herdinbisnis.com: Ini Cara Ampuh Mengatasi Serangan Hama Burung Emprit pada Areal Luas Tanaman Padi Anda

.

.

Selasa, 06 Oktober 2015

Written on

Ini Cara Ampuh Mengatasi Serangan Hama Burung Emprit pada Areal Luas Tanaman Padi Anda

Bagi orang kebanyakan, hari itu masih pagi, baru jam 05.30 WIB. Kebanyakan orang masih berada dirumah, entah persiapan berangkat bekerja di pabrik maupun di kantor. Anak-anak juga masih ada yang asyik bermain, sebagian mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah. Polisi lalu lintas juga belum berangkat kerja dinas.

Akan tetapi, puluhan petani di sawah telah berteriak bersahut-sahutan, berlari kecil kesana kemari sambil menabuh bunyi-bunyian. Seperti Embreng atau Kaleng yang dipukul-pukul sambil bergerak berjalan mengitari lahan. 


Sebagian lagi duduk di gubug sambil menggerakkan weden sawah (reng-orengan/semacam boneka yang dihubungkan) dengan tali yang telah disiapkan. 

Padi mereka yang mulai berisi, pagi itu mendapatkan serbuan ribuan Burung Emprit (Lonchura leucogastroides) . Burung-burung kecil ini datang berombongan. Mereka terbagi dalam kelompok-kelompok kecil sekitar 20-25 ekor. 

Terbang lincah dari petak satu ke petak yang lain. Kedatangan burung-burung kecil ini untuk memakan padi yang telah mulai berisi itu. Cara serangan terhadap Budidaya Padi kita adalah dengan menghisapi bulir-bulir padi muda yang mulai berisi. Mulut kecil-nya begitu cekatan menghisapi bulir-bulir padi. Jika dibiarkan, burung-burung itu merubah padi menjadi gombong atau kopong (istilah, untuk padi yang tak berisi) . Petani akan merugi karena padinya tidak berisi bulir beras lagi. 

Serbuan Burung Emprit ini bukan tergolong masalah baru bagi petani. Namun sudah amat meresahkan. 

"Sekitar enam  tahunan terakhir ini baru muncul. Dulu tidak masalah. Tidak sampai menghabiskan padi. Jumlah burungnya juga tidak banyak," terang Mursid, seorang Petani Padi. Bagi sebagian besar Petani, Burung Emprit ini telah dianggap sebagai hama. Petani harus bekerja lebih keras dan mengeluarkan biaya tambahan untuk menghalau serbuan burung-burung kecil itu agar tidak mengalami gagal panen. "Kejadian gagal panen akibat emprit bukan isapan jempol lagi sekarang", demikian ungkap Cahyo, seorang Tokoh Penyuluh Pertanian dalam sebuah kesempatan.

Berbagai macam cara dilakukan oleh petani untuk menghalau serbuan burung-burung kecil itu. Diantaranya adalah dengan membuat weden sawah, memasang berbagai barang bekas terutama plastik dan kaleng bekas di sawah, mengusir dengan teriakan-teriakan dan ketapel hingga memasang jaring diatas tanaman padi agar burung-burung kecil itu tidak dapat menjangkaunya. 


Untuk mengerjakan semua itu, jam kerja petani menjadi bertambah. Disamping itu, mereka juga harus mengeluarkan biaya tambahan. "Mulai jam 05.00 WIB saya telah di sawah. Biasanya nanti bergantian dengan istri saya karena sampai sore. Soalnya burung-burung ini menyerbu padi sehari penuh. Jam 17.00 WIB kami baru pulang, " Ujar Eko, Petani Muda yang juga anggota Patra. 

Masih menurut Eko pula, kegiatan menghalau burung itu harus dilakukan selama sekitar 40 harian; yakni dimulai pada saat padi mulai nguncak (fase munculnya bagian selain daun, berupa tombak yang melekat padanya bagian serupa bulir) yang mulai berisi hingga menjelang panen.

"Saya tidak tahu jika kerja-kerja seperti ini dihitung kira-kira bakal menghabiskan berapa biayanya, mungkin hasil panen  itu  untung, impas atau malah merugi," imbuhnya dengan tertunduk dan berusaha mengalihkan pandangannya pada areal budidayanya yang memang penuh jaring itu. 

