herdinbisnis.com: Ikan Nila sebagai Alternatif Penyediaan Protein Keluarga

.

.

Minggu, 20 Januari 2013

Written on

Ikan Nila sebagai Alternatif Penyediaan Protein Keluarga

Ikan Nila, Ikan Nila merupakan jenis ikan air tawar yang dikenal sebagai Ikan Konsumsi dan sekaligus Ikan Hias. Ikan ini bisa tumbuh dan besar hingga mencapai bobot 1 kg. Dagingnya gurih dan kandungan proteinnya tinggi. Sebagaimana kita tahu kandungan gizi ikan air tawar cukup tinggi dan hampir sama dengan ikan air laut, sehingga dianjurkan untuk dikonsumsi dalam jumlah cukup. Tingginya kandungan protein dan vitamin membuat ikan yang mudah dibudidayakan ini sangat membantu pertumbuhan anak-anak balita. Anda barangkali sudah memperoleh penjelasan dari banyak-banyak penyuluhan tentang kualitas hidup, bahwa kandungan protein yang tinggi dapat membantu pertumbuhan otak dan tubuh kita.

Dibandingkan dengan negara-negara lain, konsumsi ikan per kapita per tahun di Indonesia saat ini masih tergolong rendah, yaitu 19,14 kg. Hal ini sangat disayangkan, terutama mengingat betapa besar peranan gizi ikan bagi kesehatan. 


Untuk mengatasi masalah rendahnya konsumsi ikan laut akibat harganya yang relatif mahal, perlu upaya pengembangan budidaya ikan air tawar, terutama disseminasi (penyebaran informasi tentang mengenalkan budidaya ikan air tawar).


Sebagai bahan pangan, ikan merupakan sumber protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sangat baik dan prospektif. Keunggulan utama protein ikan dibandingkan dengan produk lainnya adalah kelengkapan komposisi asam amino dan kemudahannya untuk dicerna. Mengingat besarnya peranan gizi bagi kesehatan, ikan merupakan pilihan tepat untuk diet di masa yang akan datang.


Ikan dapat digolongkan menjadi tiga bagian, yaitu ikan air laut, air tawar, dan air payau atau tambak. Ikan yang hidup di air tawar dan air laut sangat banyak, pembedaannya hanya dibedakan menjadi golongan yang dapat dikonsumsi dan golongan  ikan hias.


Lingkungan hidup ikan air tawar adalah sungai, danau, kolam, sawah, atau rawa. Jenis ikan air tawar yang umum dikonsumsi adalah sidat, belut, gurame, lele, mas, nila merah, tawes, karper, nilem, tambakan, sepat siam, mujair, gabus, toman, betok, jambal, dan jelawat.


Ikan Nila


Ikan Nila memiliki keunggulan,



  1. Ikan ini sebagai ikan konsumsi, harganya lebih murah dibandingkan ikan lainnya.
  2. Ikan ini dapat dipelihara di pekarangan, dengan kolam tanah, kolam terpal ataupun kolam tangki.
  3. reproduksi ikan nila mudah dan pertumbuhannya relatif lebih cepat dibandingkan ikan lainnya.
  4. jenis ikan ini, bersih. Karena menyukai air hangat, mengalir dan bersih. Berbeda dengan ikan lele.
  5. waktu pemeliharaan yang pendek.
Dari keunggulan-keunggulan tersebut, ikan nila lebih cocok untuk dibudidayakan di areal pekarangan sebagai Penyedia Protein Keluarga.

Budidaya Ikan Nila

Budidaya Ikan Nila itu mudah. Jika Anda berfikir untuk sebuah Usaha, Ikan Nila dapat menghasilkan dari 3 (tiga) sisi, yaitu 



  1. Pembibitan, 
  2. Pembesaran dan 
  3. Distribusi. 

Bisnis Ikan Nila itu merupakan sebuah wilayah usaha yang menguntungkan, karena Ikan Nila itu mudah dalam pengembangbiakan. Ikan Nila tidak susah diperbanyak, Indukan Ikan Nila berkembangbiak setiap bulan. Jika ditebar 100 ekor bibit Ikan Nila dalam sebuah kolam, sekitar 90 harian lagi sudah ada ratusan bahkan ribuan Ikan Nila.




Ada tips-tips tersendiri untuk memperoleh bobot produksi Ikan Nila. Begini, saya ingin jelaskan tips singkat dan paling mujarab, agar kita bisa memperoleh bobot produksi Ikan yang paling tinggi. Ini tipsnya :



Dalam daur hidupnya, Ikan Nila Jantan penambahan bobotnya 40% lebih cepat dibandingkan Ikan Nila Betina. 
Ikan Nila betina membutuhkan jarak waktu 2 (dua) bulan untuk memperoleh bobot yang sama dengan umur yang sama. 
Maka bagaimana bisa memperoleh produksi yang bagus ?. 
Caranya adalah : 
membuat semua ikan yang kita budidayakan menjadi berkelamin jantan semua

Ya, Ikan Nila bisa dijantankan. Inilah sifat yang sering digunakan oleh Petani Produksi untuk memperoleh hasil yang maksimal dari usaha perikanan mereka. 
Cara Monosex ini merupakan cara terbaik untuk menghasilkan produksi maksimal untuk Pembesaran.


