.

.

Sabtu, 20 Juli 2013

Written on

Temu Lapang Dem Area Pupuk Hayati Unggulan Nasional (PHUN)

Situbondo. Pada hari Rabu, Tanggal 17 Juli 2013 di Kelompok Tani "Lumbung Makmur" Bugeman Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo tengah terselenggara kegiatan Temu Lapang Dem Area Pupuk Hayati Unggulan Nasional (PHUN). Dihadiri oleh Pengurus Keltan dan Pembudidaya Tanaman Padi, Penyuluh Pertanian (PNS maupun THL TB Penyuluh Pertanian), serta Petani di sekitar wilayah Dem Budidaya ini. Acara ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo, Bapak Syaifullah, S. E.,didampingi oleh Staf Ahli Pemkab Situbondo, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Kabupaten Situbondo. 
Kegiatan ini juga diliput secara on air langsung oleh Radio Pertanian Wonocolo FM 107.3. 


Budidaya tanaman Padi dengan memanfaatkan Pupuk Hayati Unggulan Nasional, diduga dapat meningkatkan produksi hasil Panen Padi. Pada saat ini, kandungan C Organik tanah yang  kurang dari 1.5 % diduga semakin meluas di beberapa lahan persawahan penggunaan pupuk anorganik sudah jauh diatas dosis rekomendasi. Dengan semakin tumbuhnya kesadaran terhadap bahaya pencemaran lingkungan melalui penggunaan pupuk yang berlebihan mendorong berkembangnya pertanian organik, dimana penggunaan pupuk hayati merupakan bagian dari sistem produksinya. Pupuk hayati dimaksudkan sebagai mikroorganisme hidup yang ditambahkan kedalam tanah dalam bentuk inokulan atau bentuk lain untuk menfasilitasi atau menyediakan hara tertentu bagi tanaman. Sebagaimana kita tahu bahwa Manfaat dari penggunaan Pupuk Hayati, diantaranya adalah :

  • Menyediakan sumber hara bagi tanaman.
  • Melindungi akar dari gangguan hama dan penyakit
  • Menstimulir sistem perakaran agar berkembang sempurna
  • Memacu mitosis jaringan meristem pada titik tumbuh pucuk, kuncup bunga dan stolon.
  • Sebagai penawar beberapa logam berat
  • Sebagai metabolit pengatur tumbuh
  • Sebagai bio-aktifator

Berdasarkan hasil yang diperoleh, didapatkan beberapa hasil produksi yang beragam berdasarkan pada masing-masing aplikasi yang diujicobakan. Adapun Pupuk Hayati Unggulan Nasional (PHUN) yang diujicobakan adalah : 
  • Agrimeth dan Remicr,diproduksi oleh Badan Litbang Pertanian
  • Probio, diproduksi oleh IPB
  • Biovam, diproduksi oleh LIPI.


Perwakilan dari Kelompok Tani Lumbung Makmur Bugeman, Teguh mengatakan bahwa latar belakang dari acara ini adalah makin tumbuhnya kesadaran terhadap bahaya pencemaran lingkungan melaui penggunaan pupuk yang berlebihan, Oleh karena itu diperlukan upaya untuk meminimalisir hal tersebut melalui penggunaan pupuk hayati.


Dalam penjelasannya kepada Bapak Bupati Situbondo yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo -  Profesor Suyanto, sebagai Penguji produk-produk ini menyebutkan bahwa produk-produk inovasi anak bangsa ini akan diujicobakan dan diharapkan nantinya jika hasilnya memuaskan akan dikomersialkan. Kepala BPTP Jawa Timur tersebut,  menjelaskan, “Diperlukan suatu konsorsium bagi lembaga-lembaga penelitian agar pupuk diuji terlebih dahulu sebelum dikembangkan, Hal ini dimaksudkan agar pupuk hayati yang dihasilkan benar-benar berkualitas”.

Respon baik juga disampaikan oleh Konsorsium Produsen Pupuk Indonesia pada kesempatan menjawab pertanyaan dari audien. Konsorsium Produsen Pupuk Indonesia- menjelaskan dukungannya untuk memproduksi pupuk hayati terbaik untuk diproduksi dalam skala yang luas.

Beberapa foto dari kegiatan ini, bisa dilihat dalam album foto berikut ini :


Share this case:

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Donasi

Klik saja !!

klik saja

Klik saja !!

Klik saja !!