herdinbisnis.com: JURUS JITU MELAWAN FLU BURUNG (AVIAN INFLUENZA)

.

.

Sabtu, 28 Desember 2013

Written on

JURUS JITU MELAWAN FLU BURUNG (AVIAN INFLUENZA)

Pada akhir tahun 2012 Bangsa Indonesia di hebohkan oleh kematian unggas yang sangat massif pada itik. Kematian tersebut sangat cepat dan banyak. Hampir di semua pulau merebak, mulai dari Jawa bahkan hingga pulau Kalimantan dan Sulawesi. Kejadian ini membuat panik masyarakat dan kerugian ekonomi oleh peternak itik. 

Di wilayah Penulis, Kabupaten Boyolali kematian itik banyak terjadi di Wilayah Kecamatan Banyudono. Kecamatan Banyudono di kenal sebagai sentra itik Pengging biasa disebut Peking. 

Kematian masif pada itik ini aneh dan membuat bingung. Kasus kejadian kematian unggas atau yang disebut flu burung sebelum Agustus 2012 hanya menyerang pada ayam juga burung puyuh. 

Hasil penelitian dan kajian hal tersebut dikarenakan virus H5N1. Namun pada dua kasus ini terjadi perbedaan. Pada kasus sebelum Agustus 2012 serangan hanya terjadi di ayam dan puyuh saja, sedangkan pada unggas air seperti itik dan entog tidak terjadi. Namun setelah Agustus 2012 serangan terjadi pada unggas air juga terutama itik. 

Menjadi pertanyaan apakah serangan tersebut dilakukan virus H5N1 yang sama atau virus yang baru?. Kalau virusnya sama yaitu H5N1apakah telah terjadi mutasi virus sehingga mampu menyerang pada itik? 

Virus H5N1 sering dikenal dengan Afian Influenza (disingkat : a. i. ). Virus ini menyerang unggas dan bersifat Zoonosis (menular kepada manusia). Laporan mengenai kematian pada manusia sudah banyak bahkan tingkat kematiannya mencapai lebih dari 50%. 

Pada manusia gejala serangan diawali dengan demam panas tinggi dan sebelumnya ada riwayat kontak dengan unggas. Selain itu juga terjadi kematian unggas. Apabila hal ini terjadi maka harus diwaspadai terkena a. i., namun untuk peneguhan diagnosa harus dilakukan pengujian.

Pada kasus kematian unggas yang banyak pada ayam, maupun puyuh yang terjadi sebelum Agustus 2012 disebabkan virus H5N1 dengan clade 212, sedangkan H5N1 yang menyerang itik dan entog setelah Agustus 2012 adalah virus H5N1 dengan clade 232. 

Pada kedua kasus ini disebabkan virus yang sama tapi berbeda clade (strain). Kasus tersebut terjadi bukan karena terjadi mutasi genetik namun dikarenakan adanya pemasukan virus H5N1 clade 232 yang menyerang pada itik dan entog. Strain virus H5N1 (clade 232) awal muncul adalah di Negara Cina, Vietnam dan masuk ke Indonesia. Virus ini menunjukkan gejala yang sama dengan virus H5N1 clade 212 yang menyerang ayam dan puyuh tapi menimbulkan kematian yang tinggi pada unggas air yaitu itik dan entog. 

Tanda-tanda klinis yang bisa dilihat adalah

  1. Kematian yang tinggi pada itik bisa mencapai 50%
  2. Tortikolis (leher berputar)
  3. Ataksia (jalan berputar, Inkoordinasi)
  4. Mata putih dan mengalami kebutaan
  5. Kematian tinggi pada itik muda. 



Definisi Kasus HPAIP 

  • Jika ada peternakan baik peternakan rakyat maupun peternakan komersial untuk mendiagnosa gejala awal flu burung maka harus didefinisikan suatu wilayah terkena flu burung. Maka dibuatlah definisi kasus flu burung. 
  • Apabula suatu wilayah peternakan terjadi definisi kasus tersebut maka harus diwaspadai telah terjadi kasus flu burung. Walaupun untuk memastikan kasus flu burung harus melalui pemeriksaan laboratorium. Definisi kasus ini hanya untuk kewaspadaan dini masyarakat.


Definisi kasus flu burung sebagai berikut :

  1. Pada peternakan rakyat atau unggas pekarangan adalah kematian pada satu ekor atau lebih unggas pada satu atau lebih kepala keluarga (KK) 2 hari berturut-turut.
  2. Peternakan komersial petelur/layer : peningkatan kematian lebih dari 1% dari jumlah flok selama dua hari berturut-turut dan terjadi penurunan produksi
  3. Peternakan komersial ayam potong / broiler : Kematian mendadak yang menyerang lebih dari 1%dari jumlah flok dalam dua hari berturut-turut
  4. Peternakan itik : Peningkatan kematian lebih dari 1% dari jumlah kandang
Dengan definisi kasus tersebut diatas maka apabila kriteria memenuhi suatu wilayah peternakan terjadi flu burung maka masyarakat harus waspada dan segera melaporkan ke Aparatur Sipil Negara terkait.

