herdinbisnis.com: AYO GEMPUR JAGUNG : Gempar Benar, sampai Tak Tahu Bagaimana Caranya Menangisi ini

.

.

Kamis, 03 April 2014

Written on

AYO GEMPUR JAGUNG : Gempar Benar, sampai Tak Tahu Bagaimana Caranya Menangisi ini

Sebuah komentar menarik dari posting sahabat di sebuah forum pertanian, screenshot ini tentang berita pangan kita dan pakan usaha ternak. Berikut dalam uraian ini disampaikan tentang percakapan per telpon dan cuplikan komentarnya yang Masya Alloh.... :)

Ayo kita gempur tanam Jagung !!!



Beberapa hari yang lalu, seorang peternak ayam petelur dari Ponggok – Blitar yang kebetulan adalah pelanggan setia kami menelpon,”Pripun niki paaak, pak…regine pakan langkung awis, regine tigan langkung mlirit?!?” dalam bahasa Jawa. Terjemahannya, bagaimana ini paaak, pak…harga pakan tambah mahal, harga telur tambah melorot (dipakainya kata ‘mlirit’ sebagai ungkapan jeritan hatinya yang dilambari suara lirih tak bergizi di ujung telpon). Belum lagi desahan resah peternak ayam broiller dari Jombang, yang meski suaranya di telpon diselingi tawa, tawa tanpa nyawa, hampa,”Bagaimana ini harga ayam pak? DOC mahal, pakan mahal kok harga ayam mohal…he…he…he?”

Ternyata ngeri-ngeri sedap bermata pencaharian sebagai peternak di negeri ini. Negeri agraris yang tak mampu menghasilkan jagung dan kedelai (baca: SBM – Soy Bean Meal) secara cukup untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Alhasil, diimporlah jagung dan kedelai dari luar negeri, dibayar dengan dollar yang mahal nilai tukarnya. Setelah jadi pakan, mahal pula jadinya. Kami pernah bertanya ke seorang rekan di Bogor,”Naon wae pagawean sarjana IPB?” (Apa saja pekerjaan sarjana IPB?). Jawabnya sambil ngakak,”Maranehanana damel di bank sarta koperasi simpen tambut”. (Mereka kerja di bank dan koperasi simpan pinjam).

Hadeeeh.

Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!