herdinbisnis.com: Refugia, Membuatkan Rumah bagi Pemangsa Hama.

.

.

Minggu, 17 April 2016

Written on

Refugia, Membuatkan Rumah bagi Pemangsa Hama.

TEMPO.CO, Banyumas - Food and Agriculture Organization (FAO) PBB memperkenalkan rekayasa ekosistem dengan refugia sejak Oktober 2014 dalam program Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) di Desa Pliken, Banyumas. Refugia adalah intervensi ekosistem dengan menyediakan rumah untuk pemangsa hama.

Petani harus menanam tanaman bunga untuk menarik serangga pemangsa hama. Di Desa Pliken, bunga yang ditanam antara lain bunga pukul empat, bunga kenikir, dan bunga matahari.

Ketua Tim Ahli FAO Y. Andi Trisyono mengatakan penerapan refugia bertujuan menurunkan penggunaan pestisida, meningkatkan produksi beras, dan memperbaiki ekosistem.

“Saat ini pestisida yang terdaftar meningkat terus, padahal di negara lain menurun,” kata Andi.


Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki II Desa Pliken Sucipto mengatakan, sejak penerapan refugia, petani jadi lebih sadar bahaya pestisida. Salah satu contohnya adalah mereka saling mengingatkan jangan menanam kacang panjang di dekat padi. “Kacang panjang sudah identik dengan pestisida,” katanya.

Menurut dia, sejak penerapan refugia pada 2014 dan meminimalisasi penggunaan bahan kimia, jumlah produksi beras meningkat. Hasil produksi pada setiap masa tanam pun meningkat. Pada masa tanam pertama, produksi beras 7,43 ton per hektare.

Masa tanam kedua menghasilkan beras 7,67 ton per hektare. Selanjutnya, masa tanam ketiga menghasilkan beras 7,83 ton per hektare.

Peningkatan ini, kata Sucipto, bukan hanya kuantitasnya. “Kualitas beras kami jadi lebih sehat,” katanya.

TRI ARTINING PUTRI

Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!