Penyebaran virus H5N1

Virus H5N1 tidaklah bisa menyebar dengan terbang karena virus tidak dapat terbang. Virus H5N1 menyebar melalui perantara. Penularan dan persebaran virus terjadi dari kotoran, lendir, dan bulu dari unggas yang terserang flu burung. Perantara persebaran bisa dilakukan melalui kontak antar unggas, hewan lain seperti anjing, kucing, melalui manusia, kendaraan, pedagang unggas, telur dan hasil unggas lainnya.

Langkah antisipasi

Pada kasus flu burung H5N1 baik clade 212 dan 232 disebabkan oleh virus. Penyakit flu burung tersebut sampai saat ini belum ditemukan obatnya. 

Sehingga yang bisa dilakukan ketika kejadian kasus flu burung terjadi adalah pengedalian kasusu penyakit. 

Apabila terjadi maka langkah antisipasinya adalah segera melakukan pelaporan kepada petugas. 

Setelah itu menghindari kontak langsung dengan unggas yang terkena penyakit flu burung dan melokalisir unggas yang terkena penyakit. 

Langkah akhir yang dilakukan adalah dengan fical caling (pemusnahan unggas pada satu kandang). Setelah itu baru dilakukan pembersihan kandang dan desinfeksi kandang.

Penting diperhatikan utuk penanganan bangkai unggas. Bangkai unggas yang mati karena flu burung tidak boleh dibuang sebarangan seperti di sungai, danau, sawah dll. Hal ini akan menyebabkan terjadinya penyebaran virus flu burung. Penanganan bangkai yang paling baik adalah dengan mengubur bangkai unggas didalam tanah dengan membakarnya sebelumnya didalam lubang tanah. Setelah dikubur diatas tanahnya ditaburi kapur untuk memastikan virus benar-benar mati. 

Langkah pencegahan

Karena virus H5N1 tidak ada obatnya maka langkah paling jitu melawan flu burung adalah dengan pencegahan. 

Langkah pencegahan adalah sebagai berikut ;


  1. Pengandangan unggasFungsi utama kandang bagi ternak adalah selain sebagai tempat untuk hidup, berproduksi yang nyaman adalah untuk perlindungan unggas. Dengan dikandangkan maka unggas akan terhindar dari hewan pemangsa. Dalam kasus flu burung kandang berfungsi untuk melindungi unggas dari kontak dengan unggas luar sehingga akan meminimalisir terjadi kasus flu burung. Pada sistem pemeliharaan unggas dimasyarakat sebagain besar adalah seistem ekstensif dimana unggas di umbar, hal ini rawan terjadi persebaran virus flu burung. Sebaiknya sistem pemeliharaan adalah sistem semi intensif atau sistem intensif sehingga penyakit unggas tidak mudah masuk
  2. Bio securityBio security adalah tindakan dan pengamanan diri untuk keamanan. Harus disadari bahwa virus flu burung adalah penyakit zoonosis yang menular pada manusia dan tingkat kematian pada manusia mencapai hampir 50%. Langkah biosecurity yang bisa dilakukan adalah dengan cuci tangan dan bersih diri setelah kontak dengan unggas. Membatasi lalu lintas unggas maupun manusia yang masuk ke kandang, dengan desinfeksi kandang unggas secara rutin seminggu sekali, dan ketika akan masuk dan keluar kandang dilakukan desinfeksi dan bak dipping.
  3. VaksinasiVaksinasi adalah upaya menimbulkan kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Vaksin sesungguhnya adalah bibit penyakit yang dilemahkan dan dimasukkan kedalam tubuh dalam rangka meningkatkan kekebalan tubuh. Vaksinasi flu burung dilakukan secara riutin dan berkala tiga bulan sekali. Dengan vaksinasi maka unggas akan kebal terhadap virus flu burung. Syarat unggas yang di vaksin adalah unggasnya harus sehat. Pada akhirnya pemeliharaan unggas adalah dalam rangka untuk mendapatkan keuntungan. Dalam kasus flu burung maka berlaku falsafah “lebih baik mencegah dari pada mengobati”. Langkah pencegahan menjadi penting dilakukan karena kalau terjadi maka kerugian ekonominya sangat besar ibarat pepatah “mau untung malah buntung” so waspadalah terhadap flu burung.



(disadur dari web epetani.deptan.go.id- klik pada link untuk melihat naskah Asli ARIS FAJAR ROKHANI SPt, Msi  penyuluh pada BKPPP kabupaten Boyolali)
Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!