herdinbisnis.com: Apa yang Terjadi jika Kekurangan Iodium ?

.

.

Rabu, 19 Agustus 2015

Written on

Apa yang Terjadi jika Kekurangan Iodium ?

Bagi beberapa komunitas atau individu yang kesulitan mengakses makanan laut (misalnya penduduk pegunungan terpencil) dan jenis-jenis makanan lain yang kaya akan kandungan yodium, rentan terkena defisiensi yodium. Kondisi yang terus menerus kekurangan yodium mengarah kepada berbagai gangguan kesehatan. Apabila terjadi dalam suatu komunitas maka kekurangan tersebut bisa menyebabkan keterbelakangan baik secara fisik maupun kecerdasan dalam masyarakat itu karena garis keturunan yang dihasilkan mengalami defisiensi yodium secara masal.

Efek yang paling mudah dikenali dari individu yang mengalami defisiensi atau kekurangan yodium adalah mengidap penyakit gondok. Penyakit gondok sendiri timbul karena terjadinya pembekakan kelenjar gondok atau kelenjar tiroid yang berada dalam leher. Bengkaknya kelenjar tiroid tidak selalu disebabkan kekurangan yodium akan tetapi kekurangan yodium memperbesar resiko terjadinya pembekakan.

Bagi ibu yang sedang hamil atau menyusui membutuhkan asupan yodium lebih besar daripada normal. Hal ini berpengaruh pada perkembangan kecerdasan otak dan mental bayi. Kekurangan yodium bisa menimbulkan keterlambatan perkembangan kecerdasan anak hingga taraf terparah menjadikan bayi mengalami keterbelakangan mental. Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa kekurangan kandungan yodium pada level tertentu tidak menyebabkan resiko penyakit gondok namun tetap bisa membuat bayi yang terlahir mengalami cacat mental.

Negara seperti Kanada telah menetapkan kewajiban produsen garam menambahkan yodium. Tahun 2009 pemerintah Australia mengeluarkan peraturan bahwa setiap produksi roti harus menambahkan yodium dalam bahan pembuatan. Berbagai negara terus mengeluarkan aturan-aturan demi menekan tingkat kasus defisiensi yodium yang mungkin terjadi. Beberapa negara tertinggal, terutama di negara afrika, masih memiliki tingkat kekurangan yodium yang mengkhawatirkan.

Keracunan Yodium

Ada beberapa gejala terjadinya keracunan akut yodium akibat asupan berlebih dari yodium. Gejala-gejala tersebut meliputi rasa nyeri di rongga mulut, rasa mual dan muntah-muntah. Kondisi ini mustahil terjadi akibat pola konsumsi normal kecuali adanya gangguan medis serius lain yang menyebabkan berlebihan kadar yodium (misal : gagal ginjal).

Seperti disebutkan sebelumnya, yodium yang berlebihan juga memperlambat kerja kelenjar tiroid dimana kondisi ini juga tidak baik bagi kesehatan. Selain itu, pengobatan dengan basis yodium harus selalu dibawah pengawasan ahli medis karena dikhawatirkan interaksi yodium dengan kimia lain yang mungkin dikandung oleh jenis pengobatan tertentu.

Yodium yang digunakan langsung pada kulit juga bisa menyebabkan beberapa efek samping yang kurang menyenangkan. Iritasi, bekas berpola pada kulit, reaksi alergi, kemerahan dan sebagainya menjadi beberapa gejala efek samping yang mungkin terjadi. Berhati-hatilah untuk tidak mengikat perban terlalu kencang atau menutupi rapat luka yang sudah ditetesi yodium untuk menghindari efek terbakar yodium.

Yodium merupakan unsur alam yang banyak terkandung dalam air laut serta biota laut. Berbagai jenis makanan laut menjadi sumber yodium terbaik bagi manusia, mulai dari rumput laut, kerang, udang, ikan dan juga berbagai jenis olahan seafood lainnya. Dengan pengenalan yodium dalam kaitannya dengan nutrisi bagi tubuh manusia, kita bisa memaksimalkan manfaat yodium demi menjaga kesehatan kita.

Kekurangan yodium ataupun kelebihan yodium sampai taraf keracunan sangat tidak dianjurkan. Berbagai kerugian bisa disebabkan keduanya, dimana efek terbesar adalah pada kelenjar tiroid manusia dan tingkat perkembangan fisik dan mental pada anak-anak. Karena pentingnya mencegah terjadinya kerugian-kerugian tersebut secara luas, banyak pemerintahan mewajibkan penggunaan yodium dalam berbagai jenis makanan manusia. Garam beryodium adalah salah satu contoh paling mudah langkah pemerintah berbagai negara mencegah terjadinya defisiensi yodium dalam masyarakatnya.
Secara garis besar, segelas susu ditambah sebutir telur mencukupi sekitar 50% kebutuhan yodium tubuh.

dari beragam sumber
Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!