herdinbisnis.com: Fermentasi Ampas Tahu Sebagai Pakan Tambahan Untuk Bebek

.

.

Sabtu, 12 April 2014

Written on

Fermentasi Ampas Tahu Sebagai Pakan Tambahan Untuk Bebek

Pengantar

Tahu adalah makanan yang banyak mengandung banyak protein nabati. Hasil sampingan lain dari produksi tahu adalah ampas tahu yang belum banyak dimanfaatkan dan dianggap kurang mempunyai nilai ekonomis. Mengkaji lebih lanjut ampas tahu masih bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak bebek yang banyak kandungan proteinnya. Belum banyak peternak bebek yang memanfaatkan ampas tahu sebagai pakan tambahan bagi ternaknya selain konsentrat. Pertumbuhan ternak yang di beri pakan ampas tahu lebih cepat dari pada yang tidak diberi.

Ampas tahu adalah salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan penyusun ransum. Sampai saat ini ampas tahu cukup mudah didapat dengan harga murah. Ditinjau  dari  komposisi  kimianya  ampas  tahu  dapat  dimanfaatkan sebagai sumber protein karena kandungan protein dan lemak pada ampas tahu yang cukup tinggi. Tetapi kandungan tersebut berbeda tergantung tempat dan cara pemprosesannya.  Kandungan ampas tahu yaitu protein 8,66%, lemak 3,79%, air 51,63% dan abu 1,21%, maka sangat memungkinkan ampas tahu untuk diolah menjadi bahan makanan ternak (Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur, 2011).

Namun ampas tahu memiliki kelemahan sebagai bahan pakan yaitu kandungan serat kasar dan air yang tinggi. Kandungan serat kasar yang tinggi menyulitkan bahan pakan tersebut untuk dicerna bebek dan kandungan air yang tinggi dapat menyebabkan daya simpannya menjadi lebih pendek. Cara untuk mengurangi kandungan serat kasar tersebut adalah diproses dengan fermentasi.

Nilai Gizi Ampas Tahu

Ampas tahu lebih tinggi kualitasnya dibandingkan dengan kacang kedelai. Protein ampas tahu mempunyai nilai biologis lebih tinggi daripada protein biji kedelai dalam keadaan mentah karena bahan ini berasal dari kedelai yang telah dimasak. Ampas tahu juga mengandung unsur-unsur mineral mikro maupun makro yaitu: Fe 200-500 ppm, Mn 30-100 ppm, Cu 5-15 ppm, Co < 1 ppm dan Zn > 50 ppm.

Ampas tahu dalam keadaan segar berkadar air sekitar 84,5% dari bobotnya. Kadar air yang tinggi dapat menyebabkan umur simpannya pendek. Ampas tahu basah tidak tahan disimpan dan akan cepat menjadi asam dan busuk selama 2-3 hari, sehingga ternak tidak menyukai lagi. Ampas tahu kering mengandung air sekitar 10,0-15,5% sehingga umur simpannya lebih lama dibandingkan dengan ampas tahu segar

Cara Pengolahan Dan Pengawetan Ampas Tahu

Proses fermentasi akan menyederhanakan partikel bahan pakan sehingga akan meningkatkan nilai gizinya. Bahan pakan yang telah mengalami fermentasi akan lebih baik kualitasnya dari bahan bakunya. Fermentasi ampas tahu dengan Ragi Tape Jerami akan mengubah protein menjadi asam-asam amino dan secara tidak langsung akan menurunkan kadar serat kasar ampas tahu. Fermentasi dapat memecah selulosa, hemiselulosa, dan polimernya menjadi gula sederhana atau turunannya serta mampu meningkatkan nutrisi bahan asal karena mikroba bersifat katabolik selain juga dapat mensintesis vitamin seperti riboflavin, vitamin B12 dan pro vitamin A. Ragi Tape Jerami mengandung bakteri yang memiliki aktifitas lipolitik yang tinggi, yaitu memproduksi lipase yang menghidrolisa trigliserida menjadi asam-asam lemak bebas.

Pengolahan dan penyajian ampas tahu sebagai pakan bebek dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut ini:

  1. Letakkan karung berisi ampas tahu segar di atas bale-bale kemudian tindih dengan batu berat supaya airnya tiris (menetes keluar dengan cepat). Biarkan sampai tak tampak menetes.
  2. Keringkan ampas tahu. Jika sinar matahari terik, jemur sambil dibolak-balik. Jika tidak ada sinar matahari, terpaksa dikukus lalu dikeringanginkan. Tujuannya untuk membunuh kuman penyakit dan menuntaskan sisa airnya.
  3. Penyajiannya, setiap 10 kg ampas tahu yang sudah kering dicampur dengan air 7-8 liter air yang sudah diberi Ragi Tape Jerami 5 gram (kira-kira sebanyak 2 gumpalan sebesar kelereng). Setelah diaduk rata, bahan siap di fermentasi di ruangan tertutup selama 2-3 hari. Setelah fermentasi selesai bahan siap untuk diberikan pada bebek.
  4. Jika hasil fermentasi ini akan disimpan, harus dikeringkan lagi terlebih dahulu sebelum disimpan di dalam karung. Letakkan karung-karung tersebut di tempat kering, teduh dan tidak boleh menyentuh langsung lantai/dinding.
Pemberian ampas tahu dalam ransum yang digunakan sebagai pakan bebek fase starter tidak menimbulkan dampak negatif terhadap performansnya. Ampas tahu digunakan dalam ransum bebek sampai 15%. Hal ini berarti ampas tahu bisa diberikan sebagai bahan pakan untuk bebek dalam fase starter dan finisher karena ampas tahu tidak mempengaruhi performans dari bebek itu sendiri.

Semoga bermanfaat bagi para peternak bebek pada khususnya dan dapat menjadi inspirasi bagi peternak unggas lain pada umumnya.
Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!