herdinbisnis.com: Pengetahuan tentang Manfaat PGPR, Mikroorganisme Pemacu Tumbuh Tanaman

.

.

Minggu, 24 April 2016

Written on

Pengetahuan tentang Manfaat PGPR, Mikroorganisme Pemacu Tumbuh Tanaman

PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) adalah bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman, hidup secara berkoloni menyelimuti akar tanaman, dengan
kata lain adalah campuran berbagai bakteri perakaran. Bakteri yang terdapat dalam PGPR adalah sejenis bakteri yang biasa hidup di akar tanaman. Mikroorganisme ini hidup berkoloni di sekitar akar tanaman dan membantu memacu pertumbuhan tanaman. Beberapa bakteri yang ada dalam PGPR : Bacillus subtilis, Psedomonas sp, Salmonella liquefaciens, Azotobakter sp.,Rhizoium
PGPR ini pertama kali diteliti oleh Kloepper dan Schroth tahun 1978. Mereka menemukan bahwa keberadaan bakteri yang hidup di sekitar akar ini mampu memacu
pertumbuhan tanaman jika diaplikasikan pada bibit/benih. Tidak hanya itu, tanaman nantinya akan beradaptasi terhadap hama dan penyakit. Fungsi yakng menguntungkan dari PGPR bisa banyak diterapkan pada pengelolaan usahatani, yaitu:

1). PGPR memproduksi antibiotik untuk melindungi tanaman dengan cara menghambat pertumbuhan penyakit perakaran
2). PGPR menjadi pesaing patogen penyebab penyakit dalam mendapatkan makanan disekitar perakaran sehingga pertumbuhan patogen merugikan menjadi berkurang.
3). PGPR merangsang pembentukan hormon atau ZPT Auksin, Sitokinin dan Giberellin sehingga tanaman terlihat lebih subur
4). PGPR menghambat produksi etylen (zat yang menyebabkan tanaman cepat tua dan mati)
5). PGPR meningkatkan penyerapan dan pemanfaatan unsur N oleh tanaman
6). PGPR meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur Fe
7). PGPR meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur S
8). PGPR meningkatkan ketersediaan unsur P
9). PGPR meningkatkan ketersediaan unsur Mn


2. Tujuan pembuatan PGPR

Tujuan utama pembuatan adalah temanfaatkannya kelompok bakteri yang memberikan pengaruh baik bagi tanaman terutama dalam dalam proses fisiologi tanaman.
Bakteri PGPR mampu mengikat nitrogen bebas dari alam atau istilahnya fikasi nitrogen bebas. Nitrogen bebas diubah menjadi amonia kemudian disalurkan ke tanaman. 
Bakteri akar ini juga mampu menyediakan beragam mineral yang dibutuhkan tanaman seperti besi, fosfor, atau belerang. PGPR juga memacu peningkatan hormon tanaman. 
Peningkatan hormon tanaman inilah yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman.



3. Cara pembuatan PGPR

a. Alat dan Bahan
1) 100 gr akar bambu
2) 400 gr gula pasir
3) 200 gr trasi
4) 1 kg dedak halus
5) 10 lt air
6) Penyedap rasa secukupnya

b. Cara Membuat
1) Rendam akar bambu dalam air matang dingin 2-4 hari
2) Rebus bahan 2 s/d 6 sampai memdidih selama 20 menit
3) Setelah dingin masukkan semua bahan kedalam jerigen dan tutup rapat
4) Buka dan kocok-kocok sehari sekali
5) Setelah 15 hari PGPR siap digunakan


[b[4. Aplikasi PGPR

1) Saring PGPR
2) Campurkan 1 lt PGPR ke dalam air 1 tangki
3) Semprotkan PGPR tersebut ke lahan yang belum ditanami
4) Ulangi penyemprotan setiap 20 hari sekali

Adapun cara aplikasi PGPR adalah sebagai berikut:
1). PGPR Untuk perlakuan benih. Benih yang dibeli dari toko dan diduga mengandung pestisida cuci dulu sampai bersih hingga 3 – 4 kali. Rendam benih dalam larutan PGPR dengan konsentrasi 10 ml per liter air selama 10 menit hingga 8 jam tergantung jenis benihnya. Kemudian kering anginkan di tempat yang teduh sebelum dilakukan penanaman.
2). PGPR Untuk perlakuan bibit. Jika untuk perlakuan bibit dan stek atau biakan vegetatif lain tinggal direndam beberapa saat saja lalu langsung ditanam. Konsentrasi yang diperlukan adalah 10 ml per liter air.
3). PGPR Untuk perlakuan pada tanaman. Buat PGPR dengan konsentrasi 5 ml per liter air. Untuk aplikasi pada tanaman semusim (cabe, terong, timun dll) siramkan 1 - 2 gelas aqua larutan tadi ke daerah perakaran. Jika untuk tanaman tahunan jumlah larutan yang digunakan dapat diperkirakan sendiri sesuai dengan umur dan jenis tanaman, sebagai ukuran adalah siram daerah perakaran sampai basah.



Disadur dari beragam sumber
Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!