herdinbisnis.com: Strategi Mengatasi Resiko Kejadian Kanibal pada Budidaya Ayam Petelor

.

.

Selasa, 13 Mei 2014

Written on

Strategi Mengatasi Resiko Kejadian Kanibal pada Budidaya Ayam Petelor


PENGERTIAN


“Memotong paruh ayam bagian depan menjadi lebih pendek, tumpul dan rata atas-bawah, dan wajib hukumnya walaupun sangkar ayam diisi 1 (satu) ekor tiap petak”.




TUJUAN


  • Mengurangi resiko kejadian kanibal;
  • Diharapkan susut jumlah ayam saat periode produksi berkurang, terutama mengurangi resiko dobol (prolapsus). Standar susut jumlah ayam dari umur 20 – 80 minggu, maksimum 10%. Bila susut jumlah ayam >15%, sulit untuk mencapai produksi telur hen house (H.H) >325 butir atau 21 kg telur per ekor;
  • Agar ayam makannya menjadi lebih efisien, mengurangi resiko pakan tercecer akibat pilih-pilih makanan. Jadi bukan hanya memakan makanan yang berbentuk butiran (pellet, crumble) tapi juga ikut termakan makanan yang berbentuk tepung (mash). Ingat, semua strain ayam petelur meng-klaim F.C.R-nya bisa 2,10 – 2,20;

WAKTU

Pertama, saat anak ayam (D.O.C) baru menetas, pada hari ke-1, bisa dipotong paruhnya dengan cara membakar bagian ujungnya sebanyak ± 1 mm dengan pisau potong paruh yang menyala dimana suhunya ± 500° Celcius supaya titik tumbuhnya paruh mati;
Kedua, yang tepat adalah pada masa perkembangan (grower), yaitu pada umur 9 – 10 minggu, dengan pertimbangan :
  • Sudah melewati masa pertumbuhan, yaitu pre-starter (umur 1 – 4 minggu) dan starter (umur 5 – 8 minggu);
  • Potong paruh menyebabkan stress berat. Kalau dilaksanakan pada masa pre-starter dan starter, bisa menghambat laju pertumbuhan;
  • Pada umur 9 minggu, paruh ayam belum terlalu keras, masih mudah dipotong walau pun dipotong sebanyak ± 50% atau disisakan 2 – 3 mm di depan lubang hidung;
  • Bila memotongnya dengan teknik yang baik dan benar, titik tumbuhnya mati akibat dipotong dan dibakar, paruh ayam benar-benar tumpul dan rata atas – bawah selamanya;
  • Bila memotongnya pada masa perkembangan (developer), umur 13 – 16 minggu, terlambat. Paruhnya sudah semakin keras dan beresiko mengganggu perkembangan organ reproduksi akibat stress dan awal berproduksinya bisa mundur.



SYARAT



  1. Sebelum memotong paruh, pastikan ayam dalam kondisi sehat;
  2. Program vaksinasi untuk masa pertumbuhan (pre-starter dan starter) sudah dilaksanakan, terutama vaksinasi terhadap ND;
  3. Berikan antibiotika yang bisa menembus paruh dan atau sinus, yaitu antibiotika golongan makrolida (Eritromisin, Tilosin, Spiramisin dll) pada ayam yang sedang dipotong paruhnya, selama 4 – 5 hari, bisa via air minum atau via pakan, untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi sekunder;
  4. Paruh ayam yang baru dipotong tidak boleh menyentuh dasar wadah pakan. Resikonya bisa terjadi tumor (granulasi). Bila terjadi granulasi di paruh bawah, bisa menyulitkan ayam saat mau makan. Maka piring wadah pakan pastikan terisi makanan cukup tebal, selalu terisi minimum 2 – 3 cm, dan tidak boleh sampai kehabisan selama minimum 5 hari atau sampai benar-benar kering.
Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!