herdinbisnis.com: Paket Teknologi Budidaya Tanaman Kedelai

.

.

Senin, 17 Oktober 2016

Written on

Paket Teknologi Budidaya Tanaman Kedelai

Kedelai merupakan salah satu sumber protein nabati yang produk olahannya banyak digemari oleh masyarakat, diantaranya seperti susu kedelai,tempe, tahu, kecap dan lain sebagainya.

Selain itu limbahnya pun sangat berguna dalam pembuatan pakan fermentasi untuk ternak.

Namun, sampai saat ini produksi kedelai di indonesia masih belum memenuhi ekspektasi yang di harapkan.

Untuk itu semoga artikel ini dapat memberikan gambaran budidaya kedelai dalam upaya peningkatan produksi kedelai di indonesia,

Dalam paket teknologi budidaya kedelai ini, di kelompokan dalam teknologi dasar dan pilihan,

Teknologi dasar, merupakan komponen yang di anjurkan untuk di terapkan disemua areal pertanaman kedelai.
Teknologi pilihan, merupakan komponen teknologi pilihan yang disesuaikan dengan kondisi, kemampuan, dan kemampuan petani setempat, (spesifik Lokasi)

Komponen dasar dalam paket teknologi budidaya kedelai.


Penggunaan Varietas Unggul

Penggunaan varietas unggul dalam paket teknologi budidaya kedelai merupakan komponen penting dalam upaya peningkatan produksi dan pendapatan usaha tani kedelai.

Benih dan varietas unggul kedelai merupakan galur hasil  pemuliaan yang mempunyai salah satu atau lebih keunggulan khusus seperti potensi hasil  tinggi, tahan terhadap hama penyakit dan toleran terhadap cekaman lingkungan, mutu produk, dan atau sifat-sifat lainnya.

Berbagai varietas unggul telah tersedia dan dapat dipilih sesuai dengan kondisi wilayah, preferensi petani, dan atau keinginan pasar.

Ada pun beberapa Varietas Unggul Baru Kedelai diantaranya :

·         Wilis·                     Argomulyo

·         Burangrang·         Sinabung

·         Kaba·                   Tanggamus

·         Mahameru·           Anjasmoro

·         Cikurai ·                Gepak ijo

·         malika ·                 Lawit

·         Baluran ·               Ijen

·         Seulawah ·            Argopuro

·         Grobogan ·            Gepak kuning

·         Detam 2 ·              Detam 1

Benih Bermutu dan Berlabel

pada umumnya benih bermutu dapat di peroleh dari benih yang berlabel yang sudah lulus dari proses sertifikasi.

Benih bermutu memiliki tingkat kemurnian benih dan daya tumbuh yang tinggi (>85%)..

Benih yang bermutu juga harus mampu menghasilkan bibit yang berkualitas tinggi, yaitu dapat tumbuh dengan baik, tahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan, menghasilkan tanaman yang sehat dan memiliki pertumbuhan yang cepat dan seragam.

Pembuatan Saluran Drainase

Tanaman kedelai membutuhkan air yang cukup, tetapi tanaman kedelai tidak menghendaki kelebihan air atau tanah yang becek selama pertumbuhannya.

Saluran drainase sangat di perlukan untuk mengalirkan air ke areal pertanaman guna menjaga kelembaban tanah optimal, serta mengalirkan air jika terjadi kelebihan air pada saat hujan.

Jarak saluran disesuaikan dengan jenis tanah, umumnya 2-5 m dengan lebar dan kedalaman sekitar 30 cm. Pada lahan kering, saluran drainase berfungsi sebagai pematus air pada saat hujan.

Pengaturan Populasi Tanaman

Penanaman benih kedelai pada jarak tanam yang tepat akan menghasilkan populasi tanaman yang optimal, dalam upaya peningkatan produksi kedelai.

pada paket teknologi budidaya kedelai ini, Jarak tanam hendaknya teratur, agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi. Jarak tanam kedelai tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan sifat tanaman yang bersangkutan.

Pada musim hujan gunakan jarak tanam lebar (populasi sedang), pada musim kemarau gunakan jarak tanam rapat (populasi tinggi).

Populasi berkisar antara 350.000 – 500.000 tanaman/ha, kebutuhan benih 40 – 60kg/ha, bergantung pada ukuran biji.

Tanam dengan cara ditugal, tugalan berkisar antara 20-40 cm. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm, 25 x 25 cm, atau 20 x 20 cm., 2-3 biji per lubang.

Pengendalian OPT secara Terpadu (Pengendalian Hama Terpadu)

Pengendalian Hama Terpadu tidak hanya berperan penting dalam meningkatkan produktivitas kedelai tetapi juga melestarikan lingungan.

Hama utama kedelai yang harus yang harus di waspadai, adalah : lalat bibit ( Ophionyia phaeseoli ), penghisap polong ( Riptortus linearis ), Ulat Grayak ( Spodoptera litura ), dan pengerek polong ( Etiella zinckenella).

