herdinbisnis.com: Jangan Takut Imunisasi, Ini Cara Mengatasi Efek Demam Setelah Imunisasi.

.

.

Kamis, 25 Juni 2015

Written on

Jangan Takut Imunisasi, Ini Cara Mengatasi Efek Demam Setelah Imunisasi.

Imunisasi atau vaksinasi merupakan cara yang sangat ampuh dalam menjaga beberapa jenis penyakit. 

Dengan pemberian vaksinasi melalui suntikan ataupun oral dapat menyelamatkan banyak generasi dari serangan penyakit yang membahayakan dengan meningkatkan daya tahan tubuh yang semakin kuat. 

Bayi yang belum bisa menerima perubahan lingkungan dikhawatirkan akan mudah terserang penyakit, melalui imunisasi tingkat bahaya yang akan mengancam bayi bisa diperkecil dibandingkan dengan bayi yang tidak mengalami imunisasi. 

Imunisasi wajib yang dilakukan selama perkembanga bayi adalah imunisasi BCG yang tidak mengakibatkan perubahan berarti pasca penyuntikan. 

Imunisasi Hepatitis B akan diberikan sebanyak 3 kali dengan keluhan yang muncul nyeri dan demam ringan, meskipun keluhan ini berbeda dengan bayi lainnya. 
Imunisasi Polio untuk mencegah penyakit polio jarang menimbulkan efek samping. 
Imunisasi campak untuk penyakit campak tidak akan memberikan efek samping bagi sebagian bayi, adapun yang mungkin timbul adalah reaksi demam atau diare.
Selanjutnya adalah imunisasi DPT yang memberikan efek samping dalam kurang nafsu makan, nyeri di area bekas suntikan, muntah dan demam. 

Manfaat imunisasi memang tidak dapat diragukan lagi akan tetapi beberapa diantara anda khawatir ketika setelah imunisasi bayi anda mengalami peningkatan suhu badannya. 

Apa yang harus dilakukukan? 

Anda tidak perlu panik pada beberapa imunisasi termasuk pemberian vaksin DPT (difteri, pertusis, dan tetanus) mengakibatkan perubahan suhu badan pada bayi anda. 

Bayi anda akan mengalami kesulitan tidur, lebih mudah menangis dan gelisah ini bukan karena vaksin yang tidak cocok melainkan karena perubahan suhu badan yang membuat bayi anda tidak nyaman. 

Bahkan berhasil atau tidaknya imunisasi bisa dilihat pasca imunisasi dengan ditandai perubahan suhu badan yang meningkat, panas atau bengkak disekitar area suntikan.

Pemberian vaksin yang mengalami peningkatan suhu tubuh sering kali membuat anda panik, serba salah bahkan ikut menangis tak tega dengan kondisi bayi. 

Walaupun sebelumnya anda akan diberi tahu pasca imunisasi perubahan yang dialami oleh bayi, anda dapat meminta obat penurunan panas untuk antisipasi peningkatan panas sewaktu-waktu. 

Pada panas bayi mencapai 38 derajat celcius tidak membutuhkan obat penurun panas.


Berikut adalah cara yang bisa anda lakukan untuk mengurangi suhu badan yang tinggi pada bayi anda pasca imunisasi :
  • Memberikan ASI sesering mungkin. Kandungan ASI memiliki zat yang dapat menggurangi peningkatan suhu badan.
  • Mendekap bayi, dengan memberikan dekapan dari anda dapaet meningkatkan zat antinyeri sehingga menurunkan rasa sakitnya.
  • Jangan menggunakan bedong atau selimbut tebal, gunakan baju yang mudah menyerap keringat.
  • Kompres menggunakan air hangat sehingga menurunkan resiko kejang-kejang ketimbang menggunakan air dingin.
  • Memberikan kompresan air hangat untuk mengurangi pembengkakan pasca suntikan. Kebanyakan bayi merasa nyeri ketika bekas suntikan tersentuh sehingga membuat tidak nyaman.
  • Berikan pijatan halus agar bayi merasa nyaman
  • Gunakan selalu alat pengukur panas (termometer) untuk melihat perkembangan peningkatan atau penurunan suhu tubuhnya.
  • Pada umumnya kenaikan suhu badan bayi anda akan meningkat berkisar 38- 40 derajat celcius, panas badan anda akan menurun dengan sendirinya dalam waktu 1-2 hari. Ketika bayi anda mengalami panas melebihi 38 derajat celcius dapat diberikan obat penurun panas yang sesuai dengan anjuran dokter. Bila tidak kunjung turun dan mempunyai riwayat kejang maka dapat berkonsultasi dengan dokter untuk diberikan penangannya.

Dalam catatan lainnya, dirangkum beberapa tips lain diantaranya :

Kini ada pilihan imunisasi yang tidak memunculkan efek demam sehingga bayi tidak rewel. Anak akan demam atau tidak, tergantung pada daya tahan tubuhnya. Ada anak yang demam, ada pula yang tidak demam setelah diberi imunisasi. 

Sebagian imunisasi memberikan reaksi bengkak dan kemerahan di sekitar daerah yang disuntik. Agar bayi nyaman setelah diimunisasi:
  • Berikan anak obat penurun demam sesuai anjuran dokter. Konsultasikan pada dokter dosis yang tepat.
  • Kompres dengan air dingin di bekas bagian yang disuntik selama  10-20 menit dapat membantu mengurangi rasa sakit dan bengkak.
  • Beri bayi banyak cairan karena bisa membantu mengurangi demam.
  • Atur pendingin ruang agar suhunya nyaman untuk anak.

Untuk menghindari reaksi imunisasi:
  • Pastikan anak sehat. Banyak ahli tidak menyarankan memberikan vaksin  pada bayi demam atau sedang sakit yang lebih serius dari batuk-pilek
  • Katakan pada dokter jika anak alergi karena ia perlu dihindari dari beberapa vaksin, seperti MMR atau vaksin cacar bila si kecil alergi gelatin. Begitu pula anak yang alergi telur sebaiknya tidak mendapatkan vaksin influenza.

Segera hubungi dokter bila anak menunjukkan gejala yang lebih serius tak lama setelah diimunisasi. Tanda-tanda anak menunjukkan reaksi alergi serius terhadap vaksin:
  • Sulit bernapas. 
  • Suaranya serak dan napasnya berbunyi. 
  • Gatal-gatal disertai bintik-bintik merah.
  • Wajahnya pucat.
  • Jantung berdebar.
  • Hilang kesadaran.
dari beberapa sumber
Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!