Sementara itu, bagi petani yang memilih menghalau burung dengan menggunakan jaring, mereka harus mengeluarkan biaya sekitar 3 jutaan untuk satu hektar sawah. Padahal menurut beberapa petani, harga jaring untuk satu rol adalah 45-55 ribu, sedangkan untuk saereng (satu ereng = 4000 m2) butuh dua rol. Bayangkan, berapa besar biayanya ?. 

Kisah diatas hanya sepenggal cerita tentang bagaimana perjuangan petani menyediakan pangan bagi kita semua. Berbagai persoalan lain yang lebih besar juga selalu mengintai para petani. Diataranya adalah hama wereng, tikus, keong emas serta banjir dan kekeringan yang juga sering membuat mereka gagal panen. 

Demikianlah catatan ringan ini sebagai ilustrasi saja atas permasalahan yang kami peroleh dari desas desus dan canda ringan walaupun merupakan masalah besar, seolah tak terpecahkan bagi masyarakat Petani.

Namun, pada suatu kesempatan. Tatkala apa yang dikhawatirkan Pak Cahyo, seorang Tokoh Penyuluh Pertanian tadi- mendapatkan respon dari seorang aktifis pemerhati Petani dalam kesempatan lain yang berasal dari Bangkinang Riau, dimana beliau menjelaskan demikian.
"Untuk menghadapi hama burung, baiknya kita melihat perilaku mereka" Jelasnya berteori, seorang Petani yang juga aktif dalam kegiatan Upsus di kawasan Pak Cahyo ini mengujarkan bahwa Burung Emprit itu - menurut penelitian, kurang suka dan cenderung menghindar pada bunga-bunga atau daun-daunan berwarna kuning cerah. Seperti Paitan atau Bunga Matahari. Burung-burung emprit akan menghindari kawasan yang terdapat banyak sekali tanaman-tanaman itu. "Ahahaha, ini saya bicara tidak dalam kesempatan berkampanye yaaa... ", candanya... Disambut tawa semua yang hadir dalam kesempatan penyuluhan tersebut.


Teori Tanaman Border Bermanfaat bagi Budidaya Tanaman

Teori tentang Tanaman Border sudah terbukti Bermanfaat bagi beberapa upaya berbudidaya Tanaman. Pada Jagung dan Kacang Tanah, Tanaman Border dianggap bisa menghalangi hewan atau Manusia yang akan mengganggu proses penyerbukan, sehingga bisa meningkatkan terjadinya buah dan menghasilkan buah yang maksimal. Tanaman border yang memiliki akar yang bisa bersimbiosa dengan jasad renik yang bermanfaat bisa meningkatkan proses penyediaan hara dan support system untuk tanaman utama.

Beberapa rekan menyangsikan hal ini, kadangkala tanaman border yang kurang tepat bisa menjadi inang inisiasi penyakit, seperti halnya blast pada padi yang dibawa oleh rumput gajah. Atau bulai yang menyerang jagung yang juga bisa diinisiasi tanaman sejenis jagung.

Namun, terlepas dari itu - semuanya tergantung pada pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman secara Tepat. 

Beberapa tanaman yang berdaun kuning atau berbunga kuning dan umumnya dapat secara mudah diperoleh adalah beberapa tanaman dibawah ini,

  1. Bunga Matahari, akan diulas dibawah ini.
  2. Kenikir, daunnya juga bisa digunakan sebagai lalapan. 
  3. Paitan, daunnya juga diminati sebagai lalapan, bagi mereka penderita diabetes- melalap daunnya juga bisa mengurangi kadar gula darah.

Bunga Matahari

Beberapa Dinas terkait, mulai menggalakan tanam bunga matahari di pematang sawah untuk menjadi perangkap bagi hama tanaman padi.

Tanaman ini jika dijadikan tanaman border, telah terbukti cukup efektif mengatasi beberapa masalah yang mengganggu tanaman padi. Diantaranya walang sangit. Walang sangit sangat doyan dengan perangkap hidup ini. Mereka lebih suka menghisap saripati Bunga Matahari daripada padi. Tidak disangkal, semua petani dan mereka yang pernah mencobanya, telah membuktikannya. "Yang sangat jelas terbukti adalah walang sangit, mereka lebih senang hinggap di tanaman bunga matahari daripada di tanaman padi, semoga bermanfaat" Demikian tulis Pak Bambang dalam sebuah komentar dalam sebuah forum diskusi tentang manfaatnya.

