herdinbisnis.com: Heat Stress (Stres Panas) Penyebab Peternak Stres

.

.

Minggu, 24 November 2013

Written on

Heat Stress (Stres Panas) Penyebab Peternak Stres

Ayam tidak memiliki kelenjar keringat untuk membantu melepaskan panas tubuh sehingga ada 5 cara ayam melepaskan panas tubuhnya:



1. Radiasi (merambat tanpa medium): perpindahan panas tubuh ke material yang lebih dingin tanpa medium perantara.

2. Konduksi (merambat dengan  medium): perpindahan panas tubuh melalui medium perantara dengan kontak fisik.

3. Konveksi (memancar dengan medium udara): perpindahan panas terjadi karena udara yang lebih dingin mengalir di permukaan kulit maka panas tubuh ikut memancar.

4. Evaporasi (penguapan): perpindahan panas karena adanya penguapan dari bagian tubuh ayam.

5. Faecal Excreta (buang panas melalui kotoran): perpindahan panas melalui kotoran yang lebih basah karena banyak minum.



Efektifitas pelepasan panas dari tubuh ayam dipengaruhi oleh kelembaban, suhu lingkungan dan gerakan udara.

Secara fisik, usaha ayam untuk melepaskan panas tubuhnya dapat dilihat pada :

  • terjadi dilatasi/melebarnya pembuluh pembuluh darah pada permukaan kulit, jengger dan pial;
  • ayam menggali litter dan mandi tanah;
  • ayam di kandang batere lebih mudah terserang heat stroke (mati mendadak) karena tidak bisa mencari tempat yang lebih dingin;
  • ayam membuka/menjatuhkan sayapnya untuk memperluas permukaan kulit yang bersentuhan dengan udara;
  • jika suhu lingkungan mendekati suhu tubuh ayam, 40 °C, efisiensi mekanisme pelepasan panas menjadi terbatas.
  • Pada kondisi seperti ini, ayam melakukan panting (megap-megap) untuk mekanisme evaporasi dengan membuka mulut, ayam menguapkan air.


Jika dengan panting ayam gagal mencegah naiknya suhu tubuh, ayam akan jadi lemas, koma kemudian mati.



Akibat Heat Stress

Turunnya konsumsi pakan, naiknya konsumsi air minum. Berkurangnya nafsu makan ayam adalah reaksi dari naiknya suhu lingkungan sehingga energi yang didapat dari pakan turun. Ayam akan menggunakan energi dari lemak tubuh sebagai sumber energi hidupnya, padahal lemak tubuh menghasilkan panas yang lebih rendah dibanding metabolisma dari protein atau karbohidrat pada pakan. Berkurangnya intake (asupan) gizi akan secara cepat berakibat pada menurunnya produksi. Pada ayam muda akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan, sedangkan gejala yang tampak pada ayam produksi adalah, berat telur turun, diikuti menurunnya HD% dan selanjutnya kualitas kerabang pun menurun. Kotorannya menjadi lebih basah. Hal serupa terjadi pula pada ayam broiler.

Sejauh Mana Kerugian Yang Diakibatkan Oleh Heat Stress Tergantung Pada :

1. Temperatur maksimum yang mengenai kelompok ayam;

2. Lamanya temperatur tinggi mengenai ayam;

3. Tingkat perbedaan dari perubahan suhu;

4. Kelembaban relatif udara.

Kelenjar di saluran pernafasan  berfungsi sebagai penyaring debu dan bakteri dari udara yang masuk ke dalam saluran pernafasan, dan sistem ini di-by pass jika ayam membuka mulutnya untuk bernafas. Tentu saja hal ini akan mengakibatkan infeksi bakteri sekunder pada ayam yang heat stress.

Pengaruh Heat Stress Pada Kualitas Kerabang Telur

Heat Stress pada ayam masa produksi sering mengakibatkan adanya telur dengan kerabang lunak, sebab terjadi kekacauan  asam/basa di dalam darahnya akibat dari panting (hiperventilasi).

Akibat panting,  ayam banyak kehilangan gas CO₂ dari paru parunya. Rendahnya kadar CO₂ dalam darah menyebabkan pH darah naik menjadi basa (alkalis). Tingginya pH darah mengakibatkan menurunnya jumlah ionisasi Kalsium pada darah. Ion Kalsium berguna untuk pembentukan kerabang telur.

Menambahkan Kalsium pada campuran pakan tidak memecahkan masalah ini karena konsumsi pakan turun drastis dan meningkatnya kehilangan Phosphor akibat dari ketidakseimbangan asam/basa.

Penanganan Heat Stress

  1. Selama suhu masih tinggi, kebutuhan air minum meningkat tajam;
  2. Alirkan air segar dan dingin ke tempat minum talang atau nipple, karena pipa dari plastik/paralon cepat sekali menyeimbangkan panas lingkungan dengan air di dalamnya;
  3. Jangan membuat ayam gaduh selama cuaca panas;
  4. Tunda pekerjaan yang membuat ayam stress, atau lakukan pada saat dingin, malam atau dini hari;
  5. Jangan lakukan vaksinasi spray karena akan menambah kelembaban udara;
  6. Sesuaikan pemberian obat atau vaksin dengan kebutuhan minumnya;
  7. Jangan puasakan ayam saat akan divaksinasi, bahkan bila memungkinkan, tunda vaksinasi. Heat stress menyebabkan turunnya fungsi kekebalan dan mungkin responnya tidak baik terhadap vaksinasi;
  8. Gunakan multi vitamin, terutama vitamin C dosis ditinggikan dan elektrolit dalam air minumnya, untuk membantu menormalkan asam/basa;
  9. Gunakan kipas (blower) dengan kekuatan cukup untuk menurunkan suhu lingkungan menjadi maksimum 30˚C.



(Ditulis oleh drh. Djarot Winarno – Konsultan Ahli Manajemen Peternakan Ayam Dan Ahli Nutrisi Unggas)
Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!