herdinbisnis.com: Paitan (Tithonia diversifolia), Melalap Daunnya Diabetespun Amblas

.

.

Senin, 10 Agustus 2015

Written on

Paitan (Tithonia diversifolia), Melalap Daunnya Diabetespun Amblas

Sejenak kita tidak pernah menduga bukan bahwa tanaman yang kuning bunganya ini merupakan tanaman yang kini disebut sebagai Tanaman Insulin. Tanaman ini sering kita temui tumbuh liar. 

Betapa tidak ?, tanaman ini telah terbukti ampuh menjadi penolong bagi penderita diabetes untuk menurunkan kadar gula darahnya.


Suatu ketika dalam sebuah pameran yang diselenggarakan oleh salah satu Pemerintah Daerah tampak bibit-bibit yang ditumbuhkan dari stek batangnya dipamerkan dan didisplay mewah dalam sebuah pajangan eksklusif salah satu Unit Kerja Pemerintah Daerah tersebut, yakni Dinas Kesehatan dan diparingilah didepannya sebuah label indah TANAMAN INSULIN, wah !!!. 

"Itulah tanaman Paitan", jelas seorang teman setelah kita sama membaca artikel-artikel yang mentestimoni kesembuhan setelah melalap daunnya. 

Dalam beberapa artikel dijelaskan beberapa penuturan dari beberapa orang yang secara laboratorium disebut-sebut beliau mengalami sebuah produksi gula darah yang sudah mencapai batas normal. Dan dalam artikel testimoni lainnya - ada sebagian yang bahkan sudah melebihi batas normal tubuhnya. 

Kemudian, mereka mendapat keterangan bahwa keadaan itu bisa ditolong dengan mengkonsumsi daun Paitan ini. Sehingga mencoba mengkonsumsi daunnya.

Beliau membersihkan daunnya dengan mencuci bersih dengan sabun atau detergen, lalu ditiriskan sebentar. Kemudian mempersiapkan air hangat setelah mendidih ditambah sedikit dengan air minum, lalu daun yang sudah direndam dengan air hangat itu segera dikonsumsi. Yakni dengan  cara melalap daun segar yang telah sebelumnya direndam dalam air hangat itu tadi. Alhasil, alhamdulillah... ternyata hasil laboratorium setelah mengkonsumsi setiap dua hari sekali daun tersebut setelah 2 bulanan, kadar gula darahnya turun signifikan. Terutama yang kadar gula darahnya sudah tinggi, daun ini lantas bisa dikonsumsi sesering mungkin. Misalnya setiap hari tiga kali selama dua  s.d. tiga bulanan.Dan hasilnya, memang bisa menawar derajat kandungan gula darah yang tinggi itu.

Tanaman ini tumbuh liar, dipematang-pematang sungai biasanya bergerombol dan kekhasan bunganya yang mirip bunga matahari itu menjadikan tanaman ini  dibiarkan tumbuh liar oleh penduduk sekitar. Sejak dahulu tanaman ini dikenal sebagai tanaman hijauan bagi ternak, dan sebagian sudah memanfaatkannya sebagai mulsa karena kandungan nitrogen dan Kaliumnya yang cukup baik. Pucuk daunnya sebagian digunakan sebagai campuran bagi pupuk organik, sebagai penyumbang unsur zat pengatur tumbuh yang dapat merangsang pertumbuhan tunas pucuk bagi beberapa produk budidaya tanaman. Demikianlah tanaman ini, penyumbang pangan dan gizi bagi kita. Semoga bisa bermanfaat.

Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!