herdinbisnis.com: Pencak Silat dan Musik : Mengemas Budaya Masyarakat Agraris, dalam Kolaborasi Seni Musik Tradisi Besuki Raya

.

.

Sabtu, 09 November 2013

Written on

Pencak Silat dan Musik : Mengemas Budaya Masyarakat Agraris, dalam Kolaborasi Seni Musik Tradisi Besuki Raya



Paguyuban Pencak SIlat Besuki, meliputi 40 Padepokan di Besuki Raya hadir  meramaikan kegiatan ini. Pencak Silat merupakan seni tradisi agraris masyarakat Besuki Raya. Kawasan yang layak diperjuangkan sebagai Kawasan Cagar Budaya ini berdasarkan UU No. 11 tahun 2011 kami kupas kedalaman ekspresi Budayanya. Dan kami menemukan sesuatu didalamnya, lalu kami kemas dalam sebuah seni Pementasan Budaya. 



Seperti diketahui, Pencak Silat dan Macopat biasanya hadir dalam pementasan Rokat Bhumeh, sebuah tradisi tasyakkuran atas berkah dan limpahan rejeki hasil bumi dan panen. Di besuki kami menemukan tradisi ini hampir sama sekali tidak terurus, dan tidak memperoleh perhatian oleh banyak pihak. Kami bertemu seorang penggiat Seni yang salah satu prestasinya telah menyajikan pola penyuluhan pertanian dengan kemasan Seni Theater dan Workshop. Kasus dan studi kasusnya disajikan rapih dalam kemasan seni pertunjukan yang unik, dan selesai pementasan disajikanlah penyuluhan pertanian. Komunitas Suket, namanya. Dalam sebuah kesempatan kami bertemu, dia tertarik dengan beragam tradisi dan pola masyakat ditempat kami beraktifitas penyuluhan pertanian. Besuki Raya. Kami coba paparkan apa yang ada dan apa yang baik dan ada. Dan akhirnya dari hasil diskusi panjang kami, akhirnya tercetuslah ide dan kami menemukan pola performansi yang kami akan coba kemas dalam sebuah pementasan semacam ini. Mohon do'a restunya, demi terwujudnya kawasan Cagar Budaya bagi Besuki Raya yang Mandiri.
dari kiri : Direktur Morissa Institut -Ibu Morisa, Arrington de dionysso,
dan seorang aktifis dari Malang




Seorang Musisi Amerika (arrington de dionyso) pernah melakukan kolaborasi serupa dengan seni tradisi jaran kepangan, dan berhasil menarik minat dunia terhadap seni tradisi Indonesia. 



Kolaborasi ini adalah Pementasan Kolaborasi yang Pertama di dunia. 


Baner Kegiatan dipajang
di depan Gapura Gedung Eks Karesidenan Besuki
Kegiatan ini telah terselenggara di Gedung Eks Karesidenan Besuki yang kini ditempati dikenal dengan Kompleks Pendidikan SMA Negeri 1 Besuki di Kabupaten Situbondo. Sajian khas berselera masyarakat Besuki Raya ini, sukses dan terselenggara pada hari Kamis, tanggal 14 Nopember 2013 mulai jam 13.00 WIB.


Hadir dalam kesempatan ini juga seorang seniman musik dunia lainnya yang Putra Besuki Raya untuk berkolaborasi musik. Redy Eko Prastyo, seorang penggiat seni etnik dengan label "ethnocholic project" yang sering kita nikmati karya2nya dalam setiap pementasan Seni Budaya di Jawa Timur. Telah melanglang buana ke seluruh penjuru jagad. 


Bersama Arringt0n,  ada beberapa rekan yang hadir, diantaranya seorang Penggubah musik mixing, Paolo. Paolo seorang Pemuda Michigan USA, sekarang sedang menimba ilmu di Surakarta. 

Kang Redy dan Arringten bersama-sama- Paguyuban Pencak Silat Besuki, Ya.... mereka telah  menyajikan kolaborasi seni etnik bersama Pencak Silat...PERTAMA DI DUNIA. Semoga ini yang pertama dan bukan yang terakhir.

Disaksikan oleh Wakil Bupati Situbondo, Bapak Rahmat dan beberapa sesepuh Besuki kegiatan ini berlangsung meriah.



Suasana Pembukaan Acara, Sekjen Beauty of Situbondo hadir di acara ini Irwan Rakhday (membelakangi kamera)





Dalam kolaborasi ini, juga tampil Seni Tradisi Macopat dari kedalaman masyarakat Besuki yang sudah hampir punah, dan kami telah coba kemas dalam sajian khasnya dengan kolaborasi musik ethnik, modern dan gadget performansi dari seorang Aves Wahyu dan seluruh team musisinya. Aktifis musik kreatif yang aktif bersama-sama dalam ZGL (Komunitas Gitaris Situbondo) ini, dan juga pengurus beauty of situbondo.


Perform, macopat (pembaca dan panegges bersama aves dan redy)

seusai Acara (dari kanan : aktifis Komunitas Suket dari Malang , Redy Eko Prasetyo
(Direktur Etnocholic Project) seniman Musik Dunia dan dua lainnya aktifis dari Malang)

Didukung sepenuhnya oleh RCB (Reng Cinta Bhesokeh), beauty of situbondo, Morissa Institut, Paguyuban Pencak Silat Besuki, Ethnocholic Project, dan rekan-rekan lain yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.... 








Dikemas dengan sangat menarik, GRATIS UNTUK UMUM. Kemasan semacam ini di belantara dunia akan mencapai budget jutaan untuk 1 ticket pementasan.
Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!