

Klik saja !!

Klik saja !!