herdinbisnis.com: Pijar Cahya Ramadhan 2015, Mari Berbagi Bersama Anak Yatim Piatu

.

.

Minggu, 21 Juni 2015

Written on

Pijar Cahya Ramadhan 2015, Mari Berbagi Bersama Anak Yatim Piatu


Astaghfirullah….betapa ternyata setiap detik kita dikejar oleh sesuatu yang sangat-sangat menakutkan, ialah KEMATIAN….namun jarang sekali kita mengingatnya bahkan tak pernah merasa takut karena kurangnya bekal untuk hidup sesudah kematian k

ita, padahal ibadah kita masih hambar, bacaan Al-Qur’an kita masih terbata-bata bahkan tak berasa nikmat sedikitpun, sedekah kitapun masih dari yang tersisa, anak-anak kitapun belum kita program agar menjadi aset investasi untuk kehidupan sesudah kematian kita, sebagian besar kekayaan kita masih kita habiskan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup kita yang SESA’AT ini…..



Namun Alhamdulillah, untungnya Allah SWT itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang sangat menghargai segala ‘upaya kecil’ kita dengan melipatkangandakan balasan sampai tak berhingga dan Allah SWT selalu sabar dan rindu menunggu kehadiran kita untuk segera mendekat kepadaNYA, walau dengan membawa segunung dosa dan maksiat.

Sahabat, tidak rindukah kita untuk segera tinggal di sebuah IstanaNYA yang begitu mempesona dengan segala kenikmatan yang tak berhingga di dalamnya, mengapa kita masih begitu tergiur dengan tawaran-tawaran untuk memiliki Istana Dunia yang pasti akan lenyap dan kita tinggalkan, bukankah ketika kita meninggal nanti hanya butuh sejengkal tanah 2x1 meter saja ? 

Sementara setiap saat Allah SWT menawarkan IstanaNYA kepada kita namun kadang kita begitu acuh menyambut apalagi membelinya, semahal apakah Istana yang ditawarkan Allah SWT ? berikut ini kisahnya…….

MEMBELI ISTANA

Astaghfirullah….betapa ternyata setiap detik kita dikejar oleh sesuatu yang sangat-sangat menakutkan, ialah KEMATIAN….namun jarang sekali kita mengingatnya bahkan tak pernah merasa takut karena kurangnya bekal untuk hidup sesudah kematian kita, padahal ibadah kita masih hambar, bacaan Al-Qur’an kita masih terbata-bata bahkan tak berasa nikmat sedikitpun, sedekah kitapun masih dari yang tersisa, anak-anak kitapun belum kita program agar menjadi aset investasi untuk kehidupan sesudah kematian kita, sebagian besar kekayaan kita masih kita habiskan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup kita yang SESA’AT ini…..

Namun Alhamdulillah, untungnya Allah SWT itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang sangat menghargai segala ‘upaya kecil’ kita dengan melipatkangandakan balasan sampai tak berhingga dan Allah SWT selalu sabar dan rindu menunggu kehadiran kita untuk segera mendekat kepadaNYA, walau dengan membawa segunung dosa dan maksiat.
Sahabat, tidak rindukah kita untuk segera tinggal di sebuah IstanaNYA yang begitu mempesona dengan segala kenikmatan yang tak berhingga di dalamnya, mengapa kita masih begitu tergiur dengan tawaran-tawaran untuk memiliki Istana Dunia yang pasti akan lenyap dan kita tinggalkan, bukankah ketika kita meninggal nanti hanya butuh sejengkal tanah 2x1 meter saja ? sementara setiap saat Allah SWT menawarkan IstanaNYA kepada kita namun kadang kita begitu acuh menyambut apalagi membelinya, semahal apakah Istana yang ditawarkan Allah SWT ? berikut ini kisahnya…….
------------------
Seorang Pengemis berjalan gontai ke arah Rahim bin Afwan.
“Tuanku, bisakah kau memberiku sedekah ? sudah tiga hari ini aku tidak makan. Demikian juga keluargaku. Seluruh tubuhku gemetar menahan lapar,” pinta pengemis itu dengan suara lemah.
Rahim menatap kakek tua itu dengan mata tajam.
“Hai kakek tua, tubuhmu tidak cacat. Kau pun belum terlalu tua untuk bekerja. Lalu, kenapa kau mengemis?” tanya Rahim dengan sinis. “Mencari uang itu bukan persoalan gampang. Jadi, aku tidak mungkin langsung memberi begitu saja,” lanjut Rahim.
Pengemis itu mengangguk. “Baiklah, aku akan bekerja jika Tuan bersedia memberiku perkerjaan.”
“Hahaha... mana mungkin kau bekerja dalam keadaan lapar dan gemetar,” Rahim malah mengejek.
Pengemis itu menjadi sedih.
“Sudah, pergilah. Aku tidak akan memberimu apa-apa,” usir Rahim.

Pengemis melangkahkan kaki dengan kecewa. Ketika sedang bingung, ke mana lagi dia akan meminta-minta, lewatlah seorang pemuda Badui di depannya.
“Tuan, demi keagungan dan kebesaran hari ini, berilah aku sedekah untuk memberi makan keluargaku. Sudah tiga hari kami tidak makan. Kami sangat kelaparan,” kata pengemis meminta sedekah.
Badui itu berbalik menatapnya, “Memangnya, ini hari apa? Kau mengatakan hari ini adalah hari yang agung dan besar?” tanyanya.
“Hari ini adalah bulan Syura,” jawab pengemis sambil menerangkan keutamaan dan kisah bulan Syura.
Rupanya, orang Badui itu tergerak hatinya untuk memberikan sedekah.
“Baiklah, kakek tua. Apa yang harus aku sedekahkan untukmu ?” katanya.
Si pengemis berkata, “Aku memerlukan 9 iris roti, 5 iris daging, 5 biji kurma, dan uang lima dirham. Jika kau tidak keberatan, wahai Tuan.”
Tanpa banyak bicara, orang Badui itu memberi si pengemis apa yang di butuhkannya. Si pengemis langsung pulang dengan hati bahagia.

