herdinbisnis.com: Cara Tanam Padi Setahun 4 kali Panen

.

.

Rabu, 07 Januari 2015

Written on

Cara Tanam Padi Setahun 4 kali Panen


Pernahkah Anda memperoleh informasi bahwa pertanaman padi Anda bisa diolah dan dimanfaatkan secara optimal hingga 4 (empat) kali dalam setahun ?. Pernahkah Anda mendengar bahwa cara ini telah berhasil di ujicobakan di beberapa wilayah di Indonesia ?. Selama ini hampir diseluruh wilayah yang berbudidaya padi selalu menanam dengan pola 2 kali tanam padi dan sisanya palawija dan komoditas horti lainnya. Padahal untuk memperoleh hasil beras yang tinggi, lahan padi kita bisa dikelola hingga bertanam 4 kali setahun.
Abaikan persyaratan ini jika Anda meyakini bisa melaksanakannya, yakini bahwa proses penyelengggaraan budidaya padi 3 s.d. 4 kali setahun bisa dengan mudah dilakukan dengan beberapa kunci suksesnya. Pelajari lebih dalam dari tulisan ini.

Beberapa persyaratan yang perlu dibenahi terlebih dahulu untuk mencapai tehnik budidaya ini, diantaranya :
Syarat lokasi, jika  lokasi lahan Anda mendapatkan air irigasi dari bendungan atau sumber air atau aliran dekat dengan aliran sungai yang bisa diupayakan untk selalu tersedia sepanjang tahun selama setidaknya sebelas bulan penuh. Penyediaan air irigasi dalam keadaan tertentu bisa dibantu dengan menyediakan peralatan alsintan semacam mesin pompa. Bersyukur jika lokasi berada dalam areal yang terhampar tersebut memiliki potensi air artesis yang bisa digali. Baik buruknya memang sulit diduga, tetapi pemanfaatan air artesis sebaiknya dikonsultasikan dengan pihak berwenang setempat, terutama jika kesetimbangan unsur kekayu dan hutan di wilayah tinggian "belum" cukup banyak populasi tanamannya. Alternatif lain, penyediaan air, diantaranya adalah Embung. Embung ini semacam tempat- tempat penampungan air yang banyak jumlahnya dan bisa dialirkan ketika musim kemarau. Beberapa teknologi pompa alternatif yang murah adalah pompa archimedes dan pompa hydram serta kincir angin




POLA BUDIDAYA 

Keempat pola ini adalah  yang menjadi salah satu kunci sukses penyelenggaraan Tanam Padi 3 s.d. 4 kali dalam setahun. 

SISTEM PENDEDERAN/PEMBUATAN URITAN DENGAN SISTEM TAPIN (TANAM PINDAH) CUKILAN

Sistem pendederan atau pembuatan uritan dengan Tanam Pindah merupakan salah satu kunci sukses sistem budidaya padi 3 - 4 kali dalam setahun. Beberapa contoh dan metode Tanam Pindah diantaranya dengan nampan, seperti gambar berikut ini :






POLA TANAM TERBAIK ADA PADA PILIHAN ANDA,
Ada empat pola tanam alternatif paling mudah untuk budidaya Padi 4 (empat) kali dalam setahun yaitu: 

(a) POLA PERTAMA (A). dua kali VUG (Varietas padi Umur Genjah) dan dua kali VUSG (Varietas padi Umur Sangat Genjah); 











(b) POLA KEDUA (B). satu kali VUG (Varietas padi Umur Genjah) dan tiga kali VUSG (Varietas padi Umur Sangat Genjah) :






(c) POLA KETIGA (C). empat kali VUSG (Varietas padi Umur Genjah);  

(d) POLA KEEMPAT (D). tiga kali VUG (Varietas padi Umur Genjah) 


Semua pola tanam menerapkan sistem persemaian tapin cukilan yang dibuat 15 hari sebelum panen, lama pengolahan tanah 7 hari dan umur persemaian paling lama 22 hari.


2. Syarat keharusan dalam pengembangan Cara Bertanam  empat kali padi setahun, meliputi: 
  • aspek teknis, yaitu 

penggunaan VUSG (VARIETAS UNGGUL SANGAT GENJAH),
teknik persemaian PENDEDERAN TAPIN CUKILAN,
penggunaan alsintan,
membuat petani akrab dengan alat dekomposer serta
pengamatan  organisme pengganggu tanaman;


  •  aspek ekonomis yaitu 
efisiensi biaya produksi,
tingkat produksi dan

pendapatan harus lebih tinggi,
mengoptimalkan kelompok tanam dan kelompok penebas serta
tersedianya selalu upaya untuk menjaga stabilitas harga jual gabah;

dan

  • aspek kelembagaan yaitu 
rancang bangun kelompok tani,
dukungan lembaga keuangan mikro,
penyediaan teknologi yang dibutuhkan dan
dukungan kebijakan pemerintah

3. Sepanjang belum mampu menciptakan kondisi ideal pelaksanaan IP Padi 400, maka program IP Padi 300 (pola tanam D) lebih layak untuk dikembangkan baik secara teknis, sosial, ekonomis dan lingkungan. Program peningkatan IP Padi ini dapat dijadikan alternative terobosan kebijakan menunjang peningkatan produksi beras nasional.

Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!