Ikan Nila bisa dipanen dalam tiap 3 (tiga) s.d. 6 (enam) bulan sejak larva ditebarkan. Namun tergantung dari kebutuhan pasar, bobot ikan sebesar 200  gram sudah cukup besar untuk menjadi ikan konsumsi. Ikan Nila harus cukup besar untuk diperoleh daging yang empuk dan banyak. Keluhan konsumen dimana terlalu banyaknya tulang dibandingkan daging, adalah masalah masa panen yang terlalu cepat.

Untuk konsumsi keluarga, Ikan Nila berumur 4 bulanan sejak dari larva sudah cukup baik disajikan. Konsumsi Ikan Nila lebih baik dari Ikan air tawar, karena Ikan Nila tidak mengandung tulang di dagingnya.

Ikan Nila adalah ikan air tawar yang suka air hangat.  Dia bisa menurun bobotnya jika suhu air rendah. Pada suhu 10 derajat selsius dia bisa mati, beda dengan Ikan Mas atau Ikan Mujaer. Ikan Nila suka air jernih dan mengalir, bisa lebih cepat penambahan bobotnya jika ada air mengalir. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan Ikan Lele.



Memperoleh Bibit Ikan Nila

Berikut snapshot tentang Ikan Nila, disaat ketika Ibu Negara kita sedang menebarkan bibit-bibit Ikan Nila di Waduk Bening Madiun.



Bibit Ikan Nila dapat diperoleh dari 2 (dua) cara, diantaranya dari Ikan Kecil yang bisa didapat dari Penjual Bibit disekitar tempat kita tinggal. Biasanya ukuran panjang ikan kecil ini antara 2 s.d. 6 cm. Harganya beragam, murah koq. Larva akan lebih murah dan bisa banyak sekali. Biasanya penyedia larva Ikan Nila menjual minimal 1 box sebanyak 50 ribu s.d. 100 ribu. Nominalnya lumayan banyak, tapi jumlahnya yang banyaklah yang dicari.



Pemijahan Ikan Nila

Seekor Jantan dan seekor betina harus ada dalam sebuah kolam. Seekor ikan Nila betina akan membuat sarang di lantai kolam dan mengundang seekor ikan Nila jantan untuk membuahinya. Setelah itu Ikan Nila jantan membuahi telur-telur ikan Nila tersebut. Setelah beberapa saat, ikan Nila betina akan menyimpan telur-telurnya di dalam mulutnya.
gambar atas, proses perkawinan
gambar bawah, proses pembuahan


Larva adalah telur-telur yang sudah menetas, umurnya biasanya antara 1 s.d. 5 harian. Larva-larva tersebut akan diam dan dilindungi oleh induknya didalam mulutnya. Pada umur 5 - 10 harian, ikan-ikan sudah dibiarkan lepas oleh induknya. Mereka bergerak bergerombol dalam satu keluarga. Maka, tampak dari Induk yang satu mereka bergerak bersama-sama, dan dari induk yang lain mereka pun demikian seolah ada yang memimpin.

Biasanya ikan-ikan kecil ini dibedakan tempatnya agar lebih mudah memberikan pakan halusnya. Ada yang menggunakan jaring kelambu untuk memisahkan larva dengan ikan dewasa dalam satu kolam. Mereka biasanya diberi makan dengan satu butir kuning telor yang sudah digodok. Untuk 100ribu ekor bibit ikan nila, cukup 1 kuning telor, diberikan tiap 3 jam sekali.

Membuat Kolam untuk Ikan Nila
Membuat kolam Ikan NIla di pekarangan kita mudah saja, asal ada jeda tempat, kita bisa memanfaatkannya -seperti tampak dalam foto berikut ini - adalah kolam ikan warga yang menggunakan penahan bendungan semen sebagai kolam ikan di tanah yang digali.
Kolam diatas dibuat oleh sebuah keluarga. Kedalaman sekitar 70 - 90 cm. Kolam beton, kolam terpal, kolam tanah bisa digunakan untuk membudidayakan Ikan Nila. 



Populasi ikan dalam kolam beton ukuran 10 x 10 dengan ketinggian air 70 cm cukup untuk membesarkan 50 ribu bibit ikan ukuran 4 s.d. 6 cm. Namun untuk kolam tanah yang keruh, populasi 50 ribu bibit ikan itu terlalu banyak. Prinsipnya, ukuran kolam 1 x 1 meter cukup untuk menampung 100 - 150 ekor ikan nila ukuran 3 - 6 cm. Jika ikan sudah sudah mencapai bobot 150 gram, segera dikurangi 50 %nya.

