herdinbisnis.com: Membangun Bendungan-bendungan Kecil dari Sumber sampai Hulu, Suatu Cara Menyediakan Air di Musim Kemarau.

.

.

Rabu, 08 Juli 2015

Written on

Membangun Bendungan-bendungan Kecil dari Sumber sampai Hulu, Suatu Cara Menyediakan Air di Musim Kemarau.

Edimmah bedeh bhungkanah arah, edissa bede'eh Sombher. Itu adalah suatu kutipan kalimat bijak dari leluhur kami yang artinya, DImana Terletak Pohon Ara/ Pohon TIN, disana tersedia Sumber Mata Air. Merupakan sebuah jargon yang tetap tertanam dan terbukti merupakan suatu catatan fenomenal kebijaksanaan leluhur terhadap  utamanya bagi Kelestarian Alam. Air adalah sumber kehidupan, maka patut kita jaga ketersediaannya. 

Berikut adalah suatu catatan dari screenshot yang kami sajikan untuk memberikan semacam wawasan bagi kita bahwa Mempertahankan Air Permukaan itu bisa menyediakan Kehidupan yang Lebih baik Bagi Kita Semua.

   

Jika kita memandang kawasan ini sungguh pelik rasanya. Tanah seluas ini tidak bisa ditanami apapun. Petani menyebut musim seperti  ini dengan istilah BERRO atau BANDUNG atau masa dimna tanah tidak bisa dimanfaatkan untuk berbudidaya tanaman. Penghasilan petani di musim seperti ini tidak ada. Petani pada musim-musim seperti in ibertahan hidup dari hasil lumbung dimusim Nyenna, dimusim tanah  masih bisa menghasilkan. Alangkah bahagianya jika tanah ini bisa dihijaukan dan bisa menghasilkan pendapatan. Air adalah sumber kehidupan. Maka cara satu-satunya adalah mempertahankan air permukaan untuk tetap tersedia.

Jika air selalu tersedia, maka pemandangan tadi tidak lagi kita lihat. Bendungan - bendungan kecil dan banyak merupakan sebuah cara mempertahankan ketersediaan air. Membangun Badan Air hingga terbentuk Danau atau Waduk merupakan sebuah cara untuk mempertahankan kawasan budidaya kita tetap tersedia air untuk berpenghasilan. Lebih banyak air permukaan tersedia  akan lebih banyak kawasan menjadi lebih subur. Makin banyak embung-embung dibangun dari  kawasan hulu hingga hilir akan menyediakan air bagi budidaya tanaman kita. Keruklah dan bangunlah bendung-bendung di sebuah aliran air yang pada musim kemarau akan surut airnya. 



Indah sekali keadaan ini, apalagi badan air ini akan menyediakan ikan dan udang buat kita konsumsi. Suasana tetap asri dan menyediakan banyak Oksigen bagi kehidupan kita.

Berikuta adalah sebuah contoh tehnik mempertahankan Air Permukaan untuk bisa dimanfaatkan bagi kehidupan wong tani.



Aliran parit ini berasal dari hulu di ketinggian perbukitan hingga ke hilir. Parit ini dulunya kecil. Namun untuk ketersediaan air, kemudian digali lebih dalam di beberapa titik sejak dari hulu. Hasilnya cukup bisa mempertahankan air permukaan hingga musim kemarau dan bisa untuk menghidupkan tanah yang kering kerontang dimusim kemarau. Bendung-bendung itu dibangun cukup banyak, Swadaya oleh beberapa petani yang sadar dan tahu apa manfaat mengeruk parit ini dimusim kemarau dan kelak dimusim kemarau akan datang air bisa tersedia. Di parit yang dikeruk ini disekitarnya ditanami tanaman penahan air, seperti Tanaman Ara, Beringin, dan sebagainya.   




5 Tahun lalu, sekumpulan air ini diebndung dengan menggunakan 15 sak semen. Dan Alhamdulillah, hasilnya setiap musim kemarau parit ini masih bisa menyediakan sejumlah air hingga musim kemarau berakhir. 
Bangunan seperti ini tidak cuma satu, tapi banyak. Sederhana saja, sehingga menyediakan air itu secara perlahan lahan.




Ini pemandangan  bahwa air dari parit tadi bisa untuk mengairi kawasan hingga jauh. Dengan menggunakan rangkaian pipa paralon














Bendung di Parit tadi  ditancapkan mesin penghisap air, untuk bisa mengalirkan air ke kawasan yang terjauh sekalipun.

















Jika kita menanam pohon beringin, pohon ara/tin atau tanaman yang berakar lebat  seperti tanaman buah-buahan juga sejak dari hulu hingga hilir terutama pada sekitar bendung yang kita laksanakan dimusim hujan. Maka, sumber mata air akan terus bisa dipertahankan keberadaannya. Air akan terus mengalir di Bendung yang kita buat ini. Ini adalh suatu cara bijaksana dan cerdas untuk menyediakan air bagi kawasan pertanian kita. Pohon-pohon ini ditanam 5 tahun lalu, dan disini tersedia mata air sekarang. Suatu ketakjuban yang tiada banding. Pepohonan ternyata menyumbang sumber air bagi bendungan kecil ini.



Membuat lekukan yang cukp lebar dan membuat bendungan sehingga kawasan ini menjadi lebih datar dan dalam disebagian kawasan parit dari hulu ke hilir akan membuat persediaan air makin lebih banyak. Strategi mempertahankan air dimusim hujan yang berlimpah dengan membuat lekukan dan cekungan yang banyak dan dalam di parit seperti ini bisa membuat kita  mempertahankan air permukaan menjadi tersedia bagi pertanaman kita masing - masing. Ayo kita berkelompok dan melakukan hal ini bagi lingkungan pertanian kita.
Ayo kita perbanyak badan-badan air, seperti embung, waduk atau kolam penampuangan air yang luas. Untuk kehidupan yang lebih baik

sumber foto, : Nasih UGM

Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!