herdinbisnis.com: BURUNG HANTU UNTUK PERTANIAN

.

.

Rabu, 09 November 2016

Written on

BURUNG HANTU UNTUK PERTANIAN

Siapa yang tidak kenal tikus? Hewan ini mudah ditemui disekitar kita. Tapi bila tikus muncul dan berkembang biak di area pertanian dan perkebunan, hewan ini bisa menjadi hama yang menakutkan bagi petani, Kehadirannya harus diberantas baik dengan pengasapan, yang biasa dikombinasi dengan penggeropyokan atau dengan racun tikus. Pengendalian tikus berkembang lebih luas, selain dua cara tadi - pengendalian dengan refugia juga dengan sistem TBS (Trap Barrier System).

Berbagai cara pendekatan telah banyak diupayakan dalam memberantas hama tikus ini. Mulai dari pengunaan racun tikus (rodentisida) hingga metode yang alami, yaitu dengan memanfaatkan kehadiran burung hantu (barn owl) di dalam lingkungan budidaya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo meminta Kelompok kelompok Petani mengidentifikasi keberadaan Burung Hantu dengan cara mencari tempat hinggap burung hantu di sekitar lahan pertanian . Caranya , melihat Tumpukan kotoran hewan tersebut. Jika sudah ditemukan lokasinya , mereka melaporkan kepada Petugas Penyuluhan Pertanian dan ditindak lanjuti dengan pembuatan PAGUPON (Rumah Burung Hantu) . 

Disebuah kawasan di Situbondo, pemberantasan hama tikus dilakukan dengan cara alami. Tak ada lagi pemberantasan dengan menggunakan racun tikus. Sebagai alternatifnya digunakan burung hantu mengingat inilah hewan predator yang rajin memangsa tikus.

Burung Hantu Jenis Tyto alba
Burung hantu termasuk spesies burung noctural atau beraktivitas di malam hari. Penglihatannya sangat tajam di mana dia dapat melihat mangsanya dari jarak jauh. Hidupnya berkelompok dan cepat berkembang biak. Induk burung hantu mampu bertelur 2 -3 kali dalam setahun. Sekali bertelur bisa mencapai 6 – 12 butir dengan masa mengerami selama 27 – 30 hari.

Tikus menjadi salah satu makanan spesifik burung hantu. Burung hantu dewasa bisa memangsa tikus 2 – 5 ekor tikus setiap harinya, jika tikus sulit didapat, tak jarang burung ini menjelajah kawasan berburunya hingga 12 km dari sarangnya. Hebatnya, dia memiliki pendengaran sangat tajam dan mampu mendengar suara tikus dari jarak 500 meter.

Kelebihan sifat burung hantu seperti ini sangat membantu upaya menjadikannya sebagai pengendali hama tikus yang alami di daerah perkebunan. Burung hantu jenis Tyto alba merupakan spesies yang saat ini disebar dikawasan budidaya di daerah Situbondo.

Manfaat kehadiran burung hantu ini sangat terasa dan cara ini terbilang ramah lingkungan dan saya bilang sangat efisien.

Rumah Burung Hantu di Areal Pertanian 
Burung Hantu didepan Petani saat Penyuluhan di Balai Penyuluhan Pertanian DEMUNG Situbondo 
Share this case:

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Klik saja !!

Klik saja !!

Klik saja !!