Saya sendiri menggunakan Kolam terpal sebagai media pembudidayaan Ikan Nila, berikut fotonya :

Jumlahnya 2 (dua) kolam, masing-masing ukuran 2 x 1 meter dengan ketinggian 70 cm dan 90 cm. Satu kolam sudah terisi sekitar 200 ekor Ikan NIla dan satu lagi sampai tulisan ini dibuat masih belum terisi, saya manfaatkan sebagai penjernih kolam yang saya letakkan belasan ekor ikan lele.

Kolam ini terdiri dari beberapa bagian, 
  1. Mesin Penghisap Air.
  2. Saluran Pengeluaran di Kolam Pertama
  3. Pipa penyalur ke kolam Kedua
  4. Pipa Penyalur dan Pengeluaran ke Kolam Kedua
  5. Pipa Sirkulasi dari Kolam Pertama, mengalir dari Kolam Kedua
  6. Insert Pipa Pengeluaran dari Kolam Kedua, dimodifikasi Ikan lebih suka bermain di tempat jatuhnya air....
  • Terpal berbentuk kotak persegi panjang (Anda bisa pesan pada disini, terdapat beragam ukuran), 
  • Bangunan kayu dan bambu, 
  • Sambungan pipa air penghubung antar 2 (dua) kolam, saluran ini berfungsi sebagai penghubung dalam proses sirkulasi air dan udara pada kolam. Saya sendiri memanfaatkan pipa paralon 1 dim dan 1/2 dim serta selang 1/4 dim. Berikut gambar instalasinya. 
  • Mesin air khusus untuk kolam dan 
    • Mesin ini saya menggunakan mesin yang memiliki kemampuan 2000 liter per jam, dipilih kemampuan yang besar untuk menjamin sirkulasi air yang cepat.
  • Filter 3 lapis. Filter ini berfungsi untuk menjaga kejernihan air. 
    • Filter ini saya buat 3 (tiga) lapis, pertama adalah filter bawaan dari mesin air khusus kolam bekas - yang saya isi dengan batu ziolit dan selapis penyaring (bisa didapat di toko perikanan terdekat, atau Anda bisa pesan pada kami), yang kedua adalah filter bikinan sendiri yang terbuat dari timba yang dimodifikasi dan yang terakhir adalah tempat jatuhnya air dari saluran utama yang dijatuhkan diatas jaring paranet yang bisa diberi selapis penyaring.


Kolam Apung di Sebuah Danau

Kolam apung dengan kualitas air yang lebih terjaga, juga menggunakan prinsip populasi tersebut tadi. Kolam apung bisa dimodifikasi untuk memperoleh luasan kolam yang tepat, jadi biasanya tidak perlu mengurangi populasi- cukup dengan melebarkan ukuran kolam apung dalam kolam yang luas.

Prinsipnya, Ikan Nila itu suka dengan air hangat, jernih dan mengalir. Maka untuk membudidayakan ikan ini di kolam buatan dari semen atau tangki, dibutuhkan mesin pompa air yang sekaligus menyediakan fasilitas aerasinya. Berikut adalah contoh kolam dalam semen. Gambar di sisi bawah, adalah kolam semen yang dimodifikasi memanjang. 


berikut kolam tangki




Kolam ikan tanah dan kolam ikan semen kepadatannya berbeda. Dengan semakin terjaganya kualitas air, semakin tinggi kita bisa tambahkan populasi ikan.

Pakan Ikan NIla
Petani-petani ikan Nila, memberi pakan ikan ini dengan Pakan Pabrikan dan Pakan Buatan. Pakan pabrikan, serupa pelet dan sebagainya bisa dibeli di toko-toko hewan piaraan. Harganya memang cukup mahal. Namun masih cukup ekonomis untuk hitungan usaha saat ini. Kadangkala sebagian petani-petani Ikan Nila memiliki mesin pembuat pelet sendiri dengan komposisi bahan pakan yang tinggi lemak, protein dan cukup karbohidrat. 

Pemberian pakan pelet, disesuaikan dengan ukuran ikan :


Jenis-jenis dan bentuk pelet


Sebagian petani-petani ikan Nila juga memberikan daging maggot yang mudah diperoleh untuk pakan ternak ikan mereka. Daging maggot cara memperolehnya juga mudah. Dalam suatu literatur disebutkan pemanfaatan daging maggot ini dapat menghemat penggunaan pakan hingga dua ribu rupiah per kg hasil panen ikan-  jika kita menggunakan 50 % pelet dan 50 % daging maggot sebagai asupan pakan pada kolam Ikan Nila kita.

Bergabung di group fb Pencinta Ikan Air Tawar 

sumber : ikannila dot com

Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!