.

.

Kamis, 14 Februari 2013

Written on

Kejadian Alam Ajaib di Awal Tahun 2013, Tanjung Siluman Terbentuk dalam Setengah Malam, Panjangnya 2000 meter







Pulau kangean merupakan salah satu kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Jarak dari Sumenep ke Kangean 100 km. Luas wilayah 487 km2. Kangeyan terletak pada posisi geografi 6°40′ – 7°20′ Lintang Selatan dan 115°20′ -116°00′ Bujur Timur, dibatasi oleh laut Bali, laut Jawa dan ujung timur Selat Madura.


Pulau Kangenan  menjadi perbincangan banyak orang akhir-akhir ini- khususunya di Madura. Hal yang diperbincangan adalah munculnya TANJUNG yang lebih berbentuk Dermaga atau Jembatan Panjang yang menjorok ke laut. Tanjung ini terbentuk hanya dalam waktu setengah malam. 




Tanjung atau lebih lanjut disebut Jembatan Ajaib tersebut memiliki panjang sekitar 2100 meter dari bibir pantai dan lebarnya sekitar 7 meter, melintang ke arah barat dan timur. Anehnya lagi, jembatan itu tertata rapi seperti buatan manusia dan bahannya sebagian tampak seperti dari batu gunung, tapi sebagian besarnya lagi tampak terdiri dari kapur karang. Belum jelas keterangan secara lebih detail dari batuan apa penyusun daratan yang terangkat dari dasar laut tersebut.  



Ditemukannya jembatan ajaib berawal pada saat salah seorang warga bernama Bukhori (47) warga setempat sedang berada di pinggir pantai pada Kamis (24/1) malam lalu sekitar pukul 24.00 Wib. Ia mengaku melihat sinar cahaya seperti percikan api serta mengeluarkan asap dan juga terdengar suara seperti orang kerja bakti.


Setelah itu kemudian ia pulang ke rumah memberi tahu kepada tetangganya. Karena penasaran dengan kejadian semalam, mereka kembali melihat kejadian aneh pada pagi harinya, karena tiba-tiba sudah muncul jembatan ditengah laut yang terbuat dari batu.



Karena masih belum yakin, dia bersama-sama warga sekitar melihatnya untuk meyakinkan. Setelah itu mereka semua baru yakin jika jembatan di tengah laut tersebut benar-benar ada, pasalnya maereka sudah melihat dengan jelas adanya jembatan yang tidak pernah dibuat oleh warga setempat.



Kejadian tersebut juga bersamaan dengan munculnya gundukan batu karang lain di sekitar Madura. Fenomena kedua juga terjadi munculnya gundukan batu karang di perairan Desa Pelabuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura. Gundukan karang tersebut menyerupai pulau kecil, semakin hari semakin tampak lebar. Padahal, sebelumnya lokasi pulau karang itu berupa laut lepas, sehingga banyak warga yang terkejut atas fenomena alam tersebut. Warga pun berbondong-bondong mendatangi "tangkis laut" (demikian orang setempat menyebutnya) yang seolah membentuk pulau tersendiri itu. 



Belum jelas kebenarannya, bahwa fenomena ini adalah fenomena vulkanik. Sementara kejadian tanah bergoyang di Situbondo pada Akhir Tahun 2012 barangkali juga ada keterkaitannya dengan kejadian ini secara geologis. Ada bagian dari bumi yang bergerak dan mempengaruhi bagian selatan pulau kangean yang memiliki kekuatan untuk  mengangkat dasar pantai ke permukaan. Hal ini bisa jadi alasan utama, mengingat permukaan tertinggi terdapat pada bagian terjauh dari bibir pantai yang berarti berada pada permukaan laut yang relatif memiliki permukaan yang jauh lebih rapuh dibandingkan dengan daratan. Penjelasan ini berupaya mencari dasar bagaimana kejadian tersebut berasal. Cuma masalahnya, bagaimana mungkin bangunannya ini lurus dan menjorok ke laut ?



Beberapa keterangan menjelaskan kejadian ini adalah kejadian terbawanya bangunan-bangunan tangkis di sekitar pulau kangean oleh arus laut. Namun keterangan ini tidak menjadi jawaban terbaik, mengingat kejadiannya adalah dalam setengah malam saja. Sebab proses membawa bangunan-bangunan tangkis yang rusak dan tidak jadi tersebut memerlukan waktu yang cukup banyak oleh air, angin dan ombak. Namun jika batu-batu gunung disebut menyusun sebagian dari tanjung baru ini - mungkin saja benar, sebab batu-batu gunung tersebut terangkat bersamaan dengan sebagian permukaan bumi.



Kejadian terbentuknya Tanjung berbentuk Dermaga di Pulau Kangean barangkali merupakan berkah tersendiri bagi Pulau tersebut jika Pemerintah Daerah bisa memanfaatkannya sebaik mungkin- barangkali bisa dimanfaatkan sebagai jalur distribusi darat-laut baru. Tentu, diperlukan penelitian yang mendalam tentang bagaimana proses terjadinya, seberapa lama ketahanan bangunan tersebut bagi distribusi, dan apakah bangunan tersebut bisa lebih kokoh lagi di akhirnya, mengingat tanjung tersebut terbentuk dari sebuah proses alam. Bisa jadi terdapat patahan atau lempengan bumi yang mengerut dan menyatu pada malam itu, dan pada suatu saat, ketika kembali pada posisi semula akan terjadi suatu retakan bumi... Yang justru akan menimbulkan bencana. Wallahu a'lam.






foto dan video googling dan  youtube




Share this case:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Donasi

Radio Streaming Herdinbisnisdotcom


Get the Flash Player to see this player.


MENYIMAK di WINAM