Sementara itu, Rahim yang sedang tertidur pulas bermimpi.
“Lihatlah Rahim, istana di depanmu,” kata sebuah suara yang berat.
Rahim melihat dua buah istana yang sangat megah. Istana itu terbuat dari emas dan ditaburi batu-batu permata yang berkilauan.
“Subhanallah, indah sekali istana itu. Milik siapakah?”
Suara itu menjawa, “Dua istana yang indah itu tadinya akan diberikan untukmu, jika kau memberikan sedekah kepada pengemis yang tadi siang menemuimu. Kini, istana itu menjadi milik seorang pemuda Badui.”
Rahim terkejut dan terbangun dari tidurnya. Rahim segera pergi menemui orang Badui yang dimaksud dalam mimpinya.
“Apa yang kaulakukan tadi siang hingga kau mendapat pahala dua buah istana yang sangat indah ?” tanya Rahim.
Mulanya, orang Badui itu tidak mengerti apa yang di katakan Rahim. Setelah Rahim menceritakan mimpinya, baru ia mengerti. Orang Badui itu lalu bercerita mengenai pengemis yang datang kepadanya. Dia memberikan semua yang diperlukan si pengemis.
“Maukah kau menjual amalmu itu padaku dengan harga seribu dirham?” tanya Rahim.
Orang Badui itu menjawab, “Wahai Saudaraku, sesungguhnya amal yang dilakukan seseorang tidak dapat diperjualbelikan, bahkan dengan harga bumi dan seluruh isinya sekalipun,”


“ Dan bahwa munusia hanya akan memperoleh apa yang telah diusahakannya. Dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya sesuai dengan balasan yang paling sempurna”. Surat An –Najm (53: 39-41)

“Rasulullah saw. Bersabda, `Orang yang paling cepat diantara kamu sekalian menyusul aku adalah orang yang paling ringan tangannya (senang membantu) di antara kalian ” –SHAHIH MUSLIM

Naskah ini saya copy paste dari sebuah Group... 

Bersegeralah memperbanyak Amal Shaleh, ikuti program-program sukses Ramadhan bersama Rumah Yatim Indonesia,






SaLurkan pula Zakat, Shadaqah, Amal dan Infaq Anda melaluihttp://www.baznas.or.id/



SEKARANG ADA LAGI WEB YANG MEMBUAT KITA MUDAH BERWAKAF, BISA DICICIL JUGA ....



MULIA kita dengan MEMBERI, ABADIKAN yang TERSISA dengan SEDEKAH



MARI DAFTARKAN NOMOR-NOMOR REKENING YAYASAN ANAK YATIM PIATU, YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM, BAZISDA di Sekitar Tempat TInggal Anda, disini. Akan kami tautkan dalam lembar acara group pada hari-hari menjelang akhir bulan Ramadlan disini....



CATATAN : Mohon maaf, nomor rekening atas nama Pribadi kami akan remove- walaupun itu dinyatakan mewakili Lembaga tertentu.



DAFTAR NOMOR-NOMOR REKENING 



NO REKENING YAYASAN PANTI ASUHAN ANAK YATIM TUNAS HARAPAN SITUBONDO



BCA 1210157740
BRI 00000090 - 01 - 000167 - 30 - 0
MANDIRI 143 -00- 0506671 - 1 5
BANK JATIM 0292339925





NO. REKENING BAZ JATIM
INFAQ
• Bank Syariah Mandiri 008-111-6666
• Bank Jatim 001-108-8588
• BRI 0096-01-000800-300
• Bank Mandiri 1410034346767



ZAKAT
• Bank Syariah Mandiri 008-116-666-1
• Bank Jatim 001-118-3450
• BRI Syariah 707-31-16-00341
• Bank Bukopin Syariah 880-0249-032
• BTN Syariah 703-1000-284
• BNI Syariah 0707070770
• Bank Jatim Syariah 6101000108



Berbagi ItuTak Pernah Merugi



MULIA kita dengan MEMBERI, ABADIKAN yang TERSISA dengan SEDEKAH



Rekening Rumah Yatim Indonesia



Bank BCA :



230.38888 96 atas nama Yayasan BANTU (recomended)



230.0300 807 atas nama Yayasan Husnul Khotimah



Bank MANDIRI :



131.00.1047101.1 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia atau



156.0003296409 atas nama Yayasan Husnul Khotimah



Bank MUAMALAT



0001.358.656 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia atau



305.00116.15 atas nama Yayasan Husnul Khotimah



Bank SYARIAH MANDIRI : 7032361948 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia



Bank BNI : 0244928496 atas nama Rumah Yatim Indonesia



Bank BRI : 010001055225502 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indones



Bank bjb : 0017778552100 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia



Bagi Anda YANG INGIN konfirmasi jika mengirimkan dana via Rekening Rumah Yatim Indonesia silahkan SMS atau Hubungi ke 081313999801 atau087885554556 atau BBM ke 2843E80F ( Ust.Aly )

Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!