.

.

Senin, 07 Januari 2013

Written on

Manfaat Kincir Angin di Negeri Kepulauan (3)

Kita sama-sama tinggal di sebuah Negara yang lengkap, betapa tidak- kita tinggal di pulau-pulau yang memiliki wilayah pegunungan, dataran tinggi, daratan, perairan di daratan dan pantai. Areal-arela tersebut memiliki potensi angin yang bisa dimanfaatkan. Angin di daerah kepulauan memiliki kecepatan antara 2 s.d. 7 km/jam. Kecepatan angin yang sedemikian - menurut Ir. Anang, seorang ahli Teknologi Terapan Mesin Pertanian Poltek UNEJ Jember bisa ditangkap dengan kincir. 

Sebagaimana dijelaskan dalam posting pertama tentang prinsip kincir dan contoh foto-foto penerapan teknologi kincir angin dalam praktek di lapangan kami berharap Anda sudah bisa meraba-raba bagaimana caranya membuat kincir angin yang bisa menaikkan air dari rendahan ke tinggian. Menurut penjelasan Ir. Anang, biaya yang dibutuhkan sangat murah yakni rata-rata antara 1 s.d. 2.5 juta rupiah.




Teknologi ini dianggap efektif karena sebagian wilayah kepulauan di Republik ini adalah wilayah yang memiliki potensi air tanah dan memiliki potensi bidang pertanian yang tinggi. Efisien, karena pembuatannya murah (cukup dengan bahan alumunium dan kawat). 

Prinsip-prinsip utamanya diantaranya adalah sebagai berikut :


  1. Kincir, sebagai penangkap anginnya dilakukan dengan lempeng aluminium yang diatur sedemikian sehingga bisa berputar.
  2. Gerakan berputar dari kincir anginnya dimanfaatkan dengan sebuah instalasi pompa penghisap yang akan menaikkan air ke penampungan atau kepada pipa-pipa penghubung.
Kedua prinsip ini akan mampu menampung air dengan debit yang cukup tinggi. 
Share this case:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Donasi

Radio Streaming Herdinbisnisdotcom


Get the Flash Player to see this player.


MENYIMAK di WINAM