herdinbisnis.com: Apa Itu Iodium?

.

.

Rabu, 19 Agustus 2015

Written on

Apa Itu Iodium?

segelas susu ditambah sebutir telur matang
mencukupi sekitar 50% kebutuhan yodium tubuh.
Iodium merupakan mineral yang termasuk unsur gizi esensial walaupun jumlahnya sangat sedikit di dalam tubuh, yaitu hanya 0,00004% dari berat tubuh atau sekitar 15-23 mg. Itulah sebabnya iodium sering disebut sebagai mineral mikro atau trace element.

Manusia tidak dapat membuat unsur iodium dalam tubuhnya seperti ia membuat protein atau gula. Manusia harus mendapatkan iodium dari luar tubuhnya (secara alamiah), yakni melalui serapan dari iodium yang terkandung dalam makanan dan minuman.

Kebutuhan tubuh akan iodium rata-rata mencapai 1-2 mikrogram per kilogram berat badan per hari. Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi menganjurkan konsumsi iodium per hari berdasarkan kelompok umur seperti tercantum pada Tabel 1. Sesungguhnya kebutuhan terhadap iodium sangat kecil, pada orang dewasa hanya 150 mikrogram (1 mikrogram = seperseribu miligram).

Iodium diperlukan tubuh terutama untuk sintesis hormon tiroksin, yaitu suatu hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang sangat dibutuhkan untuk proses pertumbuhan, perkembangan, dan kecerdasan. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi dalam waktu lama, kelenjar tiroid akan membesar untuk menangkap iodium, yang lebih banyak dari darah. Pembesaran kelenjar tiroid tersebutlah yang sehari-hari kita kenal sebagai penyakit gondok.

Yodium adalah sejenis mineral dengan nomor atom 53 yang banyak terkandung dalam air laut dan terkonsentrasi pada beragam biota laut. Rumput laut, contohnya, memiliki konsentrat yodium yang sangat tinggi hingga cukup 1 sendok makan rumput laut relatif memenuhi kebutuhan harian manusia normal akan yodium. Yodium (iodine) berasal dari kata Yunani yang memiliki arti “ungu”. Penamaan ini bermula ketika kimia yodium pertama kali berhasil di isolasi dari asap berwarna ungu yang merupakan bentuk pembakaran/penguapan yodium yang berasal dari pembakaran rumput laut kering.

Yodium tidak bisa dihasilkan sendiri oleh tubuh manusia sehingga membutuhkan asupan terus menerus dari bahan makanan yang masuk ke tubuh. Secara umum, hampir semua makhluk hidup yang sudah bertubuh kompleks membutuhkan yodium, terutama untuk menjaga kelenjar tiroid (thyroid). Kelenjar tiroid (kelenjar gondok) adalah salah satu kelenjar endoskrin terbesar terletak pada leher tepat dibawah laring (rongga pernafasan). Kelenjar tiroid bertugas untuk mengatur kecepatan pembakaran energi, memproduksi protein serta mengatur dan menghasilkan hormon sehingga ketika kelenjar ini kekurangan unsur yodium, tubuh akan merangsang kelenjar tiroid untuk bekerja lebih keras yang mengakibatkan pembekakan kelenjar tiroid atau yang umum disebut penyakit gondok dengan ciri-ciri tonjolan besar pada leher.

Asupan utama yodium bagi manusia biasanya berasal dari garam dapur dalam proses pengolahan makanan yang umumnya telah ditambahkan bahan yodium. Hal ini telah dikembangkan sejak lama guna mencegah penyakit gondok dan mempertahankan kecukupan asupan yodium bagi konsumen. Diperkirakan lebih dari 50% garam dapur yang diproduksi di seluruh dunia sudah ditambahkan unsur yodium termasuk di Indonesia. Selain mencegah penyakit gondok, kekurangan yodium bisa menyebabkan keterbelakangan mental yang juga sangat merugikan.


dari sebuah sumber
Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!