herdinbisnis.com: Refugia, Pengelolaan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (PHT) Sistemik. Berhasil di Banyumas

.

.

Minggu, 17 April 2016

Written on

Refugia, Pengelolaan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman (PHT) Sistemik. Berhasil di Banyumas

TEMPO.CO, Banyumas - Food and Agriculture Organization memperkenalkan rekayasa ekosistem dengan refugia sejak Oktober 2014 dalam program Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) di Desa Pliken, Banyumas.

Refugia adalah intervensi ekosistem dengan menyediakan rumah untuk pemangsa hama. Tanaman yang berfungsi sebagai refugia bisa bermacam-macam. Di Desa Pliken, bunga yang ditanam, antara lain bunga pukul empat, bunga kenikir, dan bunga matahari.

Ketua Tim Ahli FAO Y. Andi Trisyono mengatakan refugia akan meningkatkan kebugaran pemangsa hama padi. “Laba-laba bisa menghabiskan 20-30 wereng cokelat per hari dalam satu rumpun padi,” kata dia, Senin dua pekan lalu.

Selain predator pemangsa hama, refugia akan menjadi rumah untuk parasitoid. Parasitoid adalah serangga yang hidup menumpang serangga lain. Tanpa refugia, parasitoid bisa membunuh 20-30 persen telur wereng cokelat.


Pemanfaatan musuh alami ini, kata dia, akan meminimalisasi penggunaan pestisida. Selama ini pestisida malah merusak ekosistem. Soalnya, penggunaan yang tak tepat malah akan membunuh musuh alami dan belum tentu membasmi hama.

“Beras yang dihasilkan juga akan banyak residu pestisidanya,” kata Andi.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki II Sucipto pernah mencegah teman-temannya menyemprot pestisida, meski wereng cokelat menyerang sawah mereka. Sebab, ada refugia.

Sepekan kemudian, Sucipto mendapat kabar baik. Padi, yang sepekan sebelumnya rebah akibat wereng cokelat, kini bersih. “Masih bisa dipanen, bulirnya penuh,” tuturnya. Wereng cokelat, kata dia, habis dimangsa capung, laba-laba, dan tomcat.

Andi mengatakan salah satu kunci sukses pembasmian hama adalah pengamatan. Kelompok tani Desa Pliken harus mengamati petak sawahnya setiap pekan. Hasil pengamatan kemudian dibahas dalam diskusi petani untuk dicarikan solusinya.






TRI ARTINING PUTRI

Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!