Bunga Matahari juga memiliki nilai ekonomis  yang cukup baik, sebagai pakan hewan peliharaan atau digunakan sebagai bahan baku kwaci. Beberapa negara bahkan konsentrasi membudidayakannya untuk kepentingan industri minyak atsiri dan kepentingan ekspor keluar negeri.  Bunga Matahari dalam catatan akademis memiliki banyak manfaat selain daripada soal penampilannya yang indah dan cantik. Tak jarang bunga ini sering menjadi fokus para fotografer untuk dijadikan obyek bidik yang tak pernah jemu.


Dalam wikipedia, Bunga matahari (Helianthus annuus L.) adalah tumbuhan semusim dari suku kenikir-kenikiran (Asteraceae) yang populer, baik sebagai tanaman hias maupun tanaman penghasil minyak. 

Bunga tumbuhan ini sangat khas: besar, biasanya berwarna kuning terang, dengan kepala bunga yang besar (diameter bisa mencapai 30 cm). Bunga ini sebetulnya adalah bunga majemuk, tersusun dari ratusan hingga ribuan bunga kecil pada satu bongkol. Bunga Matahari juga memiliki perilaku khas, yaitu bunganya selalu menghadap / condong ke arah matahari atau heliotropisme. 

Orang Perancis menyebutnya tournesol atau "pengelana Matahari". Namun, sifat ini disingkirkan pada berbagai kultivar baru untuk produksi minyak karena memakan banyak energi dan mengurangi hasil.

Bunga matahari merupakan bunga nasional Ukraina dan bunga resmi negara bagian Kansas, Amerika Serikat.

Madu yang diperoleh dari tawon yang menghisap Bunga Matahari dijelaskan telah terbukti sanggup mengurangi sedikit demi sedikit sel - sel yang mengganggu tumbuh tubuh manusia. "Orang yang mengidap kangker bisa sembuh dengan bantuan Madu yang diperoleh dari Tawon yang menghisap nira Bunga Matahari", kata Akmal- seorang penyuluh muda.

Cara Aplikasinya.

Untuk Mengaplikasikan Pengendalian dengan Sistem Tanaman Border, Anda perlu mengetahui bagaimana Tanaman-tanaman ini bisa diperoleh. Tanaman-tanaman tersebut bisa diperoleh dengan beberapa cara, diantaranya  Cara Vegetatif dan Cara Generatif.

Paitan, dapat diperoleh dengan stek. Untuk stek bisa disiapkan dulu dirumah atau bisa langsung ditancapkan pada pematang. Cangkok juga bisa dilakukan pada Paitan. Ketiga-tiganya (Paitan, Kenikir dan Bunga Matahari) tanaman barunya bisa diperoleh dari biji. Bunga yang sudah merontokkan mahkota bunganya bisa segera dipotong dan dipisahkan bijinya. Biji yang disemai bisa dapat cepat tumbuh. "Cuma butuh 3 - 4 harian saja, wes cukul (bisa tumbuh segera)." imbuh Pak Priyono, seorang Penyuluh Muda.

Tanaman-tanaman tersebut lalu ditanam pada Pematang, "Tanam rapat juga gak papa, toh supaya mendapatkan bunga yang juga bakal menghasilkan warna kuning yang merata" jelas Pak Min. 

Waktu Penanaman disesuaikan dengan waktu tanaman padi akan masuk fase generatif, atau mulai memunculkan bagian selain daun. "Ketika menanam Benih Bunga Matahari, Biji ditanam jeda tiap 3 hari sekali, agar fase bunga bisa merata sampai panen" ungkap Pak Jaya, menyiasati keadaan agar Warna Kuning terus bertahan sampai Panen. Menurut Pak Jaya, fase tumbuh tanaman Bunga Matahari sampai masuk Pembungaan adalah lebih kurang 3 (tiga) bulanan. "Tanaman ini tidak perlu perawatan khusus, jika ada cukup tersedia Pupuk- bisa gunakan NPK saja", demikian imbuhnya. 
"Namun, jika teknologinya adalah menggunakan prinsip Pertanian Organik, perlakuan Mikoriza atau tricho bisa digunakan sejak tanaman ini sudah menumbuhkan akar muda" demikian tambahnya kemudian, sembari tersenyum dan menengadahkan tangan.
"Aaaamiiin" katanya.... Entah apa yang ada dalam benaknya.

www.herdinbisnis.com menyediakan benih Bunga Matahari, dan batang stek Paitan. Jika membutuhkan silahkan ketik Nama, Alamat dan Nomor HP Anda sertakan berapa banyak yang dibutuhkan. 



Selamat Mencoba, Semoga Bisa Membantu

Dari beragam sumber
Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!