Tahap Pelaksanaan Pengendalian Hama Terpadu antara lain sebagai berikut :

  • Perlakuan Benih/ seed treatment
  • Pengamatan, yang bertujuan untuk mengidentifikasi jenis OPT dan perhitungan kepadatan populasi hama.
  • Menentukan tingkat kerusakan akibat hama.
  • Teknik pengendalian :
  • Mengusahakan tanaman selalu sehat (Budidaya Tanaman Sehat)
  • Penggunaan Varietas Tahan
  • Pengendalian secara hayati (Agensi Hayati)
  • Pengendalian secara Fisik dan Mekanis
  • Penggunaan Feromon
  • Penggunaan Pestisida kimia Berdasarkan prinsip 6 Tepat penggunaan Pestisida
  • Tahapan pengendalian gulma antara lain :
  • Identifikasi jenis gulma : rumput,teki, dan lain-lain
  • Menentukan Tingkat kepadatan gulma
  • Taktik dan teknik pengendalian : cara mekanis, kultur teknis, kimiawi ( Herbisida ), terpadu, mengkombinasikan beberapa komponen pengendalian,
  • Gulma yang tidak dikendalikan berpotensi menurunkan hasil kedelai hingga 70%


Komponen teknologi pilihan dalam paket teknologi budidaya kedelai


Penyiapan lahan

Pada lahan kering, pengolahan tanah perlu optimal agar tanaman kedelai dapat tumbuh dengan baik.

Pengolahan tanah dilakukan 2x yaitu :

  1. Pembajakan
  2. Penggaruan (perataan)

Gulma atau sisa tanaman dibersihkan pada saat pengolahan tanah.

Pada lahan sawah bekas tanaman padi, pengolahan tanah tidak diperlukan, Jerami dapat digunakan sebagai mulsa.

Mulsa jerami berguna untuk mengurangi serangan lalat kacang, kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan gulma.

Pemupukan sesuai kebutuhan

Pemupukan diberikan berdasarkan hasil analisis tanah dan sesuai dengan kebutuhan tanaman, dan penggunaan pupuk hayati seperti bakteri penambat N (Rhizobium) di sesuaikan dengan kebutuhan.(Perhatikan Waktu Kadaluarsa Pupuk Hayati)

Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) dapat digunakan sebagai salah satu acuan dalam menetapkan takaran pupuk.

Pemberian pupuk diberikan dengan cara ditugal setelah lubang tanam, atau langsung di tebar merata pada saat tanah masih lembab.

Kedelai yang ditanam di lahan sawah umumnya tidak memerlukan banyak pupuk.

Pemberian Pupuk Organik

Pupuk Organik merupakan sisa tanaman ,kotoran hewan, pupuk hijauan dan kompos. Pupuk organik yang di aplikasikan dapat berbentuk padat atau pun cair.

Pemberian pupuk organik dalam bentuk dan jumlah yang tepat berperan penting untuk berkelanjutan produksi kedelai.

Pemeliharaan

Penyulaman
Benih yang tidak tumbuh segera disulam, sebaiknya memakai benih dari varietas dan kelas yang sama. Penyulaman paling lambat pada saat tanaman berumur 1 minggu.

Penyiangan
Penyiangan bertujuan untuk membersihkan gulma dan tanaman yang tidak di kehendai, sehingga tanaman kedelai dapat tumbuh maksimal

Pembumbunan
Pembubunan di lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak perakaran.

Pemupukan
Pemupukan diberikan berdasarkan hasil analisis tanah dan sesuai dengan kebutuhan tanaman,

Pengairan
Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Saat menjelang panen, tanah sebaiknya dalam keadaan kering. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil, bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas toleransinya.

Panen dan Pascapanen

Panen dilakukan jika tanaman sudah masak, atau 95% polong telah berwarna coklat dan daun berwarna kuning.

Brangkasan kedelai segera dihamparkan dan dijemur, dibawah panas matahari penjemuran yang berlantai atau beralas plastik hitam. Plastik hitam menyerap panas sehingga diharapkan kedele dapat mempercepat proses pengeringan.

Setelah berangkasan kedelai kering kemudian biji dirontokan, secara manual dapat dilakukan dengan digebuk/di pukul di atas anjang-anjang, atau menggunakan power tresher.

Pembersihan biju kedelai dari berangkasan, Pembersihan dapat dilakukan dengan cara ditampi, Disilir atau Menggunakan mesin pembersih (winower)

Biji kedele yang telah bersih ditempatkan dalam wadah yang bersih bebas hama penyakit,tidak bocor serta ditutup rapat. Penyimpanan Tempat penyimpanan biji kedele harus teduh, kering, dan bebas hama penyakit, kadar air harus 9-14%

Panen tepat waktu dan penggunaan alat-mesin untuk merontokan biji akan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.
Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!