herdinbisnis.com: Belatung, sebagai Pakan Ikan

.

.

Minggu, 20 Januari 2013

Written on

Belatung, sebagai Pakan Ikan

Petani Ikan seringkali merasakan keinginan untuk memperoleh keunggulan dari usahanya. Seringkali merasakan kepenatan jika sudah mendapati persoalan biaya pakan ikannya. Ikan Lele dan Ikan Nila membutuhkan pakan yang kandungan proteinnya tinggi. 

Seperti yang kita ketahui selama ini, membudidayakan Ikan di Air Tawar itu memang merupakan upaya yang baik untuk menjamin keberlangsungan ketahanan pangan dalam keluarga dan lingkungan kita masing-masing. Selama ini membudidayakan ikan air tawar mengalami kecenderungan yang cukup baik dan signifikan produksi dan pola konsumsi masyarakatnya. Terutama pada masa-masa ketika ikan laut mengalami penurunan ketersediaannya.

Pakan Ikan yang efektif adalah pelet, untuk sebuah usaha perikanan air tawar yang baik- disarankan memiliki mesin pembuat pelet sendiri. Komposisi tepung-tepung dengan protein tinggi dan sumber-sumber karbohidrat sebagai perekatnya adalah rumus ransum komposisi pelet. Ketersediaan bahan harus rutin, agar selera makan ikan tidak menurun. Ketersediaan bahan-bahan semisal bungkil jagung akan tersendat, maka tidak disarankan diganti dengan bahan lain jika tidak ada. Maka jika disadari komposisinya tidak terus menerus, maka sejak awal budidaya jangan menggunakan bahan tersebut.


Dalam suatu kolam pembesaran dengan populasi ikan 5 s.d. 50 ekor per meter persegi, pemberian pakan akan efektif jika menggunakan bentuk pelet. Dan ada satu lagi yang disarankan, yaitu dalam bentuk belatung.  Ikan Nila maupun Ikan Lele, menyukai Pelet dan Belatung. 


Belatung, merupakan  sebuah fase tumbuh dari Lalat. Umurnya tidak lebih dari 7 hari saja, sejak dia lepas dari Telur. Di sebagian perkebunan Sawit, belatung  dan lalat merupakan masalah- namun bagi beberapa petani ikan nila, belatung tersebut merupakan berkah.

Untuk memperoleh daging maggot - sebutan lain dari belatung cukup mudah. Limbah bungkil kelapa sawit 4 kg, bisa diperoleh 1 kg daging maggot yang kadar proteinnya 40 persen. 
Limbah bungkil kelapa sawit dibasahi dengan air, lalu dibiarkan terbuka dan datanglah lalat-lalat untuk meletakkan telor-telornya. Kira-kira sekian pekan, muncul-tumbuhlah belatung tersebut.

Belatung tersebut dapat diproses menjadi tepung dalam proses pembuatan pelet, tetapi dapat pula ditaburkan dikolam untuk menjadi pakan ikan. Ikan Nila, ikan sidat, ikan lele, ikan patin, ikan gabus sudah diujicoba menyukai pakan ikan dari daging maggot ini. Secara referensi kami sarankan penggunaan 50 % berat pakan anjuran daging maggot dan 50 % berat pakan anjuran pelet hasilnya cukup memuaskan. Bisa menghemat pengeluaran kita untuk pakan hingga 2ribuan per kg berat panen ikan.









Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!